Happy Family?¿

Happy Family?¿
peringatan


__ADS_3

hari ini semua pelajar dan pengajar disatukan di lapangan terbuka oleh kepala sekolah untuk memberikan pidato tentang kelulusan anak didik tingkat 6 yang akan naik ke tingkat 7.


setelah acara selesai mereka semua pun membubarkan diri kembali ke kelas masing masing untuk mengambil tas karena mulai hari ini semua kegiatan belajar mengajar akan libur akhir semester selama 2 minggu.


sedangkan Putra bersama pak Bagus seorang wakil kepala sekolah terlihat sedang berjalan bersama sambil mengobrol.


"aku dengar bu Waffa teman kuliah kamu dulu,apa benar pak Putra? " tanya pak Bagus sambil membuka pintu ruang guru dan duduk di sofa tempat para guru menerima tamu.


Putra pun ikut duduk dan menjawab pertanyaan pak Bagus.


"iya pak, saya kenalannya bu Waffa waktu masih kuliah! " jawab Putra sambil menunduk kerena Putra tahu pertanyaan Pak Bagus bukan karena dia tertarik dengan sosok bu Waffa melainkan sedang memberi peringatan kepadanya.


pak Bagus sendiri seorang wakil kepala sekolah meski usianya baru menginjak angka 39 tahun dan seorang pengusaha di bidang textile.


pak Bagus memiliki 1 konveksi yang di jalankan oleh istrinya.


"hem.. " pak Bagus hanya menjawab singkat itupun hanya gumaman.


"aku harap selamanya kenalan dan tidak ke jenjang pertemanan! " titah pak Bagus to the point kepada Putra.


"aku menasehati kamu bukan sebagai atasan tapi sebagai paman yang menyayangi keponakannya"lanjut Pak Bagus dengan menatap tajam ke arah Putra setelah itu dia pun terkekeh.


" sudah lupakan, bagaimana kabar istri dan anakmu? sudah lama tidak bertemu dengan mereka "tanya Pak Bagus santai sambil membuka bungkus permen yang di ambil dari saku kemeja batiknya.


" mereka baik paman"jawab Putra sambil mengangguk karena ditawari permen oleh pamannya dan menerimanya.


padahal baru seminggu yang lalu kita kesana bilangnya sudah lama haduh... batin Putra sambil membuka permennya.


tiba tiba pintu ruang guru terbuka dan masuklah para guru yang tadi mampir dulu ke kantin untuk membeli camilan.


"selamat siang Pak Bagus dan Pak Putra " sapa bu Waffa sambil mengagukkan kepalanya.


"siang bu Waffa" jawab Pak Bagus dan Putra bersamaan


"Bapak gak langsung pulang ke rumah Pak Bagus? " tanya Bu Waffa sambil duduk di samping Putra.


"oh saya sedang menunggu Pak kepsek, dan bu sendiri gak langsung pulang? " tanya Pak Bagus sambil menyilang kan kakinya.


"iya nanti mau pulang sambil nunggu jemputan" jawab bu Waffa sambil melirik Putra.


Putra sendiri hanya diam karena teringat tentang kebohongan Waffa yang hanya untuk mendekatinya.


selain kerana itu Putra juga sudah berjanji pada diri sendiri untuk menjaga hati dan pandangan serta pertemanan antar lawan jenis,Putra takut apa yang dialami oleh partner kerjanya dulu dimana ia terlalu dekat dengan teman lawan jenis akhirnya memicu keretakan rumah tangganya.


"kalau begitu saya pulang dulu Pak Bagus, istri saya sudah menunggu di rumah dan besok mungkin kami akan berkunjung ke rumah bapak" pamit Putra pada Pak Bagus dan berjabat tangan.


"mari bu Waffa " Putra pun menganggukkan kepala dan berjabat tangan dengan bu Waffa.


sesampainya diparkiran Putra pun langsung menaiki motor kesayangannya yang di cicil bersama istrinya.


sebelum menyamakan motornya terdengar suara memanggil namanya.


