
setelah mendengar cerita bu Mawar, Luna yang awalnya berniat beli shampo pun tidak jadi karena dia berpura pura kalau suaminya menelfon untuk segera pulang. bagaimana pun aib seorang suami juga aib seorang istri.
sepanjang perjalanan pikiran Luna pun bergerilya ke mana mana, dia memikirkan kemungkinan siapa wanita yang di bonceng suaminya.
tak terasa kini hari sudah mulai sore matahari pun sudah mulai tenggelam namun suaminya tak kunjung pulang. kini ibu dan anak itu hanya berdua di ruang tengah.
"mah tadi Bana main ke tempat silla sama Steven di sana kita main rumah - rumahan terus tiba -tiba mamanya Silla teriak - teriak sampe Silla ketakutan, kasian yah mah? " cerita Bana sambil menggambar sesuatu di buku gambar.
"memangnya mamanya Silla teriak kenapa? " tanya Luna sambil memperhatikan gambar Bana.
"kata Silla mereka udah sering begitu katanya sih papanya Silla punya pacar baru"Luna yang mendengar perkataan Bana jadi kaget.
"maksud Bana papanya Silla selingkuh? " tanya Luna penasaran karena setau dirinya keluarga pak Arya sungguh suatu keluarga yang jadi idaman semua pasangan. bagai mana tidak keluarga Pak Arya terbilang masih muda namun sudah memiliki bisnis yang menjanjikan dan membuat mereka kaya.
"siapa yang selingkuh mah? " tanya Putra yang baru pulang namun sudah mendengar kata kata yang sensitif.
Luna yang mendengar pertanyaan suaminya pun langsung menoleh ke arahnya dan hanya memandang sekilas.
"Bana, seandainya papa yang punya pacar baru gimana? " tanya Luna sambil memandang ke arah anaknya.
sedangkan Bana yang diberi pertanyaan seperti itu langsung memandang ayah nya yang masih berdiri sambil memegang jaket dan kunci motor.
Putra yang mendengar pun juga kaget dengan perkataan istrinya, apa Luna menganggap kalau dirinya selingkuh begitu?
"mah, cuma kamu yang mau sama aku " kata Putra sambil menghampiri istrinya dan ikut duduk didekatnya lalu mengambil tangan istrinya untuk dicium.
"udah kan marahnya? gak kasian sama Bana? " tanya Putra sambil mengelus sayang kepala istrinya.
saat ini hari sudah malam jam pun menunjukan angka 7 lewat 26 menit.
Bana yang mendengar perkataan ayahnya pun memilih beranjak dari duduknya dan mengatakan kalau dia sudah mengantuk dan akan tidur lebih awal.
__ADS_1
Luna yang mendengar perkataan anaknya jadi ingat tentang cerita Silla yang katanya ketakutan saat orang tuanya bertengkar.
"baiklah tapi jangan lupa cuci kaki dan tangan lalu berdoa! " titah Luna tidak ingin dibantah tetang peraturan di rumah.
Bana pun hanya mengangguk lalu berjalan ke arah kamarnya.
setelah kepergian Bana, Putra pun kembali membujuk istrinya agar berhenti marah karena dia sudah kangen berat kepada istrinya meski baru dua hari mereka marahan tepatnya Luna yang marah.
"mah, mama gak kangen tidur sama papa"tanya Putra sambil mengelus jemari istrinya.
" pah, jawab yang jujur! tadi papa kemana? "tanya Luna tanpa penasaran meski hati kecilnya mengiyakan tapi pikirannya menolak cerita Bu Mawar tadi siang.
Putra yang mendengar pertanyaan istrinya pun menghela nafas, pasti dia menebak nebak yang tidak penting di dalam hatinya.
" aku tadi ketemu temen mah, mau buat acara gitu"jawab Putra sambil tersenyum berharap Luna luluh dengan pesonanya.
"temennya cewek apa cowok? aku kenal gak? terus dia mantan kamu bukan? " sinis Luna sambil menyilangkan tangan di dadanya.
