
"Oh, okelah."
"Tapi Ky, gue gak tau obatnya apa?"
"Apa kita beliin kiranti aja ya?" saran Dicky.
"Kiranti?" tanyaku.
"Iya, itu minuman buat ngeredain sakit mens juga bisa kok."
"Okelah, yuk kita beli."
"Masuk ke indomaret lagi dong?"
"Iya lah."
"Oke deh."
Aku dan Dicky pun masuk kembali ke dalam indomaret untuk membeli kiranti datang bulan.
★VIKA★
Sekitar 10 menit kemudian Reza dan Dicky datang. Mereka langsung duduk di sofa.
"Vik, minum ini dulu gih. Biar sakitnya hilang." memberiku sebotol kiranti.
"Apa itu kak? Aku gak pernah minum soalnya."
"Ini kiranti datang bulan. Coba deh kamu minum. Bisa kok buat ngeradain sakit kamu itu." ucap Reza.
"Gak ah kak, gak enak. Gak mau. Lagian, aku gak pernah minum." tolakku.
"Kamu coba minum aja Vik. Kalau kamu minum sakitnya masih terasa. Berarti kamu gak cocok sama minuman ini." saran Leo.
"Iya tuh, lagian, itu rasa jeruk kok. Jadi gak pahit Vik." ucap Dicky.
"Iya deh kak. Aku minum." mengambil minuman itu dari Reza.
Aku pun minum kiranti datang bulan.
Glekk... Glekk.. Glekk..
Aku sudah selesai minum.
"Nih, pembalutnya (memberikannya padaku) aku beliin yang isinya banyak tuh. Biar awet."
"Hem.. Makasih kak Za." menerima pembalut dari Reza.
"Iya."
"Gimana Vik? Masi sakit perutnya?" tanya Leo.
"Em.. Udah enggak sih kak."
"Nah, berarti kamu cocok sama kiranti."
"Iya kak."
Aku melihat pembalut yang dibeli Reza.
"Kak, kok kakak tau pembalutku yang ini? Kan kakak belum tanya aku mereknya apa. Kok kakak bisa tau sih?" tanyaku pada Reza.
"Hehehe, kan aku sering ke kamar kamu Vik. Trus lihat ada pembalut yang kayak gitu di kamar kamu. Jadinya, aku tau deh."
"Oh.. Makasih ya kak Za, baik banget deh ma aku."
"Iya Vika, sudah sepatutnya aku begitu sama kamu. Kan kamu adik aku Vik."
"Iya deh kak."
"Nah, gitu dong, jadi adek kakak itu harus akur. Kan enak dilihatnya. Iya gak Yo?" tanya Dicky pada Leo.
"Iya Ky, lo bener banget. Kalau kalian berdua kayak gini. Kan jadi enak, saling membantu." ucap Leo.
"Iya Yo, dah tau gue." kata Reza.
"Em.. Kak Dicky sama kak Leo gak pulang ya?"
__ADS_1
"Ngusir nih?" tanya Leo padaku.
"Eh, enggak gitu kak. Cuma tanya aja. Kan ini udah malem. Jam 21.00 WIB."
"Oh, kirain ngusir." ucap Leo.
"Enggak lah kak Yo."
"Kita nginep di sini Vik." kata Dicky.
"Oh."
"Gak suka ya aku nginep di sini?" tanya Leo padaku.
"Suka kok." jawabku singkat.
"Bagus deh."
★
★
★
★
★
KEESOKAN HARINYA
★VIKA★
Hari ini ialah hari minggu. Aku sedang duduk di sofa ruang tamu sendirian sembari memainkan game di hp. Tiba-tiba saja Leo datang. Dia langsung duduk di sebalah ku.
"Pagi-pagi kok main game sih Vik? Lebih baik juga jogging keliling kompleks. Biar sehat."
Aku berhenti main game nya. Aku menatap ke depan.
"Em, iya juga sih kak. Aku sih mau jogging kak. Tapi, gak ada temennya. Ya udah, mending main game aja."
"Kan bisa ngajak aku kamu Vik."
"Tentu saja aku mau jogging dengan mu Vika." menatapku juga.
