Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Kecemburuan Leo


__ADS_3

"Duh, sakit banget hati gue Ky." pegang dada.


"Sabar Yo sabar. Kita ke kelas aja yok."


"Iya Ky ayok."


Aku dan Dicky pun pergi ke kelas. Di sana ada Reza. Kita menghampiri Reza lalu duduk di kursi bangku sekolah.


"Lo kenapa Yo? Kok murung gitu sih." tanya Reza.


"Em, hati gue sakit Za."


"Kok bisa Yo?" penasaran.


"Biar Dicky aja deh yang jelasin. Gak kuat gue kalau jelasinnya."


"Oh, oke Yo. Ky, Leo kenapa?" tanya Reza.


"Tadi Leo lihat Vika jalan di lorong sekolah. Nah, si Leo mau samperin Vika. Tapi Vikanya udah keburu disamperin Erik."


"Trus?"


"Erik ngasih Vika minuman, tapi Vikanya gak mau. Erik pegang tangan Vika trus memberi minumannya. Karena Vika gak enak kalo nolak. Akhirnya Vika terima minuman itu. Trus pergi ke kelas deh."


"Owalah, sabar ya Yo. Lo jangan sedih gini. Gue yakin kok, Vika gak bakal suka ma Erik."


"Bener tuh kata Reza Yo. Vika tuh sukanya ma lo Yo."


"Iya guys, tapi kan gue sakit lihat tadi. Erik juga kenapa deketin adek? Apa Erik suka ma adek?"


"Nah ho, jangan-jangan Erik suka lagi ma Vika." tebak Reza.


"Em.. Mungkin sih guys."


"Tuh kan." sedih.


"Dah, jangan sedih Yo. Gue juga ikut sedih nih." kata Reza.


"Iya tuh, gue jadi sedih nih Yo."


"Hem..."


"Dari pada kita penasaran. Mending kita cari Erik aja. Kita tanya tuh." usul Dicky.


"Nah, bener banget tuh. Ayo Yo."


"Iya dah iya guys. Gue nurut aja."


Kita pun berjalan ke kelas Erik.


★ERIK★


Aku langsung nyamperin Bayu yang duduk di bangku.


"Bay, gue mau cerita nih." aku duduk di kursi.


"Cerita aja kale Rik."


"Tadi kan Vika habis olah raga basket di lapangan. Nah, kebetulan banget gue tadi beli minuman. Akhirnya gue samperin tuh Vika. Trus gue kasih deh minuman gue. Duh, seneng banget gue Bay."


Bayu langsung lihat aku.


"Gila! Lo PDKT in Vika Rik?"


"Hehehe, iya Bay, gue PDKT in Vika. Kenapa emangnya?"


"Vika dah punya pacar Rik. Inget tuh! Pacarnya temen lo sendiri. Masa iya lo mau nikung sih?"


"Ah, gue mah gak pikirin temen Bay. Yang penting gue happy."

__ADS_1


"Tega lo Rik."


"Bodo amat." cuek.


"Sejahat-jahatnya orang, dia gak bakal sakitin temannya sendiri. Lah elo Rik? Lo jangan kayak gini. Gue cuma ngingetin sebagai temen best lo."


"Ya ya ya, sekali-kali lo dukung gue napa Bay? Jangan Leo mlulu yang lo dukung. Padahal temen lo yang paling deket kan gue. Bukan Leo."


"Bukan gitu Rik. Gue mah dukung yang benar. Orang benar itu patut dibela. Gitu Rik."


"Jadi, menurut lo gue salah gitu?" natap Bayu.


"Ya-iyalah lo salah Rik. Lo tuh nikung teman sendiri kalau gini."


"BODO AMAT."


"Hm..."


Tiba-tiba saja Leo, Dicky, dan Reza datang menghampiriku dan Bayu. Mereka duduk di bangku terdekat.


"Ada apa nih?" tanya Bayu.


"Kita ada perlu ma Erik." kata Dicky mewakili.


"Bener tuh." Reza.


"Hm.. Ada apa?" tanyaku.


"Jawab jujur pertanyaan kita." Reza.


"Ya."


"Lo suka ma pacar gue?"


"Ya, emang kenapa Yo?"


"Gpp sih, gue cuma mau tanya." kata Leo.


