
hari sudah mulai petang,matahari sudah malu untuk menampakan sinarnya.berganti dengan bulan yang hanya separuh untuk menunjukan keindahannya.
pukul 7 lewat 5 menit bunyi suara motor menyadarkan sang istri dari lamunannya.
bergegas menuju pintu untuk membukanya,dilihatnya sang suami sedang memakirkan motor miliknya.
"betah banget diluar?"hardik Luna dengan tangan disilangkan didada.
sedangkan putra yang ditegur menghela nafas lalu tersenyum.
menghampiri istrinya,putra lalu mendekap Luna sambil menggiringnya untuk masuk kedalam
hari ini sungguh melelahkan untuknya bahkan putra melewatkan makan siang dan makan malam.
setelah masuk rumah dan tak lupa mengunci pintu Putra mengajak istrinya menuju tempat makan.
"masak apa mah?"tanya putra sambil membuka tudung saji di meja makan.
sedangkan Luna yang ditanya hanya diam sambil menelisik penampilan suaminya yang sudah berantakan.
"mah,papa lapar!bisa tidak tanya nanti saja?papa dari siang lho belum makan"keluh putra pada sang istri sambil memegang tangannya dan mendudukannya kekursi.
Luna pun melayani sang suami meski ada beribu tanya dibenaknya.
setelah menghabiskan makannya,putra masuk kedalam kamar untuk mandi dan berganti pakaian sedangkan luna membereskan piring kotor bekas sang suami makan.
pukul 20.48 menit pasangan yang saling mencintaipun masuk kedalam selimut bersiap untuk tidur.
luna yang masih marah pun enggan untuk bertanya lagi meski ingat kata-kata bu jannah tapi gengsi luna lebih mendominasi.
"mah,besok bangunin papah jam 8 ya?malam ini papa ngantuk banget"pinta sang suami sambil menguap lalu memejamkan matanya untuk menyelami alam mimpi.
Luna pun hanya menghela nafasnya kasar sambil terus mengucapkan kata-kata bu jannah tadi siang.
pagi telah datang matahari tanpa rasa kasihan mengeluarkan sinarnya yang paling terang.
pukul 8 lewat 50 menit putra belum juga bangun,luna sendiri malah sengaja membiarkan sang suami masih didalam alam mimpi.
hingga tiba tiba suara gebrakan pintu terbuka mengagetkan luna yang sedang mengepel lantai.
sedangkan bana asyik sendiri dengan kertas gambar dan pensil warnanya.
"ya ampun papa!bisa rusak itu pintu"omel luna melihat sekilas ke arah suaminya langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"tumben papa kesiangan mah?"tanya bana sambil menggambar.
__ADS_1
"gak tahu tuh papa kamu!" jawab luna asal.
setelah selesai mengepel kini luna menemani bana menggambar.
"mah kok nggak ngebangunin papa sih?"tanya putra menghampiri sang istri sambil membawa jaket dan kuci motor.
luna yang ditanya hanya diam saja sambil memperhatikan kegiatan anaknya.
"mah,aku pergi dulu ya?"pamit putra pada istrinya sambil mencium keningnya dan mencium kening anaknya.
setelah kepergian putra,luna pun ngedumel sendiri .
"papa kamu keterlaluan,masa kita gak diajak jalan?"keluh luna pada putranya
"iya yah mah,tumben banget papa pergi sendiri"jawab bana sambil berpikir seperti orang dewasa.
"tau tuh,sok sibuk banget,awas aja kalo macem-macem"ancam luna sambil mengepalkan tangannya.
hari sudah mulai petang namun sang suami belum juga pulang.
alih -alih marah luna justru merasa khawatir,ia takut hal -hal buruk terjadi kepada suaminya.
tepat pukul 5 sore putra sudah kembali ke rumahnya dengan membawa bakso kesukaan istri dan anaknya.
