Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Peringatan dari sang kakak


__ADS_3

"Okey deh Stev. Jadi gini, tadi sepulang sekolah itu gue ketemu cowok di jalan. Nah, dia minta kenalan. Ya udah kita kenalan. Eh, dia malah ngajakin gue buat setubuh. Kan kesel guenya."


"Waduh, lah terus, lo mau gitu Vik?"


"Ya enggaklah Stev. Gue bilang ke dia kalau gue gak mau. Trus gue langsung pulang deh."


"Oh.. By the way, cowok itu siapa Vik?"


"Gue gak tau Stev. Yang gue tau, namanya Alex."


"Oh... Lo cerita gak masalah itu ke kakak lo?"


"Gue cerita Stev masalah ini ke kakak gue. Katanya, gue harus tenang. Biar itu jadi masalah kakak gue. Gitu sih."


"Ya bagus dong kalau gitu Vik. Berarti, lo gak usah mikirin soal itu. Lupain aja, daripada bikin lo pusing sendiri."


"Iya juga sih Stev."


"Tuh lo tau Vik."


"Eh, dah dulu ya? Gue ngantuk, mau tidur."


"Okey Vika."


Setelah telpon terputus, Vika langsung tidur di atas ranjangnya. Dia memejamkan matanya hingga dia berada di alam mimpinya.







KEESOKAN HARINYA


★REZA★


Aku sama teman-temanku lagi ngumpul di kelas. Saat ini jam istirahat. Dan di kelas hanya ada kita bertiga. Yang lainnya kemana? Yang lain pada pergi ke tempat yang dituju masing-masing. Tempatnya ya kayak kantin, toilet, taman belakang, lapangan, atau kelas lain. Intinya, bubar jalan deh.


"Guys, lo kenal Alex gak?"


"Alex yang mana Za?" tanya Dicky.


"Gue sih gak tau Alex yang mana Ky. Tapi intinya, namanya Alex."


"Yah, kalo gitu mah, gue gak tau Za. Soalnya nama Alex gak cuma satu orang."


"Iya juga sih."


"Emang kenapa ma Alex Za?" tanya leo.


"Alex tuh kemarin ngajak Vika setubuh. Vika nya gak mau. Pas waktu itu Vika pulang sekolah, di gang 5 tepatnya di pertigaan deket rumah gue. Nah itu, Vika cerita ke gue. Gue sih pingin ngasih pelajaran aja ma Alex. Karena gue takut dia jadi nekat karena Vika gak mau."


"Hem.. Bener juga apa kata lo Za. Kalo gitu gue ikut bikin pelajaran ma dia. Gue gak mau orang yang gue sayang dirusak sama orang lain." leo.


"Iya Yo. Lo bener banget. Eh, tunggu dulu, apa maksud lo barusan Yo? Lo bilang "gak mau orang yang gue sayang dirusak sama orang lain"? Lo suka ya sama adek gue Yo?" tanyaku pada Leo.


"Eh, hehehe. Iya Za, gue suka sama adek lo. Gpp kan?" senyum devil.


"Oh, ya gpp aja sih Yo. Gue gak marah kok. Tapi yang jelas nih, lo jangan sakiti adek gue aja. Trus juga, lo jaga tuh harga diri adek gue."


"Siiappp Za. Lo tenang aja. Vika bakalan aman sama gue."


"Iya dah iya Yo. Gue percaya sama elo kok."


"Thanks Za."

__ADS_1


"Iya Yo."


"Gue tau Alex yang lo maksud itu Za."


"Lo kenal ma Alex Ky?" tanya leo.


"Gue kenal, tapi dia bukan temen gue Yo. Dia Alex, orang yang suka muasin nafsu dengan bayar cewek. Gue sih denger dari orang-orang sih gitu."


"Oh, bagus lah kalo gitu ky. Sepulang sekolah anterin gue ketemu ma Alex."


"Siap Za."


★VIKA★


Saat aku berjalan di lorong, aku berpapasan dengan Dio. Dia menghentikanku.


"Mau kemana lo Vik?"


"Ke kantin Di. Gue laper banget. Mau makan."


