
"Ya udah kalo gak mau." aku memakan coklat.
"Hahaha. Reza Reza, by the way, lo ngapain sih Za? Main hp mlulu." tanya Leo.
"Gue main ML yo. Buat ngilangin rasa bosen aja sih."
"Oh, trus kenapa lo berhenti Za?"
"Capek gue Yo."
"Oh, kirain, lo gak capek."
"Ya capek lah Yo. Orang udah daritadi gue mainnya. Ini juga gue baru istirahat dari main gamenya."
"Kalo capek istirahat kak Za, jangan main mlulu. Kan gak baik buat kesehatan."
"Iya tuh Za, bener kata adek." setuju Leo padaku.
"Iya-iya Vik, Yo. Perasaan gue tadi ngomong kayak gitu deh Vik."
"Hehehe..." senyumku.
"Dasar Vika. By the way, thanks perhatiannya ke gue Yo, Vik."
"Iya, masama." kataku dan Leo kompak.
"By the way, Vik, kamu cuma pingin ketemu Leo aja?"
"Iya kak Za."
"Kok bisa sih?" tanya Reza kepo.
"Ya mana aku tau kak, tiba-tiba aja pingin ketemu kak Leo."
Coklat yang aku makan udah habis. Aku juga udah buang bungkus coklatnya di tempat sampah. Lalu aku duduk kembali di sofa. Seperti posisi semula.
"Hem.. Kamu kangen ya ma Leo? Hayoo, ngakuu Vik."
"Nah ho, bener tuh kata Reza. Adek kangen ya ma kakak? Ngakuuu..."
"Waduh, kok jadi bahas kangen gini sih?" heranku.
"Ya emang bener kan kamu kangen ma Leo." kata Reza.
"Gak tau ah, dan aku gak mau tau. Titik."
"Hahaha...." tawa Reza dan Leo.
"Kangen tapi gak mau ngaku tuh Yo." sindir alus.
"Iya Za, lo bener banget. Dah lah dek, kalo kangen kakak ngaku aja lah. Gpp kok."
"Ya ya ya ya, adek kangen kakak. Dah puas kan kak Yo?"
"Ciee... Ekhem.." Reza.
Leo tersenyum padaku. Lalu menarik ku ke dalam pelukannya. Aku pun mau aja.
"Duh, romantis bener. Jadi pingin deh."
"Makanya cari pacar." kompak.
__ADS_1
"Et dah, dah romantis, kompak pula."
"Emang." kataku.
"Ya ya ya ya."
"Kak Yo." panggilku.
"Iya dek, apa?" tanyanya sambil mengelus rambutku.
"Gpp sih, cuma manggil aja."
"Aneh kamu dek."
"Emang kak, entah kenapa adek jadi aneh kayak gini."
"Itu namanya kamu lagi kasmaran sama Leo Vikaa.."
"Ah, masa sih kak Za?" gak percaya.
"Iya Vika. Perasaan kamu itu aneh banget. Tiba-tiba pingin ketemu, yang cuma manggil lah. Itu namanya kasmaran." jelas Reza.
"Ohh.." ucapku singkat.
"Iya dek, biarpun kita udah pacaran. Tapi adek jangan lupa untuk tetep fokus ke sekolahnya. Jangan ampe hubungan kita ini malah membuat kita jadi gak fokus sekolah dek."
"Iya kak Yo. Tapi, kalau perasaan adek aneh-aneh kayak gini lagi gimana?" tanyaku sambil menatap mata Leo.
Leo melihatku.
"Gpp dek, itu wajar aja kok. Itu namanya adek kangen sama kakak dek."
"Iya adek ku yang cantik."
Aku langsung memeluk Leo. Menenggelamkan kepalaku di dadanya Leo.
★
★
★
★
★
SUATU HARI
_______________
Matahari tlah muncul diufuk timur. Sinar sang surya mulai menyinari seluruh permukaan di bumi ini. Suara burung mulai berkicauan di langit. Burung-burung pun juga sudah ada yang berterbangan ke sana ke mari. Ayam pun telah berkokok beberapa kali sedari tadi. Para penduduk bumi memulai aktivitasnya saat ini. Itulah pertanda bahwa hari ini itu sudah masuk waktu pagi.