"Oh, okelah kak. Ayuk jogging."
"Ayuk dah."
Kita pun berdiri dan jogging di pagi hari ini.
★REZA★
Aku dan Dicky sedang berada di dapur. Ya, kita baru saja selesai membuat sarapan. Sarapannya yaitu mie goreng, telur dadar, dan nasi.
"Ky, Leo ma Vika kemana sih? Gue cariin kok gak ada di rumah ini. Lo tau kagak mereka berdua kemana?" tanyaku pada Dicky.
"Gue gak tau mereka berdua kemana Za."
"Oh, terus mereka kemana ya? Pagi-pagi gini udah gak ada aja."
"Ah, mungkin lagi jogging Za. Kan Leo itu terkadang jogging pagi. Bisa aja kan Leo ngajak Vika. Trus mereka jogging bareng?"
"Iya juga sih Ky. Mungkin aja. Ya udah, kita makan duluan aja yok."
"Lha Dicky ma Vika gimana Za?"
"Gampang, ntar mereka juga makan sendiri kalo dah laper. Gue mah dah laper banget nih. Gue makan dulu aja." duduk di kursi meja makan.
"Oke lah, dari pada gue kelaperan nungguin Leo. Mending gue makan dulu aja." duduk di kursi meja makan.
"Nah, tuh lo tau. Ya kalo mereka pulangnya gak lama. Kalo lama ya bisa kelaperan parah lo Ky."
"Iya Za, lo bener banget."
Kita berdua pun sarapan pagi.
★VIKA★
__ADS_1
Aku sedang berada di taman dekat rumahku. Duduk di kursi taman yang panjang bersama Leo. Kita melihat sekeliling taman. Indah dan sejuk banget saat ini.
"Vik, kita dah istirahat lama nih di sini. Kita pulang yuk. Apa kamu gak laper?" tanya Leo padaku.
"Laper sih kak. Kalau kakak laper gak?"
"Sama kalau gitu Vik. Aku juga laper."
"Ya udah, kita pulang yuk."
"Lah, tadikan aku juga ngomong kayak gitu Vika."
"Hehehe..." senyum.
"Dasar, Vika.."
"Iya kak."
Kita pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kita langsung masuk ke dalam. Saat di ruang tengah, kita lihat Dicky dan Reza sedang menonton TV.
"Dari mana kalian berdua?" tanya Reza.
"Jogging kak."
"Keliling kompleks Za. Kenapa?"
"Oh. Gpp sih, cuma tanya aja."
"Oh." kompak.
"Sana makan, di dapur udah ada makanannya." suruh Dicky.
"Iya Ky. Vik, yok makan."
"Yok kak."
Kita berdua pun menuju dapur. Lalu kita duduk di kursi meja makan.
"Makan yang banyak ya Vik."
"Gak mau ah kak Yo."
"Lho, kenapa Vik?" kaget.
"Nanti aku gendut kak kalo makannya banyak."
"Ya gpp lah vik. Gendut itu gak menjadi masalah, yang penting sehat. Percuma kurus kalau badan sakit-sakitan."
"Iya sih kak Yo. Tapi kan aku pingin bandanku ideal. Gak gendut kak."
"Iya dah iya Vik. Kamu boleh kok badannya ideal. Tapi jangan ampe kamu sakit lho."
"Iya kak Yo. Pasti kak."
"Baguslah kalo gitu Vik. Jadinya kan aku gak khawatir."
"Khawatir?" heran.
"Iya, kan kalo kamu sakit aku khawatir Vik."
"Oh.."
"Iya, dah, ayo makan jangan ngobrol mlulu. Gak makan-makan ntar kita kalo ngobrol mlulu."
"Kakak juga kan yang ngajak ngobrol aku. Jadinya gak makan-makan deh."
"Hehehe, iya dah Vik. Maaf kalau gitu."
"Hm.. Iya kak Yo."
Kita berduapun mengambil makanan. Lalu kita makan bersama.
★REZA★
"Makin deket aja tuh mereka ya Ky."
"Iya Za. Moga aja deh mereka jodoh."
__ADS_1
"Iya Ky. Moga aja dah. Kita mah cuma bisa bantu do'a."