
Aku menatap Vika. Dia melihatku.
"Hm.. Tapi kakak jangan marah kalau aku cerita."
"Iya Vika, aku gak marah kok. Dah, kamu cerita aja."
"Tadi aku lihat kak Leo di lorong ngobrol ma cewek. Ceweknya ngasih buku ke kak Leo. Trus mereka pergi."
"Hm.. Trus kamu nangis Vik?" tanyaku.
"Iya kak, entah kenapa aku tiba-tiba nangis kak. Sakit kak lihat kak Leo sama cewek lain."
"Owalah, ya ya ya ya, kamu cemburu ma Leo?"
"Enggak tuh kak."
"Tuh buktinya kamu ampe nangis gitu. Dah, ikut aku ke rumah Leo yok. Ntar aku suruh dia jelasin semuanya ke kamu."
"Gak ah kak. Gak mau."
"Ayo lah Vik, sekalian nih aku juga mau ngerjain tugas kelompok di sana."
"Tapi..."
"Dah, ayo ikut."
Aku pun menggandeng tangan Vika. Kita berdua naik motor menuju rumah Leo. Aku yang bonceng Vika.
★LEO★
Aku dan Dicky tengah berada di ruang tamu. Kita duduk sembari menunggu Reza.
"Reza mana sih? Lama amat."
"Sabar lah Ky. Bentar lagi juga dateng kok."
"Iyalah Yo."
Reza pun datang bersama Vika. Reza menaruh motornya di teras depan. Lalu mereka berdua masuk ke rumahku.
"Masuk Za, Dek."
"Iya Yo."
"Iya kak."
Reza ma Vika pun duduk di sofa. Aku melihat adek.
"Hm.. Sepertinya adekku habis nangis deh." batinku.
"Dah, yuk kita kerjain tugas bareng." Dicky.
"Ayuk dah Ky."
"Dek, kamu nonton TV aja di ruang tengah. Dari pada di sini. Ntar kamu bosen lagi."
"Iya dah kak Yo." berdiri.
"Kalau mau ngemil ambil aja jajan di meja dekat TV dek. Trus kalau haus ambil aja air di dapur."
"Iya kak. Makasih."
Ku lihat adek ku masuk ke ruang tengah. Kita bertiga pun mengerjakan tugas kelompok. Sekitar 30 menit kemudian, tugas kelompok kita selesai juga.
"Huh, akhirnya selesai juga." kataku.
"Iya Yo. Capek juga nih ngerjain PR."
"Emang Ky." kataku.
__ADS_1
"Eh Yo, lo jelasin gih ke Vika."
Aku kaget Reza bilang begitu.
"Jelasin apa Za?"
"Vika cemburu ma lo. Saat si Silla balikin buku paket lo, Vika lihat itu. Nah, dia nangis tadi gara-gara itu."
"Ya ampun.. Pantesan matanya bengkak gitu Za. Ya udah, gue jelasin dulu. Takut salah paham tuh adek gue."
"Iya Yo, sono jelasin." Reza.
Aku pun langsung pergi menghampiri adek di ruang tengah.
★REZA★
"Za, tanda-tanda tuh."
"Iya Ky. Yaa, semoga aja deh Vika cinta ma Leo."
"Iya Za. Biar gue dapet PJ dari Leo. Hahaha..."
"Iya juga ya? Gue juga dapet PJ dari Leo. Hahaha..."
"Kita bantu doa aja Za."
"Iya Ky, lo bener banget."
★VIKA★
Aku pun menonton TV sambil ngemil jajan oreo. Aku memeluk bantal sofa. Sekitar 30 menit kemudian, ku lihat Leo datang ke sini. Dia langsung duduk di sebelahku. Leo melihat ku, aku juga melihatnya.
"Adek, maafin kakak ya? Kakak dah buat adek nangis tadi. Tadi itu di lorong, cewek yang adek lihat. Itu namanya Silla. Dia temen kakak, tapi beda kelas. Nah, waktu pelajarannya, dia lupa gak bawa buku paket. Akhirnya dia minjam ke kakak. Ya kakak kasihkan dek. Soalnya kasihan juga. Trus waktu adek lihat di lorong itu. Dia ngembaliin buku yang dipinjamnya ke kakak. Dia bilang makasi. Gitu dek, adek jangan sedih lagi ya?" tangan kiri nya menarik pundakku untuk jatuh dipelukkannya.
