
kejadian yang menguras hati sudah dilupakan oleh sepasang suami istri dan anaknya, karena menurutnya itu hanyalah bentuk ujian dalam rumah tangganya.
"sayang sudah pada siap belum? " tanya Luna didapur sedang menyiapkan sarapan.
"bentar lagi mah, papa lagi di km nih" jawab Putra sambil menahan mulas.
"iya mah, bentar! " saut Bana sambil berlari menuju ke tempat makan.
"papa mana mah? "tanya bana keheranan karena biasanya ayahnya itu pasti yang pertama sampai di ruang makan. perlu diketahui keluarga kecil mereka sangat suka dengan yang namanya kuliner.
" lagi kebelet katanya! "jawab Luna sambil tersenyum dan menyendokan nasi uduk serta lauk pauknya.
setelah menyajikan untuk anaknya dia juga menyajikan untuk suami dan dirinya.
" kita jadi mah ke tempat kakek Bagus? "tanya Bana sambil nyuap kan makanan ke dalam mulutnya.
" jadi dong, wong kakek Bagus kemarin yang nyuruh kita main ke sana"jawab Luna sambil tersenyum dan mengacak gemas rambut anaknya.
"lho mama gak makan? " tanya Bana lagi karena dari tadi hanya dirinya yang makan.
"entar nunggu papa" jawab Luna.
setelah itu Putra pun menyusul ke meja makan.
"mama nungguin papa ya? cie cie... manis banget sih! " goda Putra sambil menjembel kedua pipi istrinya dan duduk di kursi makan.
sedangkan istrinya hanya tersenyum sambil memeletkan lidahnya.
"iya dong! aku kan istri idaman " jawab Luna sambil tertawa.
sedangkan Putra dan Bana hanya geleng geleng kepala.
setelah selesai sarapan mereka langsung bersiap siap untuk pergi ke rumah kerabatnya.
didalam perjalanan mereka mampir dulu ke toko kue untuk buah tangan karena gak mungkin kan datang tanpa membawa apa apa.
di dalam toko kue tanpa sengaja Bana melihat seorang yang pernah dia temui dan memberi tahu kan kepada ibunya.
__ADS_1
sedangkan Luna hanya mengangguk apa yang di bilang Bana. karena bagi Luna selama orang itu tidak mengusik maka dia akan diam.
seseorang yang di lihat Bana pun menghampiri Putra yang sedang memilih kue apa yang akan diberikan.
"Hai Mas.. " sapa seseorang itu dengan menyentuh lengan Putra.
Putra yang kaget lengannya disentuh pun melihat siapa yang menyapanya.
sedangkan Luna masih diam sambil menatap Putra.
Putra yang di sapa pun awalnya hanya diam namun ia akhirnya dia membalas sapaan seseorang itu karena ia merasa di perhatikan oleh para pengunjung.
"Hai juga... " balas Putra dengan muka datar dan melirik ke arah istrinya yang membuang muka.
mampus aku. batin Putra was was melihat reaksi Luna.
sedangkan seseorang yang tadi menyapanya pun jadi salah tingkah karena dia kira Mas Putra hanya sendiri ternyata dia membawa ekornya.
"ehm... maaf mas, aku kira mas Putra sendiri jadi aku berani menyapa" kilah seseorang itu sambil tersenyum malu malu.
Luna yang mendengar kata kata dari seseorang itu pun mengumpat kesal, maksudnya kalau suaminya sendirian mereka akrab begitu?
semakin di pikirkan semakin hati Luna panas.
"maaf kalau begitu aku permisi, mari mba! " pamit seseorang itu sambil menganggukkan kepala dan langsung pergi.
setelah kepergian seseorang itu Putra langsung menghampiri istri dan anaknya hanya diam saja dari tadi.
"mah... " sapa Putra masih dengan perasaan cemas.
"jadi kue yang mana? " tanya Luna dengan mimik wajah yang tidak enak dipandang.
Putra yang mendengar pertanyaan Luna pun hanya menghela nafas lemah.
saat ini pasti istrinya ini sedang menahan amarahnya.
akhirnya Putra pun kembali mencari kue apa yang akan dibawa.
__ADS_1
setelah dapat kue apa yang akan mereka bawa Putra pun menghampiri istri dan anaknya.
"ayo mah, Bana, papa udah dapet kuenya" ajak Putra untuk keluar dari toko kue.
setelah sampai Putra dan Luna pun heran melihat kendaraan yang terpakir di halaman rumah paman nya.
"apa ada tamu ya? " tanya Putra pada Luna namun yang ditanya hanya diam.
karena tidak mendapat respon dari istri nya akhirnya Putra pun langsung menggandeng Bana untuk masuk, sedangkan Luna hanya mengikuti dari belakang.
melihat pintu rumah yang telah terbuka Putra pun melongok kedalam sambil mengetuk pintu.
didalam rumah tepat nya ruang tamu bi Nisa melihat ke arah Putra dan langsung berdiri menghampirinya.
"eh ada Putra dan Bana" seru bi Nisa setelah melihat Bana yang di gandeng Putra.
"lho mana Luna? " tanya bi Nisa celingak celinguk mencari istri dari Putra.
Putra yang ditanya pun kebingungan karena tadi Luna ada di belakang nya.
"wah jangan - jangan lewat belakang nih bocah! " tebak bi Nisa sambil berbalik ke arah belakang untuk menghampiri Luna.
dan benar saja tebakan bi Nisa kalau Luna lewat jalur belakang
"bocah gendeng, wong ada pintu di depan kok malah muter? kebiasaan kamu gak ilang-ilang!"omel Bi Nisa sambil menjewer telinga Luna yang sedang memakan singkong goreng sambil duduk di dapur.
Luna sendiri yang di omeli oleh bibinya hanya cengengesan dan langsung berdiri sambil salim ke bibinya.
" udah, ayo kedepan, paman mu udah nunggu dari kemaren"ajak Bi Nisa sambil menarik tangan Luna.
sesampainya di depan Luna dibuat kaget lagi karena disana dia melihat ada seseorang yang pernah bertemu.
-------------------------
kira kira siapa ya seseorang itu???
yuk tebak tebak gak berhadiah 😁😁😁😁
__ADS_1
jangan lupa like, coment dan vote🤭🤭
😜😜😜