
hah...
kenapa ada namanya
Putra mempersilahkan Luna untuk duduk dan juga Bana lalu memanggil pelayan untuk menhidangkan menu yang sudah diatur oleh Putra yaitu ayam woku dan chiken saus padang kesukaan istri dan anaknya.
setelah makanan habis Putra naik ke panggung yang memang sudah disiapkan mengambil bucket bunga.
tak lama terdengar alunan musik romantis sungguh Luna meleleh dibuatnya.
sedangkan Bana masih asik dengan desert yang diberikan.
Luma masih mencerna semua yang terlihat kini,
hingga tiba tiba Putra datang membawa bunga Baby's Breath dan aluan musik violin mengema.
"HAPPY ANNIVERSARY sayangku,istriku yang ajaib dan tiada duanya terimakasih sudah sudi mendampingi diriku yang jauh dari kata sempurna bahkan hingga kini masih belajar bagaimana caranya menjadi suami dan ayah yang bisa diandalkan oleh kalian."
"dan aku berharap kita selamanya tetap menjadi satu keluarga yang akan bergandengan tangan apapun yang terjadi" ucap Putra penuh dengan kata tulus hingga membuat Luna meneteskan air mata lalu memeluk sang suami dengan penuh kasih sayang.
"dan aku juga berharap sama kamu jika kamu melihat wanita lain lebih cantik dariku maka ingat saat aku sedang membuatkanmu makan malam jika kamu melihat tubuh wanita lain menarik maka ingat saat aku berjuang mengandung anakmu"
"hanya itu harapanku sayang"kata kata Luna membuat para staff pria yang ada disana merasa tertohok sedangkan Putra menjadi begitu semakin mencintai istrinya.
memang benar pria adalah mahkluk visual memandang suatu keindahan adalah berkah.
Bana yang menyaksikan kedua orang tuanya ikut merasa senang karena hari ini mereka begitu kelihatan akur.
Bana mendekat kearah mereka lalu iku memeluk ayah dan ibunya.
mereka mulai bersenang senang dengan gembira tapi di balik tembok terlihat pandangn mata dengan berkaca kaca.
__ADS_1
dia begitu terharu dengan perjuangan sahabat sekaligus mantan kekasihnya itu.
kamu sekarang benar benar bahagia mas hingga rasanya aku yang melihat pun juga senang.
flashback
setelah pertemuan pertama Putra dan mantan kekasihnya di kedai bakso Putra mencari tau dimana tempat kerja sang mantan.
lalu tanpa basa basi Putra menghampiri sang mantan tanpa diketahui oleh Luna.
"permisi,maaf bisa bicara sebentar?"tanya putra menghentikan pergerakan tangan lentik sang wanita yang akan membuka pintu mobil.
wanita itu menoleh dan kaget setelah melihat siapa yang ada didepanya.
hingga membuat pria yang ada didalam mobil keluar.
"ada apa ya mas?"tanya si pria merasa was was karena wanita yang sedang berdiri itu sangat lah cantik hingga siapa saja yang melihatnya akan jatuh cinta tak terkecuali lelaki yang kini berhadapan dengannya.
"oh ini maaf saya ingin bicara sebentar dengan bella,apa bisa gak lama kok cuma lima menit apa bisa?"tanya Putra tak ingin basa basi karena takut istrinya menunggu terlalu lama.
"gak apa apa kok"jawab Putra dengan tersenyum.
"oh ya kenalkan ini suami ku namanya Rendra"Bella memperkenalkan suaminya
pria yang tadi bertanya menghampiri Bella lalu memeluk pundaknya mungkin dia merasa terancam dengan senyum Putra.
menurut Luna senyum Putra itu seperti lampu led motor dimalam hari silaunya gak ketulungan.
"begini,saya dengar kamu pemilik caffe d'nosta apa benar?"tanya Putra dengan sungguh sungguhdia mendengar dari sahabatnya kalau Bella membuka kedai kopi di pusat kota atas bantuan suaminya.
mungkin pria ini suaminya.
__ADS_1
"iya mas,emangnya kenapa?"tanya balik Bella heran karena dia dan Putra sudah tidak berhubungan setelah putus dulu jadi bagai mana pria itu tau.
"8 hari lagi saya dan istri akan akan anniversary yang ke 6 jadi saya sedang mencari tempat untuk mengadakan pesta secara privet apa ditempatmu bisa?"tanya Putra dengan penuh harap karena Putra sudah mencari namun sebagian dari mereka tidak bisa dengan berbagai alasan.
awalnya Bella nampak berpikir namun sang suami memberikansentuhan lembut di pundaknya membuat dia menoleh kearah suaminya.
"terima aja sekalian promosi kalau tempat kita juga bisa buat acara"masukan Rendra kepada Bella.
"baiklah nanti kami akan bicarakan dengan pihak manajemen.untuk saat ini aku akan beri nomorku dulu nanti kalau bisa langsung aku hubungi,bagaimana mas?"tawar Bella karena dia tidak mungkin langsung menyetujuinya dia harus berdiskusi dulu dengan para staffnya.
"baiklah kalau begitu saya tunggu kabar baiknya,permisi dan terimakasih atas waktunya"pamit Putra buru buru menghapiri sang istri karena dia pamitnya pergi ketoilet.
sepeninggal Putra,Bella dan Renda memasuki mobinya.
"dia...mantan kamu kan?"tanya Renda berhati hati,dia tau betul betapa terpuruknya Bella saat bertemu dengannya.
Bella merasa bersalah telah meninggalkan Putra tanpa mendengar penjelasannya, sang sahabatlah yang memberi tahukanya perihal Putra yang dijebak dan ditipu oleh wanita itu.
saat akan mencoba kembali ke Putra dia melihat kalu sang mantan telah bersama dengan yang lain membuat Bella enggan untuk menghampiri takut kejadian masalalu terulang kembali.
"iya mas,tapi tenang aja aku udah benar benar melupakannya"jawab Bella memegang tangan kiri sang suami dengan mengelus mesra.
mendapat jawaban dari sang istri sedikit melegakan hatinya.Tuhan tau betapa dia berjuang untuk mendapatkan Bella.
"jadi bagaimana tawaran pesta Anniversary dari Putra?"
"tidak akan berpengaruh ke hatimukan apalagi dia juga sudah ...."
belum sempat Rwndra melanjutkan perkataannya Bella lebih dulu berucap.
"ily.."ucap Bella dengan memandang kearah suaminya.
__ADS_1
"aku akan menerima acara itu mas dan ingin memastikan apa Putra benar benar sudah bahagia agar aku bisa melepas belenggu rasa bersalah ini"
flasback off