"tumben banget kompak nyambut papa pulang"sarkas putra sambil masuk kedalam rumah untuk meletakan jaket dan kunci motor ketempatnya.
"nih papa bawa bakso pak lek "menyerahkan satu kresek berisi bakso kepada istrinya untuk dituangkan kedalam mangkok.
stelah sang suami pergi ke kamarnya,luna dan bana menghelakan nafasnya dengan perlahan.
lalu berjalan ke tempat makan.
setelah menuangkan bakso ke mangkok masing-masing luna dan bana masih diam karena menunggu putra datang untuk makan bersama.
"mah,bana gak jadi marah karena udah dibawain bakso pak lek"kata bana sambil manggut-manggut.
"ck..dasar bocil"jawab luna sambil mengacak rambut bana
setelah menunggu 6 menit akhirnya putra datng lalu duduk disamping luna.
"makasih pah baksonya"kata bana sambil mengancungkan sendoknya.
"sama-sama sayang,mama gak ngucapin?"tanya putra pada istrinya sambil memegang tangan luna dan mengusapnya.
"makasih"jawab luna sambil cemberut.
__ADS_1
"sama-sama sayang"kata putra sambil tersenyum
sore itu dihabiskan dengan makan bakso kesukaan keluarga kecil itu.
hari sudah mulai malam,waktunya para penghuni bumi yang mengalami munculnya bulan untuk istirahat.
putra dan luna yang sekarang berada dikamarnya bersiap untuk tidur,namun putra mencegahnya karena dia kangen kepada istrinya itu.
"mah main sebentar yu?" ajak suaminya lembut sambil mengusap pinggung luna.
"lah tumben ajak-ajak mainya?biasanya solo!"sarkas luna sambil membelitka selimutnya lebih tinggi untuk menutup seluruh tubuh.
"hah..."putra bingung dengan pertanyaan luna,apa maksudnya itu kapan ia bermain solo padahal tiga hari yang lau dia masih bermain bersama.
"kapan aku solo mah?"tanya putra pensaran
"iya yah kapan?mungkin main bareng yang
lain?"sarkas luna sambil membalikan badan mengahadap suaminya dan menatap tajam.
putra semakin bingung dengan pertanyaaan istrinya,dia pun mencoba menerka-nerka
"kapan papa main sama yang lain,?jangan sembarangan mah!"marah putra balik menatap tajam istrinya.
"iya kan?sudah dua hari papa main sendiri gak ngajak aku atau bana!bahkan bana tadi siang merengek pengen jalan jalan setelah pulang tempat steven."cerosos luna sambil mencubit perut suaminya.
"ya ampun...hahahaha...."tawa putra mengema didalam kamarkarena menurutnya luna itu lucu pasti saat ini dia sedang berpikir macam-macam.
"kenapa malah ketawa?kesambet kaya nih!"
"tau ah,aku lagi marah"luna langsung membalikan badannya lagi.
putra pun langsung membalikan tubuh istrinya untuk menghadap kepadanya.
"mah,percayalah sama papa,cuma mama yang mau sama papa"rayu putra sambil tangannya bergerilya kemana-mana.
jujur saja ia sudah sangat rindu dengan tubuh istrinya karena dua hari belakangan sangat sibuk dan pulang kelelahan hingga sampai rumah langsung tidur.
"kalo gitu papa kemana aja sore baru pulang?"tanya luna tanpa tendeng aling aling
"hem...kasih tau gak ya?"canda putra pada istrinya.
dia rindu kebersamaan bersama istrinya apalagi kalau istrinya lagi kesal putra suka sekali menjahilinya
"percaya sama papa maka kamu akan bahagia"jawab putra langsung mencium bibir luna dia sudah gak tahan denga gairahnya
malam itupun kecurigaan luna terkisis sedikit atau bahkan hilang dengan permainan yang diberikan suaminya.
__ADS_1
entahlah untuk malam ini ia ingin menikmatinya.