"Saran gue sih, lo mending cari cewek lain aja deh Rik. Yang pantes buat lo. Jangan Vika."


"Emang kenapa Za kalo Vika?"


"Vika kan pacarnya Leo Rik. Masa iya lo mau rebut dia dari Leo. Gak kan?"


"Ya terserah gue lah Za. Lo sapa gue larang-larang gue suka sama Vika?"


"Gue kakak nya Vika Rik."


"Dah tau, lo emang kakaknya Vika. Tapi lo gak ada hak buat ngelarang gue suka ma adek lo."


"Ya, gue gak ada hak buat larang lo."


"Tapi setidaknya, lo hargai Leo. Leo tuh pacarnya Vika. Jangan nikung teman." Dicky.


"Hm.. Gue gak nikung teman kok. Gue cuma usaha aja buat dapetin Vika."


"Sama aja kale." sindir Reza.


"Rik, gue ngerti perasaan lo kayak gimana sekarang. Gue ngerti banget. Tapi, gue mohon ma lo. Lo ngertiin perasaan gue juga. Gue pacarnya Vika Rik. Gue saranin ma lo, lo ikhlasin Vika buat gue. Dan lo cari cewek lain selain Vika."


"Ya kalo lo ngerti perasaan gue. Harusnya lo kasih Vika ke gue Yo."


"Gak Rik, gue gak mau ngasih Vika ke lo. Karna gue gak mau kehilangan dia."


"Itu mah sama aja lo gak ngertiin gue."


"Hm..." Leo.


"Gini aja guys. Semua keputusan ada di Vika. Kalau Vika milih Leo. Lo harus terima Rik. Tapi kalau Vika milih Lo Rik. Maka sebaliknya Leo harus terima." ucap Bayu menengahi.

__ADS_1


"Ya gak bisa gitu lah Bay. Ya pasti Vika milih Leo. Orang mereka pacaran. Lha gue? Gue harus pendem rasa ini? Ogah."


"Jangan egois Rik. Kita semua di sini tau perasaan lo. Jadi, gue mohon. Jangan nikung Leo." Dicky.


"Tau ah." pergi.


"Loh, Rik. Lo mau kemana?" Reza.


Aku diem langsung pergi ke halaman belakang sekolah.


★LEO★


Aku lihat Erik yang pergi begitu saja.


"Sabar Yo, kita semua dukung lo." Dicky.


"Iya tuh."


"Thanks guys."


"Maafin temen gue yang satu itu ya Yo. Gue udah coba ingetin dia. Tapi ya gitu, dia susah kalau dibilangin."


"Iya Bay. Gue ngerti kok."


"Yo, saran gue. Lo jaga aja Vika baik-baik."


"Iya Bay. Itu pasti."


"Oh iya Bay, kita balik dulu ya. Mau masuk bel nih." ucap Reza mewakili.


"Iya Za."


Aku, Dicky, dan Reza pun balik ke kelas.


_______________


Bintang tlah berada di langit yang gelap. Menerangi gelapnya malam.


_______________


★REZA★


Reza tengah berada di kamarnya bersama Vika.


"Vik, aku bilangin ke kamu. Tadi itu Leo sakit hati karna lihat kamu sama Erik tadi."


"Hah? (kaget) Jadi kak Leo cemburu?"


"Iya Vik."


"Ya ampun. Maafin aku kak Yo."


"Udah, kamu tungguin aja Leo di ruang tamu. Katanya dia mau ke sini. Aku mau belajar dulu."


"Oh. Iya kak Za." berdiri.


Vika pun pergi ke ruang tengah. Dia menunggu kedatangan Leo. Dan aku, aku belajar pelajaran yang akan dibahas besok di sekolah.


★VIKA★


Aku lagi bersama Leo di ruang tamu. Kita duduk berdua sekarang ini. Leo merangkul pundakku. Aku menyenderkan kepalaku di dada Leo. Rasanya nyaman sekali. Tangan kananku di pegang tangan kiri Leo.


"Kakak."


"Iya dek, apa?"


"Adek mau nanya ma kakak. Kakak jawab jujur ya?"


"Iya dek, kakak jawab jujur kok. Adek mau nanya apa?" melihatku.

__ADS_1


"Hati kakak sakit ya karna lihat adek tadi nerima minuman dari kak Erik?" menatap Leo.


__ADS_2