
setelah permainan mereka selesai,putra pun bergegas untuk tidur karena besok dia akan berangkat pagi-pagi sekal.
sedangkan luna belum bisa memejamkan matanya.
luna masih merasa ada yang disembunyikan dari suaminya.
pagi datang menyambut hari dengan malu-malu.
"mah,papa berangkat dulu ya?dadah..."pamit putra pada istrinya yang sedang membuat sarapan .
luna heran,mau pergi kemana suaminya itu?padahal masih libur untuk mengajar.
"dada...!hati-hati dijalan pah!"jawab luna sambil memperhatikan kepergian suaminya.
dari arah belakang Bana berjalan menuju tempat makan sambil mengucek matanya lalu duduk.
"pagi mah!"sapa Bana sambil celingak clinguk mencari ayahnya.
"pagi sayang"jawab luna sambil mengabilkan nasi goreng kesukaan anaknya lalu meletakannya didepan sang anak.
"terima kasih mah"
"oh ya !papa kemana mah?biasanya pagi-pagi pasti udah berisik,kok tumben sepi?"tanya Bana sambil menyendokan nasi goreng dan memasukan kedalam mulutnya.
Luna yang ditanya pun langsung duduk dihadapan sang anak sambil menyendokan nasi gorenya.
"gak tau!tadi cuma pamit dan gak ngasih tau mau kemana!"jawab luna sabil mengunyah sarapannya.
"mah,papa kok 3 hari ini keliatan sibuk banget?padahalkan papa cuma guru biasa,apa jangan-jangan papa..."Bana memandang ibunya dengan mata melotot.
sedangkan luna yang mendapatkan pertanyaan anaknya terkejut,darimana anaknya mendapat pemikiran seperti itu dengan tampang polos dan menggemaskan.
"hahaha....!kamu ada-ada aja,gak mungkinlah papa begitu,soalnya papa cinta mati sama mama!"
jawab luna sambil membusungkan dadanya bangga,tapi melihat anaknya tetap berekpresi seperti itu jadi salah tingkah.
"bana,maksud mama,papa itu sayang sama kita jadi gak mung..."belum sempat luna menjelaskan sudah dipotong oleh anaknya.
__ADS_1
"maksud Bana apa jangan-jangan papa jadi ojol!"sanggah Bana sambil menyedokan nasi goreng terakhir dan memakannya.
gubrak!!!
"**ha..ha...haa!!".....
malu,meski itu anaknya tapi Luna tetap tenang sambil menghembuskan nafasnya perlahan.
"Bana kok bisa punya pemikiran seperti itu?"tanya luna penasaran karena bagi luna,Bana masih terlalu kecil.
sedangkan Bana ditanya seperti itu malah mengeryitkan keningnya sambil berpikir**
apa mamanya kudet
"**mah,ayahnya steven juga begitu!katanya buat tambah-tambah uang dapur"sambil mengabil airminum digelas dan menegaknya setelah selesai bana izin untuk masuk kamar karena mau mandi.
mendapat jawaban sang anak Luna hanya bisa terdiam sambil mencerna kata-kata Bana**.
hah
***
sudah hampir sore tapi sang suami juga belum pulang,membuat seorang wanita cantik khawatir
akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi sang suami.
tut
tut
tut
"halo"jawab orang disebrang telfon,namun luna terdiam setelah mendapat jawaban dari sang penerima telfon**.
siapa ini
luna masih terdiam masih mencerna siapa gerangan suara itu?
__ADS_1
pikiran liar langsung merasuki otak cantiknya.
"halo.."setelah sapaan kedua luna langsung mematikan telfonnya.sekarang dia sedang menahan emosi yang membucah.
suara siapa itu?
kenapa suara perempuan yang menjawab?
apa yang sedang dilakukan kamu pah?
apa kamu menghianati aku?
apa kamu sudah berpaling darikencatikanku?
apa kamu gak puas dengan goyanganku?
apa kamu gak puas dengan tubuhku?
Degh...degh...degh...
"kepana aku berpikir begitu?"dengan menghela nafas berkali-kali dengan perlahan agar emosinya reda.
"kalo pun putra menghianatinya aku gak rugi,karena aku adalah LUNAAAA....!"kaliamat terakhir dia kumandangkan dengan berteriak hingga Bana yang masuk rumah terkejut mendengar suara emas sang ibu.
"betul mah karena kamu adalah...?"
sang anak malah ikut ikutan memprovokasi sang ibu walau dia sendiri tidak tau apa yang di lakukannya.
"LUUNAAA..."
"siapa kamu...?"
"LUUNNAAA....."
apa sih yang mereka lakukan?
hingga membuat putra yang berdiri merasa dejavu dengan yel-yel dari istri dan anaknya.
__ADS_1