
hoek...hoek...hoek...
"mah..."
belum sempat melanjutkan pertanyaannya Putra melihat Luna yang sedang lemas di kamar mandi dengan posisi duduk,padahal disana sedikit basah bagai mana kalau nanti masuk angin.
tanpa pikir panjanh Putra membopong Luna membawanya kembali ke kamar mereka.
setelah sampai luna didudukan di kursi rias sedangkan Putra membuka lemari mencari daster untuk mengganti baju Luna yang basah.
Luna masih kelihatan lemas maka Putra yang mengganti pakaian Luna.
setelah selesa Luna dibaringkan dikasur sedangkan Putra akan bersih bersih dulu karena tadi belum sempat mandi dan ganti baju.
malam itu Putra memijit kepala luna dengan pelan dan hati hati.
"gimana mah,udah baikan?"tanya Putra dengan rasa khawatir.
"he eum..."jawab Luna masih terasa lemas dan Pusing dikepala rasanya seperti gejala saat pertama mengandung Bana.
mendapati pemikiran seperti itu Luna bangun dan langsung mencari hp nya untuk mengecek jadwal menstruasinya.
Putra yang melihat kelakuan sang istri penasaran dan langsung bertanya ada apa.
"Hp aku mana pah?"tanya Luna setelah mencari tap tidak ketemu.
"di atas meja rias mah,ada apa sih?"tanya Putra sambil berdiri dan berjalan menuju meja rias untk mengambilkan Hp Luna.
sambil menyerahkan Hp Putra kembali naik ke atas ranjang dan duduk di samping sang istri yang sedang melihat entah apa di Hpnya.
"pah,aku udah kelewatan!"ucap Luna dengan mimik muka serius.
mendapati kata kata Luna membuat Putra bingung pasalnya apa yang kelewatan?
"maksudnya?"tanya Putra dengan wajah bingung dan ngantuk pasalnya sekarang sudah tengah malam.
"jadwal mens"jawab Luna dengan menghela nafas pelan.
kalau pkiran Luna benar apa yang akan terjadi dengan Bana sedangkan dirinya saat ini sedang difase tidak percaya dengan diri sendiri.
"artinya kamu telat apa hamil?"tanya Putra dengan antusias.
kantuknya sekarang sudah hilang berganti dengan penasaran apa mereka akan diberi momongan lagi?
"gak tahu"jawab luna dengan lesu dan meletakan Hpnya.
Luna kembali berbaring dengan perasaan tak menentu apakah bahagia atau sedih rasanya malam ini ingin tidur dengan nyenyak.
melihat raut wajah istrinya membuat Putra menghela nafas dengan pelan gan menyeret selimut untuk istrinya.
Putra tau saat ini Luna sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"besok mumpung papa masih libur kita ke dokter ya?"tawar Putra kepada istrinya yang diketahui belum tidur.
"he um..."jawab Luna dengan deheman.
Putra pun masuk kedalam selimut istrinya dan memeluk dari belakang memberikan kekuatan.
tak tau apakah malam ini malam yang membahagiakan atau malah yang penuh kesedihan.
***
pagi datang menyapa dengan sedikit mendung padahal sekarang sudah pukul 8 pagi namun suasananya terasa gelap dan suram.
sesuai kata Putra tadi malam nanti siang mereka akan ke dokter kandungan untuk memastikan keadaan Luna.
Bana belum diberi tahu karena belum ada kepastian.
"Bana,nanti mama dan papa mau pergi kamu main dulu sama steven ya?"kata Putra sambil duduk di ruang keluarga dengan anaknya sedangkan Luna kembali masuk kekamar segelah menyiapkan sarapan dan beres beres rumah.
"jam berapa perginya?"tanya Bana dengan memandang siaran televisi.
"jam sebelasan kayanya"jawab Putra dengan bersender di kurai.
