Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Rencana pergi mantai


__ADS_3

"Ya ampun. Jadi Dio ma Alex kayak gitu? Gak habis pikir aku ma mereka Vik. Tega banget mereka sama kamu."


"Iya kak, aku juga gak habis pikir sama mereka. Kenapa mereka tega gitu sama aku."


"Hem, soal Fredi, menurutku, dia cuma buat rencana biar kamu merasa balas budi ma dia. Dan akhirnya kamu jadi pacarnya. Nah, kalo kamu dah jadi pacarnya Fredi. Dia berhak atas kamu."


"Iya kali kak."


"Aku boleh minta foto Fredi Vik?"


"Boleh kak, tapi buat apa ya fotonya?"


"Aku mau cari informasi tentang dia."


"Oh, oke lah kak. Nih aku kirim lewat wa."


"Iya Vik."


Aku sudah mengirim foto Fredi.


"Sudah kak."


"Thanks Vik. By the way, saran aku, kamu jangan mikirin Fredi. Lupain aja dia. Daripada kamu sakit."


"Iya kak Yo, makasih. Makasih juga karena udah dengerin ceritaku kak."


"Iya Vik, sama-sama."


"Ya kak."


"Eh ya, dah malem nih. Kamu tidur gih, kan besok sekolah."


"Iya juga sih kak. Ya udah, aku tidur dulu kak."


"Iya Vik. Aku pulang ya?"


"Iya kak, hati-hati."


"Iya Vik."


Leo pun pulang kerumahnya. Dan aku pergi masuk kamar untuk tidur di sana.







BEBERAPA HARI KEMUDIAN


★VIKA★


"Guys, ke kantin yok." ajakku.


"Hem.. Ayok dah." Steva.


"Vi, lo ikut kagak ke kantin?"


"Gak deh Vik, lo ma Steva aja sana."


"Yakin nih lo gak ikut Vi? Ntar nyesel lo."


"Bener tuh, mending lo ikut kita aja." kataku.


"Gak dah, gue males. Dah sono kalian ke kantin."


"Iya dah." kataku.


Aku dan Steva pun pergi ke kantin. Di sana aku pesen makanan dan minuman. Begitu juga dengan Steva. Kita bingung hendak makan di mana.


"Vik, di mana nih?"


Aku melihat ada Leo, Reza ma Dicky di salah satu bangku kantin.


"Nah, kita gabung aja ma kakak gue. Noh, di sana mereka." tunjukku.


"Oke deh."


Kita membawa pesenan kita menuju tempat yang ku tuju tadi. Sesampainya di sana kita duduk dan menaruh pesenan di meja.


"Kak, numpang makan." kataku.

__ADS_1


"Oh, iya Vik." Reza.


Aku dan Steva pun makan. Tak kusadari, ternyata sedari tadi aku diperhatiin oleh Leo. Selesai aku makan, aku langsung minum.


"Huh, kenyang."


"Iya lah kenyang. Orang kamu habis makan Vik."


"Iya juga ya kak Yo. Hehe." senyumku.


Leo juga tersenyum kepadaku.


"Ekhem.. Ekhem.." Dicky.


"Kak Dicky kenapa?" tanya Steva.


"Gpp Stev, cuma gimana ya ngomongnya. Bingung."


"Kok bingung sih kak? Ngomong ya tinggal ngomong aja kali kak."


"Tuh, Steva aja tau Ky." Leo.


"Ya ya ya. Vik, noh Leo." melihatku.


"Kenapa sama kak Leo kak Ky?" tanyaku pada Dicky.


"Dari tadi merhatiin kamu mlulu. Ampe gak kedip tuh matanya."


"Hah?" kagetku.


"Hehehe, habis kamu cantik sih Vik. Jadinya aku perhatiin deh."


"Ah, pasti bohong. Jangan gombal deh kak Yo. Aku gak suka."


"Aku gak gombal kok Vik. Aku emang jujur. Dan itu faktanya."


"Iya dah iya, terserah kak Leo aja lah." pasrah.


"Ciee..." Steva.


"Ekhem.." ucap Reza dan Dicky kompak.


"Apaan sih, gaje deh." kataku.


"Gaje apa gaje?" ledek Steva.


"Hehe, bercanda Vika."


"Ya dah."


"Gimana tadi pelajarannya Vik?" tanya Reza.


