
Terdengar suara dari dalam kamar.
"Siapa?"
"Vika kak."
"Masuk aja Vik, gak di kunci."
"Iya kak."
Aku pun membuka pintunya. Lalu menutupnya kembali. Aku menghampiri Reza yang duduk di ranjangnya.
"Mau cerita kan?" tebaknya.
"Hehehe, iya kak. Boleh kan?"
"Ya boleh atuh Vik. Cerita apa?"
"Em.. Tapi kakak janji ya jangan marah ma Vika."
"Iya Vik, kakak gak bakal marah kok ma kamu. Apa ceritanya?" menatapku.
"Jadi gini kak, waktu itu aku ma Dio di taman. Refresing gitu. Trus Dio ngajak aku minum-minuman keras, tapi aku gak mau. Besoknya dia minta maaf soal kejadian itu. Ya aku maafin kan kak. Toh, gak ada salahnya aku maafin. Nah, tadi kan ayah ibu keluar bentar. Kakak tadi kan pergi ngerjain tugas kelompok di rumah kak Dicky. Dio ngajak aku ke kamar. Ya aku mau, aku gak pikir negatif kak. Waktu di kamar Dio mencoba memperkosa ku. Tapi gagal, karena aku tendang kakinya. Dia jatuh ke lantai kak. Trus aku lari. Untung aja ayah ibu di luar kak. Kalo gak, aku gak tau nasib ku kayak apa tadi. Tapi waktu ditanya ayah ibu kenapa kita lari-larian. Dio jawabnya kita pengen kayak dulu waktu kecil. Main kejar-kejaran. Jadinya ayah ma ibu gak tau soal ini kak."
"Ya ampunn.. Pantesan tadi Leo ngeluh kalo perasaannya ma kamu gak enak. Ternyata ini. Tapi kamu gak pa-pa kan Vik?" khawatir.
"Aku gak pa-pa kok kak."
"Syukurlah. Ya sudah, kamu jangan berteman lagi sama Dio. Aku takut kamu diperkosa dia. Dan aku mau kamu jauhi Dio Vik. Ini juga demi kebaikan kamu."
"Iya kakak. Kakak, maksudnya perasaan kak Leo tadi apa ya?"
"Leo tuh perasaannya gak enak dari tadi tentang kamu Vik. Dia ngerasa bakal ada sesuatu yang terjadi sama kamu Vik."
"Oh, kuat banget ya feeling kak Leo tentang aku."
"Iya Vik."
"Kak, gimana nih? Aku takut ngomong ma ayah ma ibu tentang ini."
"Dah, nanti biar aku yang ngomong sama ayah ma ibu. Kamu tenang aja. Nih udah malem. Kamu tidur aja Vik. Besok kan kamu sekolah."
"Iya kak Za. Aku tidur dulu."
"Iya Vik."
Aku pun pergi menuju kamarku. Tarik selimut trus tidur deh. Hehehe.
★REZA★
"Kurang ajar si Dio. Awas aja lo. Habis lo ma gue di. Lo kira adek gue apaan hah? Gue gak terima karena ini. Dan ntar, gue bakalan aduin kelakuan lo sama ayah dan ibu. Ortu harus tau masalah ini. Gue gak nyangka aja sama elo Di. Lo tega buat kayak gini." gumanku.
★
★
__ADS_1
★
★
★
KEESOKAN HARINYA
★REZA★
Aku lagi ngobrol sama ayah ma ibu di ruang tengah.
"Kamu mau ngomong apa Za? Kok kayaknya serius amat." tanya ayah.
"Iya tuh Za. Ibu jadi penasaran." tambah ibuku.
"Em.. Gini bu, semalem Vika cerita ke Reza kalau Dio udah berbuat kurang ajar ma dia."
"Kurang ajar gimana Za?" tanya ayah.
"Dio hampir memperkosa Vika yah, bu. Saat ayah ma ibu pergi kemarin. Untung saja ayah ma ibu cepat pulang. Kalo gak, Reza gak tau apa yang terjadi selanjutnya."
