
malam semakin larut namun Putra masih mengoreksi hasil kerja para muridnya.
padahal kan sudah selesai ujian tapi dia masih saja begadang untuk menyelesaikan tugasnya.
Luna sendiri sekarang sudah tidur dengan pulasnya tanpa peduli suaminya sudah selesai apa belum.
karena terganggu dengan suara handphone yang terus berbunyi membuat Luna terbangun sambil ngedumel.
"ya ampun nih HP bunyi mulu! gak tau apa orang lagi ngantuk".gerutu Luna sambil melihat jam dinding yang menunjukkan angka 11 lewat 39 menit.
di ambil lah HP yang berbunyi terus itu dan melihat ternyata HP milik suaminya.
namun Luna heran siapa yang messed call malam malam begini.
dibukanya kunci HP dan membaca siapa yang menelfon.
"ibu Waffa" gumam Luna membaca nama di kontak suaminya.
siapa bu Waffa, apa guru baru atau wali murid entalah Luna bingung lebih baik ia memberikan HP kepada suaminya siapa tau penting.
Luna pun beranjak dari tidurnya namun sebelum dia berdiri hpnya kembali berbunyi dan "ibu Waffa " yang memanggil.
akhirnya Luna pun mengangkatnya tapi sebelum ia bersuara ibu Waffa duluan yang berbicara.
"hallo assalamu'alaikum mas? " Degh..
Jantung Luna pun berdetak lebih kencang darah mengalir seperti air mengalir dan suhu tubuh yang meningkat drastis.
sedangkan bu Waffa pun heran kenapa mas Putra diam saja.
"hallo mas Putra kok diem aja? " tanya bu Waffa sekali lagi.
Luna yang sudah emosi tapi masih berpikiran jernih pun menjawab.
"maaf mas Putranya lagi tidur".tut tut...
Luna langsung mematikan hpnya dan berlari ke ruang tengah untuk menemui suaminya.
" papa...!!! "teriak Luna sambil berkacak pinggang dan mengatur deru nafasnya yang masih dilanda emosi.
sedangkan Putra yang dipanggil pun kaget karena tidak biasanya istrinya bangun malam malam.
" ada apa mah? "tanya Putra khawatir sambil berdiri menghampiri Luna dan mengajaknya duduk.
sebenarnya Putra sangat mengantuk dan merindukan sentuhan istrinya meski mereka bertemu setiap hari.
" ini apa pah? apa? kamu selingkuh ya dari aku pah? "tanya Luna sambil menunjukan HP suaminya.
sedangkan Putra melihat hpnya pun hanya menghela nafas dia kira ada masalah apa atau istrinya sedang mimpi buruk ternyata hanya masalah sepele.
__ADS_1
" gak mah, kan aku cinta mati sama kamu! "
cup...
Putra mencium kening istrinya yang masih menatapnya dengan tajam.
"jawab yang jujur pah? kamu selingkuh dengan bu Waffa kan?kalau iya aku mundur dan aku akan bawa Bana sama aku! "
ancam Luna pada Putra yang masih setia mengelus punggung Luna.
"gak mah, percaya sama papa"
"papa tuh cinta mati mah Sama kamu"
cup...
lagi Putra menjawab sambil mencium bibir Luna singkat.
"terus siapa bu Waffa dan kenapa dia manggil ke papa mas? " cerca Luna yang masih dilanda emosi meski sudah berkurang setelah mendengar kata cinta dari suaminya.
"dia guru baru mah, baru mengajar sekitar 3 hari dan kenapa dia manggil mas kerena dia teman lama papa dulu waktu masih kuliah, udah ya jangan Berprasangka buruk pada suami nanti jatohnya fitnah kan papa nambah dosa lagi! " jawab putra panjang lebar.
sedangkan Luna pun mulai reda emosinya setelah mendengar cerita siapa itu ibu Waffa, namun Luna masih heran dengan cara pertemanan sang suami karena dulu saat menikah tidak ada tamu undangan yang bernama Waffa, namun kini hadir seorang wanita yang disebut teman oleh suaminya.
"yakin pah dia teman kamu bukan mantan atau gebetan dulu? " tanya Luna sambil menatap mata suaminya.
"dan kenapa manggilnya mas bukan nama seperti Winda dan lia, mereka kan juga teman papa waktu masih kuliah? "
..."haduh... jiwa detektif nya kambuh" hufh... ...
batin Putra menyerah karena ia sudah terlalu capek dan ngantuk setelah seharian mengoreksi tugas anak anak didiknya meski hanya duduk.
"mah ibu Waffa bukan teman seperti Winda dan Lia tapi lebih ke arah gak kenal, maksudnya cuma sebatas teman biasa karena dulu kita pernah bantuin ibu Waffa dari percobaan pemerkosaan dan dari situ kita jadi deket maksudnya kami semua " jawab Putra menjelaskan awal mulai perkenalan dengan ibu Waffa.
dulu saat masih kuliah Putra memang sosok yang ramah dan humoris jadi siapa pun ingin dekat dengan nya, namun hanya beberapa orang yang benar benar dianggap sahabat baik bagi Putra.
