Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Telat ke sekolah


__ADS_3

"Ya udah, sana kamu hormat bendera di lapangan selama 1 jam. Habis itu masuk kelas mengikuti pelajaran seperti biasa. Bentar, saya buatkan dulu izin kamu untuk mengikuti pelajaran."


"Iya pak."


Dodi membuat izin di kertas bahwa aku diizinkan mengikuti pelajaran di jam ke 2. Karena di jam ke 1 aku telat sehingga di hukum dulu.


"Nih, kamu bawa dan kasihkan ke guru yang mengajar kamu di kelas. Biar kamu bisa mengikuti pelajaran." memberi kertas izin.


"Iya pak, makasih." menerima kertas izin.


Aku pun pergi ke lapangan basket, disana aku menaruh tasku di bawah tiang bendera. Lalu aku pun hormat pada bendera.


★LEO★


Aku tengah berada di toilet. Habis buang air kecil. Aku pun kembali lagi ke kelasku. Tapi aku lewat lapangan basket. Karena aku ingin aja lewat sana. Toh, yang penting nyampe kelas juga. Walaupun lewat lapangan basket agak jauh sih. Tapi aku tetap lewat sana. Tak jauh dari lapangan basket. Aku melihat seorang cewek sedang hormat pada bendera di bawah tiang bendera. Aku melihatnya dari belakang. Karena posisi cewek itu membelakangiku.


"Masih ada saja cewek yang dihukum. Pasti deh tuh cewek terlambat. Kasihan juga sih lihatnya." kataku.


Aku pun berjalan ke kelas. Tapi baru 2 langkah aku berhenti.


"Eh, itu kok kayak adek aku ya? Is, gimana sih kamu Yo Yo." kataku.


Aku pun balik badan dan langsung menghampiri cewek itu.


★VIKA★


"Huh, kalo aja aku gak masuk tadi. Pasti aku gak bakal dihukum kek gini. Gara-gara kak Za nih aku jadi gini. Coba kalau tadi kakak gak nyuruh aku masuk pake anceman segala kalo gak masuk. Kan aku bisa nulis surat sakit atau izin. Biar gak dihukum gini. Dikira di hukum itu enak apa? Mana panas lagi." kesal banget.


Kenapa aku takut sama ancaman Reza? Karena kalau ortuku tau aku gak masuk sekolah dikarenakan bangun kesiangan. Aku pasti dihukum sama ortu. Dan kalian tahu hukumannya apa? Yang belum tau, nih aku kasih tau. Hukumannya aku gak bakal dikasih uang saku selama 1 bulan penuh. Nah, karena itu deh aku takut sama ancaman Reza. Gak dapet uang saku 1 bulan itu bahh, gak betah aku guys. Sehari aja kalau gak dapet uang saku dah bingung banget. Mau beli ini itu gak bisa. Apalagi 1 bulan. Bisa frustasi aku.


Tiba-tiba ada suara dari sebelahku. Suara seorang cowok.


"Ekhem..."


Aku pun menoleh ke arahnya. Dan ternyata, cowok itu Leo. Aku pun kaget.


"Em.. Kak Yo."


"Iya dek, kamu dihukum kenapa emang?" tanyanya.


"Gara-gara telat kakak."


"Ya ampun, kok bisa sih dek?" heran.


"Adek bangunnya kesiangan kakak. Soalnya keasyikan di mimpi sih. Hehe."


"Ya ampun, emang mimpi apa sih?" penasaran.


"Mimpi berduaan ma kakak di taman. Hehehe."


"Hem.. Pantesan.. Orang mimpiin kakak sih."


"Iya kak. Hehehe. Kakak masuk kelas gih."


"Gak mau. Kakak mau temeni adek di sini aja. Kan adek kakak kasihan kalau dihukum sendiri." ikutan hormat.

__ADS_1


"Kakak, jangan gini ah. Nanti dimarahi guru kalau kakak di sini. Kakak masuk kelas gih."


"Gak lah dek. Kakak mau temani adek di sini. Toh, waktu kakak sekarang lagi jamkos."


Guys guys, tau jamkos kagak? Yang belum tau nih aku kasih tau ya? Jamkos itu singkatan dari Jam Kosong. Alias gak pelajaran guys. Dah tau kan? Okelah.


