Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Malam minggu main game


__ADS_3






BEBERAPA HARI KEMUDIAN


★LEO★


Aku, Dicky, dan Reza sedang berada di kantin. Kita semua telah selesai makan. Tiba-tiba saja, Bayu datang ke sini. Dia duduk di sebelah kita.


"Guys, Erik kemana? Kok gak masuk sih akhir-akhir ini." tanya Bayu.


"Dia dipenjara Bay." kata Reza singkat.


"Dipenjara? Apa tuduhannya."


"Iya, gara-gara dia ngancem Vika kalau Vika gak mau setubuh sama dia. Dia bakal perkosa Vika." kataku.


"Waduh, kok Erik kayak gitu ya? Perasaan, Erik gak gitu deh."


"Ya mungkin Erik berubah Bay. Karena dia gak dapat Vika dari Leo. Akhirnya, dia pakai cara paksa." ucap Dicky.


"Iya juga sih. Gue udah coba peringatin dia. Dan suruh dia buat jauhi Vika, cari cewek lain. Tapi Eriknya masih kekeh sama Vika. Gue jadi sedih. Pasti deh tuh Erik lagi sedih sekarang."


"Iya Bay, tapi kan itu udah sepantasnya. Orang, Eriknya juga yang salah." kataku.


"Yang penting itu, lo udah ngingetin dia Bay." Dicky.


"Iya juga sih Ky." pikir Bayu.


"Erik sih salah, coba kalau waktu itu lo nurut sama gue. Lo jauhi Vika. Mungkin lo gak bakal kayak gini." celoteh Bayu.


"Udah, jangan bahas Erik terus. Males gue dengernya." kata Leo.


"Iya Yo." kata Bayu.


"By the way, hari ini kan malam minggu. Lo ke rumah gue kagak Yo?"


"Boleh tuh Za. Gue nginep ya?"


"Oke Yo."


"Eh iya, gimana hubungan lo sama Vika Yo?"


"Baik-baik aja kok Bay."


"Bagus deh. Yo, lo itu cowok, lo harus jagain tuh pacar lo. Jangan sampai tuh Vika diambil orang."


"Siap Bay."


"Jagain tuh Vika dengan bener."


"Iya Bayuu.. Gue jagain Vika dengan baik dan bener kok."


"Iya dah."


★DIO★


Saat ini aku, Alex, dan Fredi sedang duduk bersantai sembari ngemil jajan di rumahku.


"Guys, gue ada kabar nih buat kalian berdua." ucapku.


"Kabar apa?" Alex.


"Iya tuh, kabar apa Di?"


"Kakak kelas gue namanya Erik. Dia masuk penjara karna dilaporin Leo dan teman-temannya."

__ADS_1


"Waduh, masalahnya apa?" Alex.


"Iya tuh, kok bisa sih masuk penjara?" tanya Fredi.


"Gara-garanya Vika ngadu ke Leo, Reza, sama Dicky kalau Erik tuh ngancem buat perkosa Vika dengan cara paksa kalau dia gak mau dengan cara baik-baik. Gitu guys."


"Ya ampun. Takut gue jadinya."


"Sama Fre, gue jadi takut masuk penjara nih."


"Udah, gini aja, mulai sekarang kita lupain Vika. Daripada kita masuk penjara. Iya gak guys?" tanyaku pada Fredi dan Alex.


"Iya Di, lo bener banget."


"Iya Di, gue bakalan jauhi Vika." Fredi.


"Iya guys, gue juga sama kayak kalian. Gue gak bakalan ganggu-ganggu Vika lagi. Gue gak mau mendekam di penjara. Gue masih ingin bebas."


"Sama Di." kompak.


"Guys, kalau dipikir-pikir sih. Tindakan kita salah banget. Kalian tau kan ibu kalian? Ibu kita tuh cewek. Dan Vika juga cewek. Kalo kita ngerusak harga diri Vika. Sama aja kita ngerusak harga diri ibu kita." Dio.


"Iya Di, lo bener banget. Gue jadi nyesel atas perbuatan gue ini." Fredi.


"Apalagi gue, gue gak bisa ngebayangin kalau itu terjadi sama ibu gue sendiri." Alex.


"Iya guys. Intinya aja nih, jauhi Vika. Kita urus hidup kita masing-masing." kataku.


