Happy Family?¿

Happy Family?¿
Namanya juga...


__ADS_3

sebelum sang istri dan anaknya bana pergi keluar untuk membeli kerupuk., sang anak masih saja merengek untuk diperhatikan oleh ibunya.


setelah sarapan sudah jadi yaitu nasi goreng, sang istri pun mengajak bana untuk ke warung, mendengar kata "warung" bana langsung ceria.


"ma,cepet dong! bana udah gak sabar mau ke warung".


rengek bana tidak sabar.


" sabar sayang, mama ambil dompet dulu ya? ".


kata sang ibu sambil berlalu menuju kamar mengambil dompet.


sang anak sangat senang karna jarang -jarang sang ibu mengajak ke warung.


namun ditengah perjalanan mereka bertemu Steven dan sang ibu yang saling bergandengan tangan.


setelah jarak mereka sudak dekat ibu Steven pun ngomel untuk meluapkan emosi jiwa nya yang sedang kesal.


"ya ampun...!!! ibu bana, saya tuh kesel banget sama Steven, dibilangin kalo hari ini hari minggu gak percaya, malah nangis nih anak. "


keluh ibu Steven bernama maryam.


"pusing saya tuh juga emosi, punya anak kok kaya gini! "


sambung ibu maryam sambil tangan satunya memijat kening seolah olah pusing tujuh keliling.


sedang yang dicurhati cuma senyum senyum saja, namun saat ibu maryam bilang kalau hari ini hari minggu betapa terkejutnya ibu dan anak ini.


apalagi bana yang sudah menganga lebar namun didalam hatinya dia ketakutan, bagaimana tidak dia sudah merengek tanpa henti untuk ibunya menyiapkan keperluan nya untuk sekolah.


mati aku. suara didalam hati sang anak yang merasakan genggamannya semakin erat.


"bana, emang bener ya hari ini hari minggu? "


tanya Steven dengan polosnya.

__ADS_1


sedangkan bana yang ditanya hanya diam sambil memandang Steven dengan matanya menyipit, seolah mengatakan awas kau Steven.


----------


setelah kembali ke rumah,sang ibu yang dilanda emosi pun mulai mencari gara gara kepada suaminya.


"putra aditama...!! dimana kamu? "


panggil sang istri sambil berteriak.


sedangkan bana sudah menutup telinganya.


bagi bana suara seperti ini sudah biasa karena setiap hari pasti ada saja suara merdu nan indah yang akan dia dengar.


sang suami yang namanya dipanggil dengan nama lengkap sudah hafal kalau istrinya sedang emosi jiwa.


"waduh negara api menyerang lagi. "


"aku harus siapkan air nih. "


"aluna dwiati....!!! awas kamu ya!!! "


teriak sang putra sambil berlari lalu menyiram sang istri. byurrr....


"akkkhhhh.... !!! '


teriak sang istri


" dasar suami gak ada akhlak!! "


umpat Luna sambil mengelap wajahnya yang basah.


"ada apa sih teriak teriak? aku gak budeg tau!! "


kesal putra sambil berlalu menuju ke kamar mandi untuk meletakan gayung.

__ADS_1


"pa masa tadi ibu maryam bilang kalau hari ini hari minggu?? "


keluh Luna pada suaminya yang telah kembali menuju ruang makan untuk melanjutkan sarapan.


"emang hari minggu!! "


"kamunya aja yang telmi".


kata putra sambil membuka bungkus kerupuk yang dibeli sang istri.


" terus kenapa papa tadi buru buru dan kamu juga bana kamu nangis kaya gitu? "


tanya Luna kepada suami dan anaknya sambil berkacak pinggang.


"aku tadi kebelet, pengen buang".


jawab suami sambil makan nasi goreng.


" kalo bana tadi liat Steven mah"


melas bana dengan menundukan kepala.


sambil menghela nafas Luna pun duduk di samping sangat suami dan menyendokan nasi goreng nya ke piring untuk bana dan dirinya.


"kalian tuh ya bapak sama anak sama saja!!"


gerutu Luna yang didengar putra.


"namanya juga... keturunan.. "


jawab putra sambil mengancungkan jempol kepada anak laki lakinya.


sedang sangat anak juga mengancungkan jempol sambil tersenyum.


Luna hanya diam dan mendengus melihat kedua laki laki yang berbeda usia itu.

__ADS_1


__ADS_2