"Lha, emang gurunya kemana kak? Kok bisa jamkos." heranku.


"Gurunya sakit dek. Jadi gak masuk hari ini. Akhirnya dikasih tugas, tapi dititipin tugasnya ke guru lain."


"Oh, emang kakak dah ngerjain tugas apa?"


"Udah dek. Tugasnya kan udah kakak kerjain dari kemarin sore. Jadi, kakak tinggal santai-santai aja sekarang."


"Wah, pantesan cepet. Ternyata dah dikerjain dari kemarin."


"Iya dek. Hehehe..."


"Iya dah kak."


Tiba-tiba bel ke dua berbunyi.


TET... TET... TET....


Aku pun menurunkan tanganku. Aku sudah gak hormat lagi.


"Huh, capek."


Leo melihatku.


"Sabar ya dek, apa perlu kakak beliin minum dikantin sekarang juga?"


"Oh, hukuman adek dah selesai?"


"Udah kakak. Makasih dah temenin adek."


"Iya dek sama-sama. Kalau gitu, kakak ke kelas ya dek?"


"Iya kakak."


Aku pun menggendong tasku lalu pergi menuju kelasku. Leo? Dia pergi ke kelasnya juga.


_______________


Bel istirahatpun berbunyi.


TETTT.... TETTT... TETTT...


Para guru mulai masuk ke ruang kantor. Sedangkan para siswa mulai sibuk dengan aktivitasnya. Seperti makan di kantin, bermain sepak bola di lapangan, mengobrol bersama, atau pun kemanapun yang mereka suka untuk menghilangkan penat yang ada.


_______________


★VIKA★


Aku membereskan buku di mejaku. Lalu menaruhnya di laci meja.

__ADS_1


"Vik, kok lo bisa telat sih?" heran Steva.


"Eh, iya tuh Vik. Kenapa lo bisa telat?"


"Bangun kesiangan gue guys."


"Hahaha, makanya jangan tidur malem-malem. Kan jadi kesiangan." ceplos Vio.


"Iya tuh, bener kata Vio."


"Yee, gue mah gak tidur malem-malem tau. Cuma gak mau aja bangkit dari alam mimpi gue."


"Haha, emang mimpi lo apa sih?" heran Steva.


"Kepo banget sih lo Stev."


"Hehehe."


"Ah, pasti ngimpi sama kak Leo lah tuh." sindir Vio.


"Noh, Vio aja tau. Masa lo gak tau sih Stev."


"Hehe, emang gak tau gue Vik."


"Ya lah ya lah."


"Ya udah, yuk guys ke kantin." ajak Vio.


"Ayok dah." Steva.


"Kebetulan tuh kalo gitu. Gue laper belum sarapan. Ayo dah." kataku.


"Ok." kompak.


Kita semua pun pergi ke kantin sekolah.


★LEO★


Kita bertiga selesai makan siang di kantin.


"Eh Za, tadi gue lihat adek dihukum hormat bendera di lapangan." heranku.


"Owalah, jadi tadi Vika masuk sekolah Yo?"


"Iya Za, tadi Vika masuk sekolah."


"Tadi tuh Vika bangunnya kesiangan Yo. Gue dah selesai makan dianya gak pergi-pergi ke dapur buat sarapan. Ya udah, gue cek ke kamarnya. Eh taunya dia masih molor, ya udah gue bangunin dia. Trus gue ancem kalu gak masuk sekolah gue bakal ngadu ke ortu. Akhirnya dia mandi deh. Gue berangkat duluan, karna gue gak mau telat."


"Owalah, kayak gitu toh. Ya ya ya ya." kataku.


"By the way Za, kok Vika takut ma ancaman lo sih?" heran Dicky.


"Ya iyalah takut Ky. Kalau gue ngadu ke ortu. Secara otomatis ortu bakal hukum Vika. Nah, lo tau kagak hukumannya apa?"


"Ya kagak lah Za, orang lo belum bilang hukumannya apa." kataku.

__ADS_1


"Iya tuh Za."


"Hehehe, hukumannya, Vika gak dikasih uang saku selama 1 bulan. Makanya deh Vika takut sama ancaman gue."


__ADS_2