Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Cinta tulus Leo


__ADS_3






KEESOKAN HARINYA


★VIKA★


Aku dan Leo sedang ada di pantai. Kita menikmati pemandangan pantai di bawah pohon. Kita duduk.


"Hem.. Kak, enak banget suasananya. Adek suka."


"Iya dek, kakak juga suka. Adek mau buat rumah-rumahan dari pasir gak?"


"Mau kak."


"Ya udah, yuk kita buat."


"Hayuk."


Kita pun membuat rumah istana dari pasir.


"Nah, sudah jadi dek rumahnya. Kita foto-foto yok."


"Iya kak. Rumahnya bagus banget. Hayuk."


Kita pun foto-foto berdua. Kadang sendiri-sendiri.


"Kak, duduk di sana yok." nunjuk tempat.


"Ayok."


Kita pun duduk di kursi taman yang ada di dekat pantai. Kita sekarang lagi istirahat.


"Dek, kita pulang yuk. Dah sore nih."


"Bentar lagi lah kak. Aku belum pengen pulang."


"Ayo dek, keburu sore nih."


"Bentar lah kak."


"Oke deh. Lima menit lagi kita pulang."


"Iya."


Lima menit kemudian...


"Dek."


"Iya."


"Yok pulang."


"Yok."


Aku dan Leo pergi ke parkiran. Karena mobil Leo di parkiran. Saat diparkiran sepi sekali.


★FREDI★


Aku lagi bersama Dio dan Alex di pantai. Kita ngumpul.


"Ada apa lo nyuruh kita ke sini?" tanya Dio.


"Gue mau gabung ma kalian buat perkosa Vika."


"Lo yakin?" Alex.


"Ya, gue yakin banget. Gue kecewa ma Vika. Gue dah hajar kalian habis-habisan dan nyelametin dia. Tapi apa yang dia bales? Dia gak mau jadi pacar gue."


"Oh, pantesan lo ngumpulin kita kek gini. Oke bro, santai aja. Jika ada kesempatan, kita bakal perkosa Vika kok. Biar dia tau rasa."


"Iya Di."


"Eh eh, itu Vika ma cowok. Ayo kita gunain kesempatan ini. Pumpung sepi." Alex.

__ADS_1


Aku dan Dio menoleh ke tempat yang ditunjuk Alex.


"Bener banget tuh. Ayo guys kita cabut."


"Ayo Fre." Dio.


Kitapun menghampiri Vika.


★VIKA★


Tiba-tiba saja Alex datang.


"Hey Vika." menghampiri ku.


"Alex? Ngapain lo ke sini?" kaget.


"Gue pingin balas dendam sama lo."


"Apa salah adekku?" Leo.


"Lo ini kakaknya?"


"Iya."


"Sejak kapan lo punya kakak kayak gini Vik?"


"Sejak dulu."


"Gue gak yakin."


"Terserah." kataku


"Gue tanya lo. Jawab!" leo.


"Okey, santai aja kale."


Tiba-tiba saja ada yang memukul Leo dari belakang. Hingga Leo pingsan.


BUGGG....


"Kak Yoo..." kaget.


Aku lihat, ternyata ada Dio dan Fredi juga.


"Vika, cewek yang sok banget. Selamat berjumpa lagi." sapa Fredi.


"Kali ini kita bertiga akan membuat lo menyesal karna lo telah membuat kita kecewa." kata Dio.


"Benar itu, dan hukuman yang pantas untuk lo adalah diperkosa secara bergiliran. Hahahaha..." tawa Alex.


"Kurangg ajarr kalian. Benar-benar gila." marah.


"Hahaha, silahkan lo berkata sepuas lo. Tapi yang jelas, lo gak bakal bisa kabur dari kita." Fredi.


"AAAKHH, sial." batinku.


"Tenanglah. Tak usah panik begitu." Dio.


"Iya tuh, kita kan mau bersenang-senang. Gak lucu dong kalau lo panik kek gitu." Alex.


Tak menunggu waktu lama. Aku dan mereka bertiga berantem. Sekitar 15 menit kemudian. Aku mundur dari mereka. Aku merasa tak akan sanggup lagi melawan mereka.


"Kenapa? Apa lo capek?" tanya Fredi.


"Hahahaha..." tawa mereka bertiga.


"Sudah, cukup. Jangan lanjutkan. Gue tak mau ada kekalahan di sini." kataku.


