Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Risih karena ulah Erik


__ADS_3

"Ya, gue denger kok. Oke Vik, lo hati-hati ya pulangnya? Oh iya, sebelum tidur, lo harus baca do'a dulu. Ingat, jangat lupa."


"Gak usah sok perhatian deh lo." kata Leo.


"Bodo amat." kata Erik.


Erik langsung pulang dengan motornya. Aku, Leo, Dicky, dan Reza juga pulang ke rumah masing-masing.







SATU MINGGU KEMUDIAN


★VIKA★


Saat istirahat sekolah, aku, Steva, dan Vio sedang berjalan ke kantin sekolah. Tiba-tiba saja saat di lorong sekolah. Erik datang menghampiriku.


"Hey Vik, lo mau kemana?" tanya Erik kepadaku.


"Oh, gue.. gue mau ke kelas kak Leo." bohongku.


Kenapa aku berbohong? Karena, akhir-akhir ini itu aku dideketin sama Erik. Kan aku pacarnya Leo. Nah, kalau Leo ampe tau aku sama Erik. Leo pasti kecewa banget ma aku. Makanya itu, aku gak mau ngecewain Leo.


"Loh, bukannya kita mau ke kantin ya Vik?" tanya Vio kepadaku.


"Dasar Vio, diajak kompromi gak bisa sama sekali. Gak tau apa gue itu risih sama kak Erik." kataku dalam hati.


"Iya, itu kan tadi. Sekarang mah gue mau ke kelas kak Leo."


"Oh. Eh, kita pisah dong? Kan kelas kak Leo belok kiri. Sedangkan ke kantin itu lurus."


"Iya Stev, gue ke kelas kak Leo dulu."


"Okey." kata Steva.


Aku menuju ke kelas Leo. Tapi nih si Erik masih aja ngikutin aku.


"Lo mau ngapain ke kelas Leo?"


"Ya mau ketemu kak Leo lah."


"Cuma ketemu aja?"


"Iya, kenapa emang?"


"Saran gue mah, jangan deh."


"Alasannya?"


"Leo itu gak baik buat lo."


"Baik kok."


"Terserah elo deh. Yang penting gue dah ngingetin elo."


"Ya." jawabku singkat.


Aku tlah tiba di depan kelas kak Leo. Aku pun masuk ke dalam kelasnya. Di sana ada Leo, Reza, dan Dicky. Aku langsung menghampiri mereka.

__ADS_1


"Adek, kangen kakak ya?" tanya Leo.


"Gak kok." jawabku singkat.


"Lah trus?" tanya Leo.


"Anterin ke kantin dong kak." manjaku.


"Ckck... Manja amat kamu Vik sama Leo." kata Reza.


"Iya tuh, masa ke kantin aja minta dianterin Leo." Dicky.


"Suka hati lah." kataku.


"Hahaha... Iya dah iya, Yo, lo anterin adek gue gih."


"Iya Za." kata Leo.


Leo dan aku pergi ke kantin bersama.


★ERIK★


Saat aku duduk di kursi taman. Tiba-tiba saja Bayu datang dan langsung duduk di sebelahku.


"Woy Rik, gue lihat, lo tadi jalan sama Vika di lorong. Trus, kenapa lo di sini sendirian? Vikanya mana?"


"Itu dia Bay yang jadi masalahnya. Gue tadi tanya Vika, dia mau kemana. Dia bilang ke kelas Leo. Ya udah, gue anterin sampe kelasnya doang. Trus gue di sini deh."


"Oh, di kelasnya ada Leo ya?"


"Iya Bay, ada Reza sama Dicky juga. Gue males kalau ketemu mereka."


"Pantesan aja. Eh iya, lo masih usaha buat deketin Vika?"


"Lebih baik lo mundur aja Rik. Lo jangan deketin Vika lagi. Saingan lo itu Leo. Temen lo sendiri. Masa iya lo tega sama Leo."


"Eh Bay, yang tega itu siapa? Gue apa Leo? Lo gak ngerti sih di posisi gue itu kayak gimana. Makanya lo ngomong gampang banget."