"mas Putra... mas Putra tunggu" cegah Bu Waffa sambil berlari ke arah Putra.

__ADS_1


"mas Putra bisa anterin Waffa gak? soalnya Rahmat gak bisa jemput! " pinta bu Waffa memelas seolah sudah tidak ada lagi kendaraan umum yang berlalu lalang.


"maaf Bu saya gak bisa dan tolong jangan panggil saya mas tapi panggil Pak kalau bisa" tolak Putra dan meminta untuk tidak memanggilnya mas karena Luna cemburu dan Putra tidak suka jika Luna sedih.


Waffa sendiri pun kaget karena Putra yang dulu dikenal sangat ramah dan baik hati tapi sekarang dia menolaknya tanpa sungkan dan bahkan melarangnya memanggil mas.


padahal dari dulu ia sudah memanggil dengan sebutan itu. pasti karena istrinya yang sudah merubah Putra, pikiran Waffa pun dipenuhi dengan kemaran kepada istri dari Putra.


"tapi mas,... " belum sempat bu Waffa melanjutkan kata katanya Putra sudah menyelanya.


"saya harap anda tahu batasan seorang wanita! " setelah mengucapkan kalimat yang menohok Putra pun langsung menyalakan motornya pergi tanpa pamit.


sedangkan bu Waffa masih diam ditempatnya sambil mengepalkan tangan.


didalam perjalanan HP Putra berdering dan Putra pun menepikan motornya di pinggir jalan untuk menyambungkan telfon.


setelah dilihat ternyata istrinya yang menelfon.


"hallo syang ada apa? " tanya Putra menayakan maksud dari istrinya yang tumben sekali menghubungi.


"hallo juga sayang, cuma mau bilang hati hati dijalan dan nanti saat pulang langsung mandi dan susul aku dan Bana di mini market" perintah sang istri yang seolah tau kalau dia tadi duduk berdampingan dengan seorang wanita, apa jangan jangan paman yang memberi tahu.


entahlah yang penting sekarang Putra harus bergegas pulang dan mematuhi perintah ibu negara.


setalah sampai Putra langsung bergegas mandi dan makan siang terlebih dahulu.


jangankan untuk berdandan untuk memakai sandal pun sampai keliru.


karena dari tadi hpnya terus berbunyi dari sang istri yang menyuruh nya bergegas.


"maksud kamu apa ya? " tanya Luna penasaran dengan maksud pertanyaan dari perempuan yang ada didepannya.


"kamu gak ngerti apa pura pura bodoh? gara gara kamu sekarang mas Putra jadi kasar dan malah melarang aku untuk memanggilnya mas, itu semua pasti pengaruh buruk dari kamu dasar wanita bar bar! " marah Bu Waffa sambil menunjuk nunjuk ke arah Luna.


"saya tegaskan ya SAYA ISTRI DARI PUTRA DAN DIA ANAK KAMI jadi gak ada hak buat anda untuk mengomentari apa pengaruh saya untuk suami saya sendiri, sedangkan anda yang hanya SEORANG KENALAN BERANI MELABRAK KE ISTRI SAH dimana harga diri seorang perempuan yang berpendidikan apalagi anda seorang guru yang dihormati? "dengan suara lantang Luna menyebutkan status siapa dirinya dan siapa bu Waffa di hadapan banyak orang yang sudah berkumpul sejak pertengkaran dimulai sambil mengabadikan lewat ponsel.


bu Waffa sendiri jadi salah tingkah setelah mendengar kata kata dari Luna yang menyebutkan kalau dia seorang guru yang sedang melabrak istri sah.


"hhhuuuu.... cantik cantik kok jadi pelakor apa gak mubah tuh wajah hanya jadi pajangan? "


"ya ampun aku aja yang standar begini jadi istri sah loh apa lagi kalau cantik wah di agungkan kali yah... hahaha"


"sayang banget pendidikan tinggi tapi attitudenya rendah"


itu sentilan sentilan dari para penonton yang hadir di lokasi.