"Oh, kebetulan tuh, gue juga mau makan. Ayo deh, sekalian barengan aja kita ke sananya."


"Oke deh."


Aku dan Dio pun pergi ke kantin. Kita pun sampai di kantin.


"Lo mau pesen apa?"


"Bakso ma es teh."


"Oke, lo tunggu aja di sana (nunjuk tempat makan). Gue pesenin dulu plus gue ambilin."


"Oke deh. Nih uangnya." memberikan uang.


"Oke." menerima uangku.


Aku pun pergi ke tempat itu. Aku duduk sembari menunggu makananku datang. Beberapa menit kemudian, Dio datang membawa makanannya. Dia menaruhnya di meja. Lalu diapun duduk.


"Iya Vik."


"Oh."


Kita pun makan, setelah kita makan. Kita ngobrol sebentar.


"Vik, ntar sore lo kemana?"


"Gak kemana-mana sih Di. Gue cuma di rumah aja."


"Oh. Eh ya, ntar sore gue main ke rumah lo ya Vik? Bosen gue di rumah."


"Oh, okelah Di."


"Sip. By the way, gimana pelajaran tadi? Lancar?"


"Lancar aja sih Di. Kalo gak lancar kan ya dilancar-lancarin. Hahaha."


"Hahahha, iya juga tuh Vik."


"Ya lah Di."


Dio melihat jam tangannya.


"Eh, udah mau bel masuk Vik."


"Kurang berapa menit Di?"


"3 menit Vik."


"Oh."

__ADS_1


"Kita ke kelas yok."


"Ayok dah."


Aku dan Dio pun pergi ke kelas masing-masing. Kita pun mengikuti pelajaran dengan lancar.


★LEO★


Aku dan teman-temanku sedang bertemu dengan Alex di rumahnya.


"Siapa kalian? Gue gak ada masalah ma kalian."


"Santai. Kita kesini mau nyelesain masalah."


"Apa masalahnya? Setau gue, gue gak punya masalah. Apa lagi sama kalian."


"Lex, lo tau kan cewek yang lo ajak setubuh di pertigaan gang 5 kemarin siang?" tanya Dicky.


"Ya gue tau. Kenapa emangnya?"


"Dia adek gue." Reza.


"Oh. Jadi lo kakaknya cewek itu? Oke juga tuh adek lo. Boleh lah gue ajak setubuh."


"Enak aja lo ngomong. Adek gue bukan psk tau."


"Ya, ya, ya, ya..."


"Kita kesini mau ngingetin lo atas tindakan lo itu. Kalo lo masih ngajak Vika setubuh ma lo. Kita gak segan-segan laporin lo ke polisi." kataku.


"Bener banget tuh. Nih masih kita beri lo kesempatan buat perbaiki kesalahan lo." Dicky.


"Lo jangan anggap remeh kita. Apa yang kita katain ini serius. Lo harus ingat." Reza.


"Ya.."


"Oke, kita pergi. Jauhi Vika!" aku.


"Hm.."


"Dah guys, yuk cabut." Reza.


"Iya Za." ucap Leo dan Dicky kompak.


Kitapun pulang ke rumah masing-masing.


★VIKA★


Aku dan Dio sedang menonton TV di rumahku. Tepatnya di ruang tengah. Tiba-tiba saja Reza datang langsung masuk kamar.


"Kok kakak lo pulangnya telat Vik?" heran Dio.


"Gue gak tau Di."


"Oh."


★REZA★


Selesai aku makan, aku pergi ke ruang tengah. Di sana ada Vika dan Dio. Aku pun duduk di sofa.


"Ikut gabung kuy."


"Silahkan kak." Dio.


"Iya kak."


"Eh kak, kok lo pulangnya telat sih?" heran Dio.


"Iya Di, tadi gue ngingetin si Alex dulu di rumahnya ma temen gue Di."

__ADS_1


"Alex?"


"Iya Di, Alex anak kampung sebelah. Dia kemarin ngajak Vika setubuh saat Vika pulang sekolah. Tapi Vika nya gak mau. Gue kan kakaknya Vika. Ya gue ingetin tuh Alex."


__ADS_2