
apa....
Steven kaget mendengar penuturan Bana.
"pasti kamu iri kan?"goda Bana pada teman baiknya itu.
mendengar godaan Bana bukannya marah Steven justru merasa senang karena Bana kini terlihat ceria.
"aku gak iri ya,aku kan punya abang wlee..."balas Steven dengan menjulurkan lidahnya.
Bana hanya menggelangkan kepalanya mendengar jabawan Steven.
"selamat ya Ban bentar lagi jadi abang"ucap Steven dengan bersungguh sungguh.
"makasih steve,tapi tolong jangan panggil kaya gitu dong"keluh Bana pada sahabatnya.
hahaha....
sedangkan steven hanya tertawa riang menggoda Bana.
***
matahari sudah mulai tenggelam,lampu lampu rumah mulai menyala menampilkan cahaya terang yang indah.
diruang tivi terdengar gelak tawa yang mendengarnya pasti mengira kalau mereka adalah keluarga yang bahagia.
Putra duduk di sofa dengan disampingnya Luna bersender di bahunya.
__ADS_1
sedangkan Bana duduk dibawah dengan antusiasnya sedang menggambar.
sekilas melihat itu pasti tidak ada yang menyangka kalau tadi pagi terjadi peristiwa yang membuat hampir membuat keluarga itu renggang.
Luna masih merenungi sikapnya yang hampir membuat Bana tambah sedih.
betapa bodohnya dia selama ini menyangka semuanya baik baik saja.
kini dia bertekad akan terus belajar menjadi seorang istri dan ibu yang bisa membuat suasana rumah ceria,apalagi kini dia juga sedang hamil lagi.
memandang suaminya Luna menyentuh pipi Putra dengan sayang.
Putra yang sedang fokus menonton tivi teralihkan dengan gerakan Luna.
"ada apa mah?"tanya Putra dengan menyentuh tangan sang istri yang sedang dipipinya lalu mengecupnya.
"senyumnya duh..manis banget sih?"ucap Putra dengan memegang kedua pipi Luna dengan gemas.
"jangan senyum begitu ke cowok yang lain ya?"pinta Putra dengan senyumnya.
Luna hanya menganggukan kepalanya dengan patuh.
ya ampun kenapa kemarin aku bisa mengkhawatirkan kelakuan suamiku diluaran sana ya?padahal dia begitu manis sikapnya padaku,apa karena efek hormon kehamilan ya?.gumam Luna dihatinya.
"makasih pah masih sabar ngadepin aku"ucap Luna dengan lemah lembut.
entahlah perasaannya sekarang sedikit melow.
__ADS_1
"jelas sabar dong mah,nunggu kamu belanja dipasar aja papa sabar kok"jawab Putra dengan sedikit menggoda sang istri.
"ih kok kepasar sih?"tanya Luna sambil mencubit pinggang Putra.
"lah mama kalo ke pasar kan lama banget mana kaya ngajak ribut penjualnya lagi"keluh Putra dengan mwnyenderkan punggungnya dibantalan sofa.
Bana yang sejak tadi mendengar percakapan kedua orang tuanya menyunggingkan senyumnya.
"bener pah,mama kalo kepasar bisa lebih lima jam padahal cuma beli baju satu"ucap Bana memberi dukungan pada ayahnya.
mendengar perkataan suami dan anaknya yang kompak membuat Luna cemberut.
apa selama itu padahal belum semuanya di datengin penjualnya.
"kalian yah,dasar ayah dan anak awas kalian"Luna menghampiri Bana lalu menggelitiki perutnya dan mencium pipi Bana.
"mama memang begitu"kata Putra membuat mendapat tatapan tajam dari istrinya.
"Bana...ayo serang papa!"seru Luna pada anaknya menyuruh menggelitiki perut Putra.
mendapat perintah dari sang ibu membuat Bana semangat.
akhirnya mama ceria lagi.
ibu dan anak menyerbu Putra yang sedang duduk mereka tertawa bersama.
melihat sikap Luna sudah seperti dulu membuat Putra lega dan bahagia.
__ADS_1
semoga keluarganya bisa bertahan dalam ujian berumah tangga dan senantiasa selalu bahagia.