_______________
★VIKA★
Aku masih tertidur dengan lelapnya di ranjangku yang sangat empuk ini. Terbang ke alam mimpi. Yah, sekarang aku masih berada di alam tersebut. Dimana semua mimpi ku sangat indah sekali. Memeluk guling dengan posisi tidur miring ke kanan.
★REZA★
Sekarang aku sudah selesai sarapan. Aku mengelap bibirku dengan tisu. Posisiku sekarang lagi duduk di kursi meja makan. Aku pun berdiri membuang tisu tersebut ke tempat sampah yang tak jauh dari tempat aku berdiri.
__ADS_1
"Em, Vika kok belum sarapan ya? Apa aku samperin aja?" mikir sebentar.
Akhirnya aku pun memutuskan sesuatu.
"Aku samperin aja deh." berjalan menuju kamar Vika.
Sesampainya di depan pintu kamar Vika. Aku pun langsung masuk aja, aku membuka pintu kamarnya.
CEKLEKK...
"Gak dikunci rupanya. Langsung masuk aja lah." gumanku.
Aku kaget setengah mati. Gimana gak kaget? Vika masih tidur jam segini.
"Et dah, dasar bocah." gerutuku.
Aku berjalan menuju ranjang. Lalu teriak di telinga Vika.
"VIKAA, BANGUNN, DAH SIANG NIH. MAU TELAT SEKOLAH HAH?"
Aku pun berdiri lagi, kembali ke posisi semula. Terlihat jelas sekali dia kaget. Dia langsung bangun sembari mengucek matanya.
"Apaan sih kak? Masih pagi juga dah ganggu orang tidur aja." kesal.
"Heh, pagi dari mana hah? Ini udah mau siang. Jam udah nunjukin pukul 06.45. Mau apa kamu telat pergi sekolah Vik?"
"Waduuhh, bisa telat dong aku kak."
"Iya lah. Dah, aku berangkat dulu Vik. Nanti kamu naik motor Beat yang satunya aja. Aku gak mau telat kayak kamu."
"Ah ellah kak, temeni aku lah. Biar kita telat bareng-bareng. Mau ya kak? Masa sih kakak tega banget ninggalin adeknya. Lagian kan, ntar kalau telat kita itu bareng-bareng kak." sambil mengeluarkan senyum andalannya.
Senyum yang paling disukai semua cowok. Karena saat Vika senyum itu, dia terlihat begitu cantik. Hingga para cowok pun bisa tergoda karena kecantikannya. Sehingga para cowok mau menuruti apa yang diinginkan Vika. Tapi tidak denganku saat ini juga.
"Ogah. Kalo kamu gak masuk sekolah hari ini, aku aduin kamu ke ayah ma ibu. Biar kamu dapet hukuman dari mereka."
"Ah ellah, gitu amat sih kak. Iya-iya aku masuk sekolah biarpun telat."
"Ya, cepetan sana mandi. Gak nutut ntar waktunya."
"Iya kak." berjalan menuju kamar mandi.
Aku pergi ke ruang tengah untuk ambil tas ku lalu aku pergi ke sekolah sendiri naik motor.
★STEVA★
"Vi, Vika mana ya? Kok belum dateng tuh anak."
"Mana gue tau Stev (angkat bahu). Mungkin gak masuk kali tuh anak." dugaannya.
"Iya mungkin. Toh, ini udah jam 06.58. 2 menit lagi bel sekolah berbunyi. Paling juga gak masuk tuh anak."
"Iya kali."
★VIKA★
Selesai aku mandi sama dandan, aku langsung ambil tas yang ada di meja belajar. Saat aku naik di motor, aku lihat jam tanganku. Sudah jam 07.00 pas. Seketika aku tancap gas lalu aku pergi kesekolah naik motor Beat. Sesampainya di sekolah, aku parkir motor lalu masuk ruang guru. Di sana ada pak Dodi selaku guru piket. Aku menghampiri nya yang sedang duduk mengerjakan tugas di laptop.
"Maaf pak, saya telat."
Dodi melihat ku.
__ADS_1