
pagi hari disambut dengan ceria hari ini kerena akhirnya hari ini keluarga kecil itu akan jalan jalan lagi setelah empat hari vakum.
seperti biasa keluarga Putra pasti akan berisik di pagi hari.
"pah buruan dong,jangan lama lama"pintu kamar mandi digedor dari luar oleh Bana padahal dia sudah memasang alarm jam lima subuh tapi apa sekarang dia bangun jam tujuh haduh...
"Bana sarapan dulu sayang"panggil Luna sedikit berteriak memanggil sang anak.
karena Bana telat untuk mengusai kamar mandi maka dia pun melangkah menuju meja makan untuk sarapn dulu.
"mah kita jadi jalan jalan kan ?"tanya Bana pada sang ibu untuk memastikan.
"jadi sayang malah tadi papa yang milihin baju buat dipakai kita"jawab Luna sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.
Bana terkejut mendengar penuturan sang ibukalu ayahnyalah yang memilihkan baju untuk merekadalm rangka apa?
"emang kita mau jalan jalan kemana mah?"tanya Bana lagi katena tumben sekali ayahnya bertingkah seperti itu.
"gak tau,mama sih yang penting bareng kalian"jawaban Luna malah membuat mata Bana berputar.
"selamat pagi kesayangan papa?"sapa Putra pada istri dan anaknya dan mencium kepala Bana sayang lalu duduk di dekat sang anak untuk memulai sarapan.
"pagi juga pah"jawab serempak ibu dan anak itu.
__ADS_1
"nah nanti mamah dandan yang cantik seadangkan Bana harus keren"perintah Putra pada istri dan anaknya.
"emang kita mau kemana pah?"tanya Bana penasaran tumben sekali papanya menyuruhnya untuk tampil keren padahal outfit kesayangan Bana adalah kolor biarpun dia masih kecil.
"ada deh rahasia!"jawab putra dengan mengerlingkan sebelah matanya.
melihat sang ayah malah membuat mata Bana memutar dua kali.
***
setelah sarapan keluarga kecil itu bersiap untuk pergi namun Putra pamit terlebih dahulu untuk menukar motornya.
gak mungkinkan bawa istri cantik pake dress malah naik motor yang ada nanti malah berubah jadi dasterPutra sih malah senang karena gampang dilepas.
setelah menunggu dua puluh menit akhirnya Putra sampai rumah dengan membawa mobil.
pakai motor pun gak apa apa padahal.
"nah ayo yang mulia ratu dihatiku dan pangeran di istanaku silahkan naik ke kereta mesin meski bukan limosine"putra membukakan pintu mobil untuk istinya lalu anaknya.
melihat perilaku sang suami membuat Luna heran dan tersipu.
"baiklah ayo berangkat.."
__ADS_1
×××
Luna dan Bana heran karena jalan yang mereka tempuh menuju ke dalam pusat kota.
meski jarang ke kota namun Luna hafal jalan yang mereka lalui karena dulu Luna pernah kuliah dikota x.
setelah menempuh perjalan hampir satu jam akhirnya mereka sampai di sebuah cafe di pinggir jalan dengan nuansa clasik namun tetap elegan.
"pah,gak salah nih?"tanya Luna pada suaminya sebwlim turun dari mobil.
Luna masih memindai tempat yang katanya dituju suaminya.
"gak sayang!ayo turun!"ajak Putra untuk turun
Putra membukakan pintu untuk istrinya lalu anaknya,mereka berjalan beriringan menuju pintu masuk.
putra mendorong pintu lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam bersama anak dan istrinya.
Luna dan Bana tercengang dengan dekorasi caffe tersebut karena menurut Luna dekorasinya mirip seperti acara lamaran.
"pah kita beneran kesini?gak salah tempat kan?apa kita kondangan?tapi tumben ngadain hajatan di caffe"tanya Luna bertubi sedangkan Putra hanya tersenyum karena memang itulah sifat Luna yang membuat Putra jatuh cinta.
"ayok..!"
__ADS_1
setelah sampai tempat duduk Luna dibuat terkejut lagi karena disana ada namanya
hah...