Happy Family?¿

Happy Family?¿
Bana bahagia


__ADS_3

duduk di ruang keluarga bersama sama rasanya membuat hati Bana senang.


pasalnya sejak ayahnya pulang larut malam kegiatan kumpul seperti ini sudah jarang dilakukan.


tapi sekarang kegiatan berkumpul seperti ini akan di lakukan lagi.


Bana yang dari pagi sudah menghabiskan hampir satu loyang brownies saat melihat dimeja sudah tersedia makanan kesukaannya yang tak lain adalah brownies membuat perut Bana mual.


tapi demi menghormati sang ibu yang terlihat sudah baik baik saja membuat Bana mau tak mau memakannya apalagi brownies ini dibuat oleh ibunya sendiri pasti lebih enak.


"ini enak banget mah!"kata Bana menikmati potongan brownies kedalam mulutnya.


sedangkan Putra hanya meminum teh buatan istrinya.


"syukur kalau kamu suka"jawab Luna sambil mengusap rambut Bana.


mereka duduk disofa berwarna putih menghadap televisi.


Putra dan Luna duduk disisi kiri dan kanan sedangkan Bana duduk ditengah.


Bana senang karena saat bangun tidur sang ibu masih tersenyum.


"Bana"panggil Luna dengan pelan lalu tersenyum setelah Bana menoleh kepadanya.


"mama punya kejutan buat Bana"ucap Luna dengan expresi riang membuat Bana menerka nerka.


"apa mah?"tanya Bana penasaran


"kamu akan punya adik"ucap Luna dengan bahagia.


setelah drama semalam dan tadi siang akhirnya Luna bisa menerima kehamilannya.


mendengar pernyataan sang ibu Bana masih gamang apakah pendendengarannya salah atau mamanya yang sedang menjahilinya.


Bana menoleh ke arah sang ayah untuk memastikan apakah benar yang dikatakan sang ibu.

__ADS_1


"benar sayang,kamu akan punya adik"jawaban dari Putra membuat Bana senang.


"serius pah,mah"tanya Bana dengan antusias menunggu jawabannya keduannya.


Luna hanya menganggukan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan sang anak.


aku akan punya adik yey....


Steven pasti iri hehehe


harus kasih tahu nih ....


"aku amu ke rumah Steven dulu"ucap Bana langsung berdiri dan berlari kearah pintu keluar.


dia akan pamer pada Steven dan semua temannya kalau saat ini dia mau punya adik.


akh...senangnya...


***


mereka baru saja pulang dari kota.


"om,tante"panggil Bana dengan riangnya membuat kedua orang itu terheran.


tumben banget nih bocah riang gembira seperti ini.


"Bana"ucap maryam pada Bana.


"Steven ada tante?"tanya Bana pada maryam.


"ada,masuk aja Ban"ucap maryam dengan senyum tertahan.


"Bana tante"keluh Bana tak terima dengan panggilan maryam padahal sudah berkali kali dibilangin tapi tetap saja manggilnya pada begitu.


sedangkan maryam terkekeh dengan suaminya.

__ADS_1


interaksi seperti itu sudah biasa.


Bana masuk kedalam rumah lalu mencari Steven didalam kamar.


ceklek...


mendengar suara pintu dibuka Stevn menoleh keasal suara dan mendapati Bana yang sedang berdiri dengan senyum sejuta wattnya.


"wah...apa ini?"tanya Steven yang sedang duduk di kursi belajarnya.


Bana menutup pintu lalu berjalan kearah ranjang dan duduk.


"coba tebak?"ucap Bana masih dengan senyumnya yang mengembang bak adonan roti.


mendengar ucapan Bana membuat Steven heran ada apasih nih bocah.


"gak tau"jawab Steven dengan pandangan datar pada Bana.


dia gak mau menebak nebak gak mau kelihatan penasaran padahal Steven ingin tahu sekali apa yang membuat Bana sahabatnya bisa tersenyum seperti itu.


mendengar jawaban Steven membuat senyum Bana luntur diganti dengan mencebikan bibirnya.


dasar batu.


"seenggaknya jawab yang bener dong"ucap Bana sambil merebahkan badannya pada kasur.


"ya udah aku jawab,mama sama papa kamu udah baikan"jawab Steven dengen masih memperhatikan sang sahabat.


mendengar kata kata Steven membuat Bana tersenyum lagi lalu kembali duduk.


"salah satunya"jawab Bana masih cengengesan.


"apa sih?"akhirnya Steven gak tahan ingin tahu.


"aku mau punya adik"kata kata Bana membuat Steven kaget.

__ADS_1


"apa"


__ADS_2