Aku pun jatuh dipelukkan Leo.
"Iya adekku sayang. Kakak gak ada hubungan kok ma Silla. Kakak kan sayangnya cuma ma adek seorang. Jadi, gak mungkin dong kakak ada hubungan sama cewek lain." mengelus rambutku.
"Hem.."
"Kakak minta maaf ya, dah buat adek nangis. Adek mau kan maafin kakak?"
"Iya kak, adek maafin kakak kok."
"Makasih adekku cantik." melepas pelukkannya.
"Masama kakak." melihat Leo.
"Jangan nangis lagi ya dek. Kalau ada kejadian kayak tadi. Adek langsung samperin kakak buat minta penjelasan. Jangan seperti ini ya? Kakak gak mau adek kakak salah paham lagi."
"Iya kakak. Maafin adek juga karna dah cemburu ma kakak. Kata Steva, Vio, sama kak Reza sih."
"Iya dek. Apa kata mereka dek?"
"Katanya adek itu cemburu kak."
"Lah, emang iya kan adek cemburu?"
"Adek gak cemburu kok. Cuma rasanya gimana gitu."
"Itu namanya cemburu adekku sayang." mencubit pipi kirinya pelan.
"Oh." jawabku singkat.
"Cemburu itu wajar kok. Itu tandanya adek sayang kakak."
"Iya kak."
"Dek, udah mau malem nih, adek pulang ya?"
__ADS_1
"Iya kak."
"Ya udah, yuk kakak anterin sampe luar."
"Iya kak."
Saat di ruang tamu, aku melihat Reza dan Dicky yang sedang duduk bersantai.
"Udah Yo jelasinnya ke Vika?" tanya Reza.
"Iya tuh. Kalau belum, lo jelasin aja dulu Yo. Kasihan Vikanya."
"Udah kok guys, gue udah jelasin semuanya ke Vika."
"Oh, bagus deh kalau gitu." Dicky.
"Ya udah, kita pulang yuk Vik. Dah malem nih."
"Ayuk kak Za."
Kita semua pergi keluar rumah Leo. Aku, Dicky, dan Reza berada di motor. Dicky naik motornya, sedangkan aku dibonceng Reza.
"Yo, gue cabut dulu."
"Iya Ky, hati-hati."
"Yo, gue pulang."
"Iya Za. Hati-hati."
"Kakak, adek pulang ya?"
"Iya dek, ampe rumah jangan lupa makan ma belajar."
"Siap kak Yo."
Reza pun melajukan motornya. Begitu juga dengan Dicky. Kita pun pulang ke rumah masing-masing.
★LEO★
Aku di dalam kamar senang sekali. Aku tengah duduk melihat ke luar jendela rumahku.
"Yess, akhirnya adek cemburu ma aku juga. Berarti itu tandanya dia mulai cinta ma aku. Asyik... Aku gak bakal sia-sia in ini dek. Aku bakal buat kamu bahagia. Karna apa? Karna aku cinta kamu. Hmm... Senengnya hatiku ini." senyum-senyum.
Tiba-tiba saja ada telpon dari Dicky ke hpku. Aku pun mengangkat telpon tersebut.
"Gue yakin banget, lo pasti lagi seneng kan Yo?" tebak Dicky.
"Iya Ky. Lo tau aja."
"Iyalah, orang Vika cemburu sama lo tadi."
"Hehehe, iya juga sih."
"Dah, lo pertahanin tuh si Vika. Kalau bisa, lo pacarin aja."
"Iya Ky, rencananya sih gitu. Gue pingin macarin Vika. Tapi, nunggu waktu yang tepat aja."
"Oke Yo, gue dukung lo sepenuhnya. Sukses Yo."
"Iya Ky."
★VIKA★
Aku sedang duduk di meja belajar. Aku hendak belajar.
"Akhirnya selesai juga masalah tadi. Syukurlah ternyata kak Leo gak ada hubungan apa-apa sama cewek itu. Aku belajar ah."
Aku pun belajar materi yang besok dibahas di sekolah.
__ADS_1