"Lo bener banget Di."


★VIKA★


Aku sedang duduk di ruang tengah sambil menonton TV. Bersama dengan Leo dan Reza. Saat ini, Leo sedang merangkul pinggangku.


"Adek, jaga hubungan kita dengan baik. Jangan sampai ada orang yang mengganggu hubungan kita."


"Iya kak Yo. Pasti itu."


"Eh, gue mau beli martabak nih. Lo mau kagak Yo?"


"Oke, mana uangnya?" tagih Reza.


Leo mengeluarkan uang dari saku celananya. Lalu memberikannya pada Reza. Reza menerima uang itu. Lalu Reza pergi membeli martabak.


"Kok kakak belinya dua sih?"


"Ya kan satu buat adek, satunya lagi buat kakak. Emangnya, adek gak mau apa?"


"Ya mau lah kakak. Kan dibeliin pacar sendiri."


"Hehehe, iya dah iya."


★REZA★


Saat aku sedang menunggu martabaknya. Tiba-tiba saja Dicky datang. Dia duduk di sebelahku.


"Woy Za, beli martabak lo?"


"Eh elo Ky, iya nih. Gue lagi beli martabak. Lo sendiri?"


"Ya sama Za, gue juga lagi beli martabak."


"Oh."


"Lo sendirian aja Za?"


"Iya nih Ky, gue sendirian aja nih."


"Lah, elo gak sama Vika?"


"Enggak Ky, dia lagi pacaran noh sama Leo di rumah."


"Oh, mereka makin deket aja ya Za?"

__ADS_1


"Iya Ky, lo bener banget."


"Eh, gue ke rumah lo boleh gak nih?"


"Ya tentu boleh lah Ky. Daripada di rumah gue dijadiin obat nyamuk sama Leo. Mending juga gue main sama elo. Sekalian aja, lo nginep juga di rumah gue."


"Okelah kalau gitu."


★VIKA★


"Kak, kok kak Reza lama amat ya beli martabaknya?"


"Mungkin lagi ngantri dek. Kan yang beli gak cuma Reza aja."


"Iya juga kali kak."


"Udah, adek sabar aja. Ntar juga Reza datang kok."


"Iya kak Yo."


Sekitar sepuluh menit kemudian, Reza datang bersama Dicky. Reza menaruh martabaknya di meja. Lalu Reza dan Dicky duduk.


"Pacaran aja lo Yo." kata Dicky.


"Hehehe.." senyum Leo.


Aku langsung mengambil martabaknya. Lalu memakannya. Begitu juga dengan Reza, Dicky, dan Leo. Mereka juga makan martabak.


"Eh kak, bosen juga ya?"


"Bosen gimana maksud kamu dek?"


"Ya bosen kak. Cuma nonton TV doang."


"Hm.. Biar gak bosen, kita main game aja gimana?" tawar Dicky.


"Boleh tuh kak Ky. Tapi, main game apa?"


"Game apa yang seru?" pikir Dicky.


"Mobile Legends." kata Leo.


"Jangan ah, dah bosen gue main game itu." kata Reza.


"Sama, gue juga dah bosen ma game ml."


"Gimana kalau game cacing?" tawarku.


"Cacing?" tanya Leo.


"Iya, game Wormz Zone itu lho kak."


"Kakak gak punya game nya."


"Download atuh."


"Okelah dek."


"Boleh juga tuh. Ayo deh. Tapi, kayaknya kita bertiga harus download dulu deh." kata Dicky.


"Ya udah, kak Dicky, kak Leo, sama kak Reza download aja dulu. Ntar kalau dah download. Kita main rame-rame. Di level satu."


"Oke." kata Reza, Dicky, dan Leo kompak.


Mereka mendownload game cacing.


"Nah, udah selesai downloadnya dek."


"Aku juga udah selesai nih Vik." Reza.


"Sama, gue juga udah selesai."


"Tunggu apa lagi? Ayo kita main." kataku.

__ADS_1


"Ayoo..." kata Leo.


Kita berempatpun main game cacing bersama-sama. Ampe kita semua capek. Lalu tidur deh di kamar. Tentunya, aku di kamarku sendiri. Sedangkan Reza, Leo, dan Dicky, mereka di kamar Reza.


__ADS_2