"Memangnya kenapa jika ada yang kalah? Apa lo takut kalo lo kalah? Hahahaha..." Alex.


"Sebaiknya lo ngaku kalah saja. Tenaga cewek itu, tak sebanding dengan tenaga cowok." kata Fredi.


"Dan lo, jangan sombong lagi. Gue gak mau ada kata penolakan untuk yang kesekian kalinya." ucap Dio.


"Gue bukannya takut kalo gue kalah. Tapi, gue takut kalo kalian yang kalah."


"Cuihh..." mereka meludah.


"Belagu banget lo vik. Lebih baik lo nyerahin diri ke kita sekarang juga." Alex.


"Sok deh, gue yakin lo bakal kalah. Jangan bodoh deh elo Vik." Dio.

__ADS_1


"Kekuatan lelaki itu jauh lebih kuat dari pada cewek. Jadi, lebih baik lo nurut sama kita. Atau, lo mau kita paksa?" tanya Fredi kepadaku.


"Gak mau, gue gak mau nurut sama kalian. Dan gue sampai kapanpun gak bakalan mau kalian ajak setubuh. Ingat itu!"


"Okey." Alex.


Kita pun berantem, hingga akhirnya. Aku mulai lemah. Aku mundur dari mereka semua. Sekitar 10 menitan. Aku terjatuh, mereka bertiga datang menghampiri ku. Aku mengatur nafasku.


"Hahaha..." tawa mereka puas.


"Gue bilang juga apa? Gak percaya sih." Fredi.


"Dah, yuk kita bawa nih cewek." Dio.


"Yuk." alex.


Saat mereka mau membawa ku. Tiba-tiba saja Leo menghajar mereka dari belakang. Hingga akhirnya, mereka berantem.


BUUGG...


BUGG...


BUG...


Leo menghajar mereka. Setelah mereka lemas. Aku menghampiri Leo.


"Kakak gak pa-pa kan?" khawatir.


"Gak pa-pa dek. Adek gimana?"


"Adek gak pa-pa kok kak."


"Syukurlah." mengelus rambutku.


"Kalian bertiga cepat minta maaf sama adekku. Sebelum aku marah sama kalian." perintah Leo.


"I.. Iya..." Alex.


"Vik, maafin kita ya. Kita dah salah sama lo." ucap Dio mewakili.


"Iya gue maafin. Tapi kalian jangan gini lagi."


"Iya Vik, kita gak bakal gini lagi kok." Fredi.


"Kalau kalian gini lagi, terpaksa gue laporin kalian ke polisi." ancam Leo.


"Iya.." kompak.


"Dah, sana kalian pergi." suruh Leo.


"Iya."


Mereka bertiga pun pergi...


"Kak, makasih banyak ya dah nolongin adek. Untung saja tadi kakak bangun dari pingsan. Kalau enggak, adek gak tau kak nasib adek ntar gimana."


Refleks aku memeluk Leo erat banget. Leo kaget. Tapi langsung membalas pelukanku sembari mengelus rambutku. Leo melepas pelukkanku. Dia menatap mataku. Sambil kedua tangannya ada di pundakku. Aku juga menatap matanya Leo.


"Masama adek. Iya dek, untung saja kakak tadi gak telat nyelametin adek. Kalau kakak telat, kakak akan nyesel dek. Karena kakak gak bisa jaga adek dengan benar."


"Alhamdullillah, adek berani peluk aku barusan. Semoga aja ini awal dia suka sama aku." batin Leo.


"Iya kak."


Leo tersenyum kepadaku. Aku juga membalas senyumannya.


"Dah, yuk pulang. Udah sore banget nih. Ntar Reza nyariin lagi. Soalnya kita lama mantainya." ajaknya.


"Iya juga ya kak? Kasihan kak Reza nanti kalau khawatir. Ya udah, ayuk kita pulang kak."


"Kakak tadi kan juga ngomong kek gitu kali dekk.." mencubit pelan hidungku.


"Hehehe, iya dah kak." senyumku.


Kita pun masuk mobil. Leo yang menyetir mobilnya. Lalu kita pulang ke rumah.


★REZA★


Aku sedang ngemil janan sembari menonton TV di rumah.


"Hem, dari tadi sepulang Vika pergi mantai sama Leo kok dia di kamar mlulu ya? Apa dia capek. Mungkin capek sih. Aku samperin aja lah daripada penasaran gini."

__ADS_1


__ADS_2