"Justru itu Rik. Gue ngerti banget perasaan lo itu kayak gimana. Makanya gue bilang kek gini."


"Terserah elo lah, capek gue ngomong sama elo. Bukannya dukung gue, lo malah dukung Leo."


"Gue bukannya dukung Leo Rik. Tapi, gue dukung yang benar."


"Tau ah."


Aku langsung pergi dari tempat itu juga. Lama-lama aku sama Bayu. Bisa kesel aku.


"Punya temen kok kayak gitu banget." gumanku kesal.


★VIKA★


Aku, Steva, dan Vio tengah berjalan ke parkiran.


"Vik, kok gue perhatiin nih ya? Lo dideketin sama kak Erik ya?"


"Nah, bener tuh kata Vio. Emang, kak Erik suka ya sama elo?"


"Gue gak tau guys. Tapi yang jelas, kak Erik itu akhir-akhir ini emang lagi deketin gue."


"Kalau menurut gue sih, kak Erik itu suka deh sama elo." kata Steva.


"Iya kalo Stev."


"Vik, jawab jujur ya? Lo itu suka gak sih sama kak Erik?" tanya Vio.

__ADS_1


"Gue gak suka sama kak Erik Vi. Malah nih ya, gue risih sama dia. Entah kenapa, gue mikirnya itu kak Erik datang buat ngeguncang hubungan gue sama kak Leo."


"Wah, gawat juga tuh Vik kalau ampe hubungan elo sama kak Leo terguncang karena kak Erik. Apa gak sebaiknya lo cerita aja masalah ini sama kak Leo? Biar kalian bisa nyelesain masalah ini dengan cepat. Kan jadinya, hubungan lo berdua aman." saran Steva.


"Bener juga tuh saran elo Stev. Okelah, ntar gue omongin sama kak Leo."


"Ya iyalah bener, kan Steva gitu lho."


"Iya dah iya." kataku.


"Dah, jangan bahas itu mah. Males guenya."


"Oke deh."


★LEO★


Selesai aku belajar, hpku berbunyi. Pertanda ada telpon masuk. Aku melihat layar hpku. Tertera nama adek di sana. Aku pun langsung mengangkat telpon itu.


"Hallo dek, ada apa?"


"Hallo kak, kakak sibuk gak sekarang?"


"Kakak gak sibuk kok dek. Kenapa emangnya?"


"Kalau kakak gak sibuk, kakak bisa gak ke rumah adek sekarang? Adek ada perlu nih sama kakak."


"Em.. Ini udah malem adek. Udah jam 20.00 lho. Besok aja gimana dek?"


"Iya juga sih. Ya udah lah, besok kakak ke sini ya?"


"Iya adek, besok kakak ke situ kok. Adek tenang aja."


"Iya kak. Dah dulu ya? Adek mau nonton TV."


"Oke adekku sayang."


★REZA★


Aku sedang menonton TV. Vika datang dari dalam kamarnya. Dia duduk di sebelahku.


"Kak Za."


"Iya Vik, ada apa?"


"Em.. Kak Leo itu sayang gak sih sama aku?"


"Loh, kamu kenapa tanya gitu?" melihat Vika.


"Ya habis, tadi aku telpon kak Leo. Aku suruh dia ke sini, kak Leonya malah bilanh besok aja. Soalnya dah malem katanya." cemberut.


"Astagaa.. Vika Vika, emang yang dibilang Leo itu benar. Ini udah malem. Kan besok dia mau ke sini. Vik, Leo itu sayang banget sama kamu."


"Oh, iya deh kak."


"Kamu gak usah cemberut gitu Vik. Leo itu kalau kesini nyampenya jam 20.30. Trus pasti ntar Leo pulang kemalaman. Kasihan Vik. Makanya Leo gak ke sini."


"Kan bisa nginep kak Za."


"Iya sih, tapikan tetep aja enakan di rumah sendiri Vikaa.. Lagian, Leo sekarang pasti lagi capek."


"Iya juga sih."


"Tuh kamu tau Vik. Kalian berdua intinya saling mengerti aja."


"Iya kak Za."

__ADS_1


__ADS_2