Happy Family?¿

Happy Family?¿
apa boleh bahagia lagi


__ADS_3

sesampainya dirumah Bana mencium harum khas dari arah dapur.


hemz...


bau harum coklat dan bau khas roti memenuhi indra penciumannya.


"siapa yang lagi didapur pah?"tanya Bana penasaran.


namun Putra tidak menjawabnya malah menyuruhnya masuk saja kedapur.


setelah sampai dapur Bana dibuat terpana dengan pemandangan didepan bagaimana tidak saat ini Luna sedang membuat makanan kesukaannya.


betapa senang dan bahagianya saat ini.


"Bana sini"kata Luna memanggil sang anak agar mendekat.


mendapat panggilan sang ibu Bana melangkah dengan senyum ceria.


"mama apa kabar?"tanya Bana dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya.


mendengar pertanyaan sang anak membuat Luna terdiam.


apakah sikapnya tadi pagi membuat jarak diantara mereka?


padahal tadi pagiLuna takut menyakiti hati Bana dan dia masih merasa sedih dengan fakta yang dia ketahui.


bahwa Bana sedang baik baik saja.

__ADS_1


"Bana"panggil Putra menghampiri sang anak dengan perasaan khawatir kalau Luna akan menangis lagi namun ternyata salah Luna berjongkok mensejajarkan dengan tinggi badan sang anak.


"mama baik dan saat ini mama sedang bahagia"jawab Luna dengan pandangan penuh cinta dan kasih sayang.


"maksud mama?"tanya Bana penasaran namum dia hanya mendapati senyuman dari sang mama lalu dia mengalihkan pandangannya pada sang ayah tapi Bana juga mendapati senyum yang sama.


senyum yang terukir sama seperti senyum semalam sebelum dia tidur.


"Bana saat ini tidur siang dulu ya nanti saat bangun makanan kesuakaan Bana pasti sudah jadi"perintah Luna dengan mengusap rambut samg anak dengan sayang.


mendapat perintah seperti itu membuat Bana terkejut bagaimana bisa dia disuruh tidur sedangkan saat ini dia sedang bahagia.


Bana takut kalau tidur dia akan mendapati kenyataan yang berbeda saat bangun nanti.


"Bana gak mau tidur mah,Bana mau lihat proses buatnya"tolak Bana dengan menggelengkan kepalanya kencang.


ada apa dengan Bana?


"Bana sayang"panggik Putra lalu membopong dalam dekapannya.


aduh berat juga ni bocah...


"Bana dengerin papa ya?sekarang kita tidur dulu, biar papa kelonin Bana mah!"ucap Putra lalu berpamitan pada istrinya.


setelah sampai dikamar Bana.


Putra membaringkan Bana dwngan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"pah,Bana gak mau tidur!"keluh Bana pada ayahnya dia takut kalau bangun nanti dia tidak akan melihat ibunya didapur seperti tadi.


"sayang,kenapa gak mau tidur?"tanya Putra dengan terheran.


"nanti kalau bangun gak lihat senyum mama lagi seperti tadi!"jawab Bana membuat Putra merasa bersalah.


"sayang,dengerin papa!mama gak marah sama Bana apalagi gak sayang Bana,mama cuma sedang bimbang"jawab Putra dwngan pelan pelan agar Bana mengerti.


"bimbang kenapa pah?"tanya Bana dengan penasaran.


"biar nanti mama yang jawab ya?sekarang kita tidur siang dulu biar mama yang sibuk sendiri hahaha..."jawab Putra di akhiri dengan tawa memggelegar.


mendengar jawaban ayahnya Bana hanya manggut manggut dengan perasaan masih mengganjal.


***


setelah hampir satu jam makanan kesukaan Bana akhirnya jadi.


dengan perasaan lega bercampur senang Luna meletakan makanan kesukaan Bana di ruang keluarga lalu membuatkan teh hangat untuk teman makan.


jam sudah menunjukan pukul dua lebih empat pulih menit.


Luna berjalan menuju ke dalam kamar sang anak dengan perasaan senang apalagi setelah membuka pintu mendapati pemandangan yang indah antara suami dan anaknya sedang berpelukan.


ah...


apakah dia boleh bahagia lagi saat ini?

__ADS_1


__ADS_2