Luna yang mendengar perkataan suaminya pun menghela nafas, satu sisi dia merasa senang karena suaminya jujur namun satu sisi lagi dia merasa kesal karena Putra kembali dekat dengan mantannya.
"pah, aku juga gak mau marah sama kamu tapi aku kecewa dengan sikap kamu yang membuat aku jadi curiga" jawab Luna sambil menyenderkan kepalanya di dada suaminya.
"maaf ya mah, bukan niat papa begitu tapi sungguh papa belum bisa menjelaskan kenapa sikap papa begini" jelas Putra sambil mengelus pundak Luna yang masih menyender di dadanya.
"dan maaf mama juga ya pah? mama masih bersikap kekanak-kanakan, semoga papa gak bosen dan berpaling dari mama! "pinta Luna sambil memainkan jarinya didada suaminya.
"gak sayang, papa gak akan bosen sama mama, buktinya mama jarang mandi jarang beres-beres rumah buktinya papa tetep sayang sama mama! karena bagi papa gak ada wanita seperti mama yang dengan pikiran ajaibnya"kekeh Putra sambil mencium kepala istrinya.
" pah tadi Bana cerita katanya tadi siang dia main ketempat Silla anaknya pak Arya sama Bu Meli"cerita Luna yang masih bersandar di dada suaminya.
"terus apa yang terjadi? "tanya Putra mencoba menanggapi cerita istrinya karena Putra tipikal orang yang tidak terlalu perduli dengan orang lain.
__ADS_1
"di sana Bana mendengar pertengkaran mereka dan membuat Silla jadi takut" lanjut Luna dengan mimik wajah sedih karena dia teringat dengan pertengkaran dirinya sendiri dimana Bana juga mendengar kan namun yang membuat Luna semakin bersalah adalah sikap Bana yang seolah biasa saja padahal umur Bana baru menginjak angka 5 tahun.
Putra yang awalnya biasa saja jadi kaget dan mencoba memahami maksud dari cerita istrinya.
"mah, mulai sekarang kita jangan bertengkar lagi ya? apa pun masalahnya di omongin baik baik jadi gak ada kejadian seperti temanya Bana" ucapan Putra setelah menangkap maksud dari cerita tadi.
"iya pah, maaf yah? " jawab Luna sambil memeluk suaminya karena dia pun juga kangen setelah dua hari dia marah.
"iya sayang, udah ah.. nanti papa pengen lagi! " ucap Putra sambil melepaskan pelukan istrinya karena dia sudah teransang hanya dengan istrinya.
"ya ayu kita main, mama udah kangen" jawab Luna sambil berdiri dan menarik lengan suaminya.
"boleh tapi ada makanan gak? papa laper nih dari siang belum makan" tanya Putra sambil mengelus perutnya yang dari tadi menahan Lapar namun dia tahan demi membujuk istrinya agar tidak marah lagi dan hasilnya tidak sia sia.
Luna yang mendengar perkataan suaminya pun kaget kok bisa tidak makan dari tadi siang.
"kok gak makan tadi siang?kan habis ketemuan? "heran Luna pada suaminya.
" gimana mau makan mah orang papa doyannya makanan seorang istri yang paling cantik dan baik hati ini yang bernama Aluna Dwiati"goda Putra sambil kembali memeluk istrinya.
Luna pun tersipu malu mendengar kata-kata manis suaminya.
saat mereka akan berciuman tiba - tiba dari arah depan terdengar suara pintu ketok.
mereka pun penasaran siapa yang bertamu Malam-malam begini.
"iya sebentar! " jawab Putra sambil melepas pelukan mereka dan berjalan kearah pintu dan membukanya.
"malam Pak Putra, sudah ditunggu sama yang lainnya di pos" ucap orang itu sambil tersenyum sedangkan Luna yang menyusul ke depan pun kaget dengan kedatangan orang itu.
Luna dan Putra pun saling pandang satu sama lain dan menghela nafas karena malam ini mereka harus menunda permainan yang akan mereka lakukan.
__ADS_1