"huh... kalau aku cantik kaya kamu, aku akan cari laki laki single dan mapan untuk dijadikan suami tapi sayang mukaku jelek jadinya hanya dapat laki laki seperti suami ku"setelah mengatakn itu Luna langsung menarik tangan anaknya untuk pulang.


" kita gak nunggu papa mah? "tanya Bana pada ibunya.


" gak sayang kita naik angkot aja ya?bana gak keberatan kan? "tanya Luna ke Bana.


sedangkan Putra masih terdiam di tempat setelah mendengar kata kata dari istrinya.

__ADS_1


" apakah kamu tidak mencintaiku sayang?"gumam Putra lalu mencari sosok istri dan anaknya malah matanya bersitatap dengan bu Waffa.


"Mas Putra! " bu Waffa pun langsung berlari ke arah Putra sedangkan Luna dan Bana yang mendengar ada yang memanggil nama suami dan ayahnya langsung menoleh ke Tempat dimana Putra berada.


Putra yang dipanggil Bu Waffa pun diam ditempat sambil memperhatikan tingkah laku bu Waffa.


"ini lho mas Putra bu ibu ganteng kan jadi gak mungkin kalau perempuan tadi gak mempengaruhinya, iya kan bu ibu? " puji bu Waffa kepada Putra sambil mengapit tangan kiri Putra.


dari jauh Luna dan Bana melihat adegan keduanya dengan pandangan tajam.


"wah beneran ganteng ya ternyata.. "


"lebih ganteng kamu dari suamiku... "


"kalau begini juga aku mau jadi yang kedua."


Putra heran bukanya tadi ibu ibu ini yang menghina wanita yang ada di sampingnya kenapa sekarang malah mendukungnya?


ternyata akhlak wanita jaman sekarang


sudah dikubur didalam perut mereka sendiri.


"bagaimana kalau wanita ini yang jadi pelakor di rumah tangga ibu ibu apa tanggapan anda semua? tanya Putra to the point


jleb...


pertanyaan Putra menusuk relung hati para wanita yang ada di hadapan nya


" coba pikirkan perasaan istri saya oh tidak bagaiman perasaan ibu kalau ada wanita terang terangan datang ke ibu lalu mengaku dia mau jadi ke 2 apa perasaan ibu? senang?sedih atau gembira?"tanya Putra sekali lagi.


sedangkan bu Waffa hanya diam membiau dan pegangan tangannya pun kini sudah terlepas.


"dan untuk bu Waffa saya peringatkan sekali lagi tolong jaga martabat anda sebagai wanita"


"saya harap anda tidak mengganggu rumah tangga saya lagi ah... dan coba pikirkan seandainya saya tergoda oleh anda lalu ada wanita lain yang juga menggoda saya dan saya tergoda juga bagaimana perasaan anda? pikirkan baik baik di otak berpendidikan anda! "


setelah puas menceramahi para bibit bibit pelakor Putra langsung mencari istri dan anaknya.


sedangkan Luna dan Bana kini sedang ada didalam mini market untuk mendinginkan suhu tubuh mereka yang tadi panas karena menonton adegan suami dan ayahnya menjadi ustadz dadakan.


drt... drt...


HP Luna pun berdering dan terlihat "my Hubby" tertulis.


"hallo sayang, kamu dimana? aku udah ada di depan mini market! "


tanya Putra sambil celingak celinguk mencari keluarganya.


"di hatimu!"jawab Luna sambil terkekeh sedangkan Bana juga ikut tertawa membuat mereka menjadi perhatian para pengunjung.


"ya Allah mah serius ?kamu dimana ?disini panas bang.... tunggu aku di sana ya? "


dengan tergesa-gesa Putra masuk ke mini market dan langsung menghampiri orang orang tercintanya.

__ADS_1


mereka saling memandang satu sama lain, tanpa perlu penjelasan mereka sudah tahu isi hati masing masing kecuali jalan pikiran istri tercintanya ini yang sekarang sedang memborong yogurt untuk persediaan selama 2 hari.


yang benar saja beli 4 Pak tapi untuk 2 hari lah tiap hari makan yogurt apa??


__ADS_2