Winda, lia, Agus, Dion dan Rangga lah yang jadi sahabatnya dikarenakan mereka kenal sejak sekolah menengah atas.
"terus kenapa dia manggilnya mas apa dari dulu manggilnya begitu? " tanya Luna lagi untuk memastikan sesuatu.
"iya mah, dari pertama kita kenal"jawab Putra sambil mencium tangan sangat istri.
" lalu hanya papa aja apa semuanya dipanggil mas maksudku Agus, Rangga dan Dion? "selidik Luna lagi masih dengan tatapan tajamnya.
" iya semuanya di panggil mas, kamu aja manggil mereka mas kan? "jawab Putra sambil bertanya ke Luna perihal sebutan mas ke ketiga sahabatnya padahal dulu Luna manggil mereka nama namun setelah menikah dia berubah memangil dengan sebutan mas.
" ya kan kalau aku menghormati kamu pah masa istri seorang Putra tidak punya sopan santun"
"lah kenapa jadi tanya ke aku yang papa sendiri udah tau jawabannya? " kesal Luna kerena Putra berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
Putra yang gagal mengalihkan fokus sang istri pun menghela nafas.
seharusnya Putra Tahu sifat dari istri nya kalau sudah membahas tentang pelakor pasti akan semangat, seperti dulu saat pak Rt di lingkungan nya kedapatan sedang selingkuh dibawah pohon jambu dikebun milik pak Bayu yang notabene suami dari bu Mawar yang julidnya Na'uzubillah.
setelah berfikir dan menimbang apa yang akan terjadi jika ia menceritakan yang sebenarnya apakah istrinya ini akan mengamuk atau menerima dengan lapang dada.
sekarang Putra sudah pasrah lahir dan batin jika nanti dia akan mendengar nyanyian sumbang karena Putra sudah lelah dan ingin mengistirahatkan badannya.
"sebenarnya dia dulu pernah nembak ke papa tapi karena saat itu papa sudah punya pacar akhirnya papa tolak" akhirnya Putra menceritakan kisahnya dengan ibu Waffa.
Putra yang menunggu tanggapan dari sang istri pun was-was karena Luna hanya diam.
"bukanya papa pernah selingkuh saat pacaran dengan mb Mhita, apa jangan jangan dia selingkuhannya? " tanya Luna ke Putra sambil mengingat kejadian dulu saat melihat keributan di depan kampus.
"iya, karena dulu dia nangis-nangis ke papa katanya papa sama seperti mereka yang memandang dari keperawanannya, katanya papa jijik dengannya padahal emang papa gak suka sama dia ".jawab Putra menjelaskan asal mulai dirinya dicap tukang selingkuh.
" bukanya dia gak jadi di perkosa ya kok bilang jijik karena udah gak perawan? "heran Luna dengar cerita dari suaminya.
Putra yang mendengar kata kata istri nya pun kaget karena ternyata dia begitu bodoh mempercayai ucapan ibu Waffa.
" sayang Terima kasih karena sudah menyadarkan aku" cup... cup...
cium mesra Putra ke Luna karena ia sangat senang setelah mengetahuinya.
Luna pun heran dengan suaminya yang berterima kasih kepadanya.
"apaan sih pah aku tuh masih marah ya! " heran Luna sambil menghalangi kepala Putra yang ingin menciumnya kembali.
"mah , selama ini aku tuh tertipu katanya dia udah gak perawan dan merasa jijik dengan keadaanya jadinya aku mau aja jadi pacarnya hingga kejadian didepan kampus terjadi., tapi kalau gak ada kejadian itu pasti aku gak akan ketemu kamu mah! " cup...
lagi lagi Putra mencium bibir Luna.
Luna pun mengingat kejadian itu saat di kampusnya dulu di mana ada sepasang wanita sedang bertengkar saling jambak memperebutkan laki laki yang hanya diam saja sambil duduk dan menonton bersama teman temannya.
"hahaha.... "
"gila sih kejadian itu aku malah ikut nonton sambil bersorak layaknya CHEERSLAEDER" ingat Luna sambil tertawa.
Putra pun merasa lega setelah melihat tawa Luna.
"iya di situ aku penasaran ke mama kok ada sih orang yang malah menyoraki perkelahian bukanya dilerai"jawab Putra sambil merangkul Luna dan menyandarkan kepalanya di bahu Luna.
" maaf ya pah aku berprasangka buruk sama kamu padahal aku tahu dulu kamu susah banget ngedapetin aku"kelakar Luna sambil terkekeh karena ingat masa lalu.
"iya gak apa apa mah malah aku seneng ternyata istriku ini sangat mencintai suaminya" jawab Putra sambil mencium pipi Luna.
"ya udah kita tidur ya ini sudah tengah malam besok papa kan harus ngajar" pinta Luna kepada suaminya untuk tidur.
"oke, tapi main dulu ya? "titah Putra pada Luna sambil menggendong ala putri kerajaan.
__ADS_1
Luna yang di perlakukan seperti itu pun merasa bahagia ternyata suaminya masih mencintainya sama seperti dulu dan tidak berkurang.
malam ini pasti akan jadi malam yang membahagiakan untuk mereka berdua.