"iya pah"jawab Bana masih fokus ke depan layar.
mengingat buku hitam sang anak membuat perasaan Putra jad campur aduk.
dia bertanya apa yang sudah dilewatkan oleh nya hingga anaknya jadi terlihat dewasa diumurnya yang masih 5 tahun.
mendengar suara benda jatuh membuat kedua orang itu kaget dan langsung melangkah ke arah kamar utama.
ceklek....
setelah membuka pintu betapa kagetnya Putra mendapati kamarnya berantakan.
disana alat make up berserakan dilantai membuat dia menyuruh Bana untuk keluar bermain.
mendapati perintah ayahnya Bana pun menuruti karena diapun paham kalau saat ini sang ibu sedang tidak baik baik saja.
melihat kepergian sang anak Putra masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
Putra menghampiri Luna yang sedang menangis di kursi rias dengan menutup wajahnya.
"mah"panggil Putra mendekat ke arah sang istri lalu menuntunnya berdiri dan mendudukannya d ranjang.
"semua akan baik baik aja"hibur Putra dengan mendekap sang istri dengan sayang.
sedangkan Luna masih terisak dipelukan sang suami.
perasaanya menjadi lebih tenang setelah mendapat penghiburan dari Putra meski masih ada rasa yang mengganjal dhati.
"nanti jam sebelah kita berangkat kta pastikan ya?"tawar Putra yang diangguki oleh Luna.
__ADS_1
sesuai jadwal hari ini pasangan suami istri itu melakah ke ruangan dokter kandungan.
seteh melakukan pendaftaran dan mengantri kni giliran nama Luna yang dipanggil.
setelah masuk keruangan mereka dipersilahkan duduk ditempat yang sudah disediakan.
"selamat siang?"sapa dokter yang diketahui bernama dokter Gani.
"siang dok"jawab Putra dengan sedikit senyum sedangkan Luna hanya diam tanpa ekpresi.
"apa ada keluhan"tanya dokter Gani dengan senyum merekah.
"begini dokter saat ini istri saya sudah hampir satu bulan belum mentruasi,apa ada kemungkinan hamil?"tanya Putra dengan penasaran
"kapan terakhir mens?apa sebelumnya sudah pernah pakai texpack?"tanya dokter dengan penasaran.
"belum dok dan terakhir mens saya kurang tau"jawab Putra dengan sedikit malu .
"ini kehamilan uang keberapa?"tanya dokter Gani
sedangkan Luna masih diam tanpa berniat menjawab pertanyaaan dokter.
"kehamialn yang ke dua dok"jawab Putra dengan sedikit senyum sopan
"baik kita langsung di usg ya?ibunya kenapa kok dem aja?"tanya dokter pensaran pasalnya wanita itu diam saja seperti tertekan.
apa pernikahan mereka paksaan tau kehamilannya yang dipaksa?pikiran dokter muda itu sedikit liar.
"ah..maaf dok itu juga yang saya tanyakan terkait kondisi istri saya"jawab Putra dengan menggemgam jemari sang istri
"baiklah kita lakukan usg dulu,sus tolong antar ibu Luna ya"perintah dokter Gani ke suster yang sejak tadi berdiri di samping dokter muda itu.
setelah prosedur dilakukan terlihat dilayar monitor gambaran kehidupan baru.
"pak ini kantung rahimnya dan ini janinnya masih kecil saat ini sudah empat minggu kehamilan masih rentan harus jaga kesehatan kondisi juga harus di jaga jangan stres jangan banyak pikiran dan melakukan kerja berat"
nasihat dokter Gani membuat Luna reflek menoleh ke arah sang suami dan melihat Putra tersenyum membuat Luna juga tersenyum.
"nah sudah "kata dokter Gani dengan berjalan kembali ke kursi dan meresepkan obat dan vitamin untuk ibu hamil.
Luna dibantu suster dan Putra membenahi baju yang tadi di angkat sedikit.
setelah berdirimereka berjalan ke kursi yang tadi diduduki.
"baik pak bu ini resepnya nanti ambil difarmasi ya,dan masalah kondisi ibu Luna saat ini yang saya lihat bapak harus selalu memberi dukungan dan usahakan harus selalu bahagia ya pak!"kata kata dokter muda itu membuat Putra termotivasi untuk lebih mperhatikan istrinya.
"baik dok kalau gitu permisi dan terima kasih"pamit Putra pada dokter Gani.
"sama sama "jawab dokter dengan tersenyum khas andalannya.
setelah keluar dari rumah sakit saat ini Putra dan Luna sedang berkendara menuju kios buah ntuk persediaan dirumah untuk ibu hamil.
__ADS_1