"Ya, rumayan sulit sih kak. Tapi tenang. Ada Steva kok. Jadi aku bisa minta diajari deh."


"Oh. Baguslah kalo gitu. Makasih ya Stev, udah ajarin adek gue ini."


"Iya kak Za, masama."


"Vik, kamu kalo pelajarannya gak ngerti, minta tolong aja ke Leo. Leo pasti bisa kok bantuin kamu. Iya gak yo?" Dicky.


"Iya Ky, bener tuh kata Dicky Vik. Jadi, jangan sungkan-sungkan ma aku kalau butuh bantuan."


"Hm.. Makasih kak Yo. Oke deh, ntar kalau aku butuh bantuan, aku minta tolong kakak aja."


"Iya Vik, ntar pasti aku bantu kok."


"Iya kak."


Dicky melihat jam tangannya.


"Eh guys, 5 menit lagi bel masuk. Kita ke kelas yok."


"Ayo deh Ky." Reza.


"Vik, kamu ke kelas gih sama Steva." suruh Leo.


"Iya kak Yo. Stev, yok ke kelas."


"Ayo Vik."


"Kak Yo, aku kelas dulu."


"Iya Vik, aku juga ke kelas. Hati-hati."


"Iya kak."

__ADS_1


Kita semua pun pergi menuju kelasnya masing-masing. Kita mengikuti pelajaran dengan baik.


★LEO★


Saat ini aku sedang berada di ruang tamu bersama Vika. Kita duduk bersebelahan. Ya, aku sedang berada di rumah Vika. Kita berdua duduk di satu sofa panjang.


"Vik, aku mau kita punya nama panggilan sendiri."


"Em, boleh juga tuh kak. Namanya apa?"


"Em.. Gimana kalau adek ma kakak Vik?"


"Em.. Boleh juga kak."


"Kalo manggil aku harus sesuai sama nama panggilannya. Gimana?"


"Oke deh."


"Dah, mulai sekarang manggilnya sesuai yang tadi ya?"


"Iya kak Yo."


"Adek kalau ada apa-apa harus cerita ma kakak."


"Iya kak, kakak kalau ada apa-apa juga harus cerita ma adek."


"Siap adekku. Mulai sekarang kita terbuka ya? Gak ada yang disembunyi-sembunyiin atau dirahasiain."


"Oke kakakku sayang."


"Iya adekku sayang."


Tiba-tiba saja aku keingat pingin pergi ke pantai.


"Kak Yo, adek pingin ke pantai."


"Pantai?" tanya Leo.


"Iya kak."


"Ya udah, besok kita pergi ke pantai."


"Serius kak?" semangat banget.


"Iya dek, kakak serius. Kan kamu yang mau pergi ke pantai."


"Asyik... Makasi ya kak Yo. Kakak baik deh."


"Iya dek."


★LEO★


Aku sedang berada di dalam kamar Reza bersama Reza.


"Za, besok gue mo mantai ma adek."


"Adek? Sapa tuh?"


"Vika Za."


"Owalah. Jadi lo manggilnya sekarang adek?"


"Iya Za. Hehe."


"Oke dah Yo. Gue izinin lo mantai ma Vika berdua. Tapi lo harus jaga Vika baik-baik. Kalo ampe lecet. ****** lo ma gue."


"Iya-iya Za, gue bakal jagain Vika kok."


"Sip."


"By the way, besok kan kita sekolah. Lo ma Vika gak masuk sekolah gitu?


"Ya masuk Za, kan kita besok pulang sekolah mantainya."


"Oh, berarti lo mantainya gak lama tuh Yo. Paling di sana cuma 1 jam trus pulang."


"Iya Za. Yang penting adek puas bisa ke pantai. Ya, walaupun sebentar banget sih."


"Oke dah. Kalo ada apa-apa kabari gue langsung. Inget lo Yo."


"Siap boss. Eh iya, gue rasa, ada kemajuan ya antara gue dan Vika Za?"


"Iya Yo, lo ada kemajuan. Kalau menurut gue sih, Vika kayaknya makin suka deh sama elo. Buktinya aja, dia makin deket gitu sama elo."


"Iya juga Za. Malah bagus itu. Gue jadi seneng."

__ADS_1


"Iya Yo. Gue ikut seneng kalau lo seneng juga."


"Iya Za."


__ADS_2