"Astaga.. Tega sekali Dio seperti itu. Ayah gak nyangka bu."
"Iya yah, ibu juga gak nyangka ma Dio. Dia telah mengecewakan kita. Ibu kira Dio anak yang baik. Gak bakal berbuat seperti itu sama Vika."
"Sama bu, ayah juga mikirnya gitu. Em.. Apa kita bawa aja Dio ke kantor polisi bu? Ayah takut Dio jadi nekat."
"Iya yah, ibu juga takut itu."
"Tapi Za, ayah ma ibu takut Dio nekat." ucap ayah.
"Reza tau yah. Tapi gak usah dulu kita bawa Dio ke polisi. Sebaiknya kita kasih peringatan aja buat Dio. Agar dia jauhi Vika. Lagian, di sekolah kan Reza bisa jagain Vika yah."
"Iya dah Za. Sekali lagi ada kasus Dio kurang ajar ma Vika. Ayah ma ibu bakal bawa Dio ke polisi."
"Iya bu."
★VIKA★
Setelah aku selesai mandi sore, aku pergi menuju ruang TV. Di sana ada ayah, ibu, dan kakak ku.
"Vika, sini kamu." suruh ayahku.
"Iya yah."
Aku pun duduk di sofa sebelah Reza.
"Ayah ma ibu udah tau tentang kamu dan Dio. Reza dah cerita ma ayah ibu barusan. Jadi kamu jangan deket-deket sama Dio lagi. Jauhi dia."
"Em.. Iya yah, aku jauhi Dio."
"Good." kata ayah.
"Kalau kamu diapa-apain Dio lagi. Kamu langsung bilang aja ke ayah, ibu, atau ke Reza." saran ibuku.
__ADS_1
"Iya bu."
★DIO★
Aku sudah sampai di depan rumah Vika. Aku turun dari motorku lalu mengetuk pintu rumahnya.
Tokk... Tokk... Tokk...
"Iya bentar." suara ayahnya Vika.
Terdengar suara seseorang menuju ke sini. Dan ternyata itu ayahnya Vika.
"Sore om." sapaku.
"Ngapain kamu ke sini hah? Pergi kamu dari rumah om. Tak sudi om jika kamu ada di sini." usirnya.
Aku bingung sekali.
"Om kenapa? Aku salah apa om?"
"Gak usah sok polos kamu Di. Om sudah tau apa yang kamu perbuat kemarin sama anak om. Om kecewa ma kamu. Om gak nyangka kamu bakal kayak gini. Dah, sana pergi."
Tiba-tiba saja ibunya Vika datang.
"Dio. Pergi kamu dari sini. Tante kecewa ma kamu. Tante gak mau lagi lihat kamu. Sekarang kamu pergi."
"Om dan tante kenapa sih? Aku gak ngerti."
Reza langsung datang.
"Gak usah berlagak gak tau lo Di. Semua dah tau apa yang lo perbuat kemarin. Vika dah cerita semuanya. Dan kita semua dah tau."
"Kamu hampir memperkosa anak tante. Dan itu yang buat tante kecewa. Dah, jangan pernah balik lagi ke rumah ini."
"Iya tuh, jauhi Vika, dan jangan pernah kembali lagi ke sini." Reza.
"Iya tuh, kamu sekarang pergi dari sini Di. Om muak lihat muka kamu."
"Bener tuh, pergi kamu Di."
"Dah, sono lo pergi dari rumah gue." Reza.
"Em.. Oke, aku pergi."
Aku pun pergi dari rumah Vika. Di perjalan pulang, aku ngedumel gak jelas banget.
"Kurang ajar lo Vik. Beraninya cerita ke orang tua lo ma kak Reza. Jadi, gue gak ada kesempatan lagi deh buat nikmatin tubuh lo." kesal banget.
★LEO★
Hari ini aku, dan Dicky sedang berada di rumah Reza. Kita menonton TV di ruang tengah.
"Za, Vika mana?"
"Ciee... Nyariin nih?" ledek Dicky.
__ADS_1