
★
★
★
★
★
KEESOKAN HARINYA
★VIKA★
Aku sedang bersama Leo di ruang tamu rumahku. Kita duduk berdekatan, satu sofa.
"Adek mau ngomong apa sama kakak?" tanya Leo padaku.
"Em.. Gini kak, adek risih kalau kak Erik deketin adek trus. Adek gak nyaman kak. Lagian, adek takut hubungan kita jadi terguncang karena kak Erik." kataku terus terang.
"Iya dek, kakak mikirnya juga kayak gitu. Tapi, kakak bingung harus gimana lagi ngadepin Erik. Dia keras kepala banget dek."
"Iya kak, trus gimana dong? Masa iya adek terus-terusan dideketin kak Erik? Kan adek sayang kakak. Adek gak mau ngecewain kakak."
"Ntar kakak pikirin dek, caranya buat ngehentiin Erik yang terus-terusan deketin adek. Dah, adek tenang aja, itu biar jadi urusan kakak."
"Iya kak Yo. Adek serahin semuanya ke kakak."
"Iya dek, makasih."
"Masama kak."
Reza datang dari dalam rumah. Bersamaan itu juga, Dicky juga datang. Ya, Reza sama Dicky sedari tadi di kamar Reza. Gak tau ngapain aja mereka. Reza dan Dicky langsung duduk di sofa.
"Udah puas lo Yo?" tanya Dicky.
"Puas apa sih Ky?"
"Pacarannya."
"Hahaha.. Kepo lo."
"Iya dah iya."
Tiba-tiba saja Erik datang. Dia langsung duduk di sofa. Tanpa sopan santun sama sekali. Padahal ini bukan rumah dia.
"Eh, sapa yang nyuruh lo masuk hah?" emosi Reza.
"Gak ada." jawabnya singkat.
"Tau sopan santun gak sih lo? Ini tuh rumah Reza. Bukan rumah lo sendiri. Harusnya lo izin dulu." kata Leo.
"Banyak omong lo Yo."
"Et dah, lo nantang gue hah?" emosi Leo mulai memuncak.
"Kagak." jawabnya singkat lagi.
"Sabarr.." Dicky.
"Vik, maen yok?" ajak Erik.
"Gak usah Vik, kamu gak usah maen sama cowok kayak dia. Dia gak baik buat kamu." kata Reza.
"Bener tuh dek. Adek dah tau sendiri kan tadi sifatnya kayak apa? Lebih baik adek jauhi Erik."
"Eh, lo berdua gak berhak ngelarang Vika buat maen ma gue."
"Berhak kok." kata Leo dan Reza barengan.
"Yang gak berhak itu lo Rik. Datang-datang langsung gak sopan. Malah bikin emosi orang aja." tambah Dicky.
"Terserah. Vik, jadi gimana?" tanyanya lembut.
"Aku harus berani sama kak Erik. Karena kalau tidak, kak Erik terus-terusan deketin aku." batinku.
"Vik?" tanya kak Erik.
__ADS_1
"Maaf kak, gue gak mau maen ma lo. Dan gue mohon ma kakak. Kakak jauhi gue sekarang juga. Jangan pernah deketin gue." kataku lembut.
"Tuh, lo denger sendiri kan? Vika itu risih kalau lo deketin dia terus. Lo tuh harusnya nyadar dong. Jangan maksain kehendak lo." kata Leo.
"Bener tuh, jangan egois." kata Dicky.
"Lo bakal nyesel Vik." ancam Erik padaku.
"Mainnya nganceman lo. Kalau berani, sini lo lawan gue." kata Leo.
Erik langsung pergi begitu saja. Bahkan, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Dasar, pengecut lo." kata Leo.
"Dah Yo, biarin aja. Toh, Erik udah pergi." kata Dicky.
"Iya Ky. Lo bener."
★ERIK★
Aku sedang berada di rumah Bayu.
"Ah, sial gue Bay."
"Sial kenapa sih Rik?"
"Vika."
"Dia kenapa?"
"Dia nyuruh gue buat jauhi dia. Risih katanya Leo."
"Ya itu berarti lo gak jodoh sama Vika. Lagian, Vika kan udah jadi milik Leo. Ya pasti lah Vika milih Leo. Kan Leo pacarnya."
"Iya juga sih, tapi gue gak terima Bay. Cinta gue?"
"Udah, lo ikhlasin aja. Sapa tau, lo dapat yang lebih baik dari Vika."
"Ogah ah, males gue. Gue cuma mau Vika. Kalau kali ini gue gagal. Gue bakalan cari cara lagi agar bisa dapetin Vika."
"Udahlah Rik. Lo lupain aja Vika. Cari yang lain."
"Hey Rik, di luaran sana. Masih banyak cewek yang mau sama elo. Dan lo itu tau, kalau cewek itu gak cuma Vika doang."
"Ya, gue tau. Tapi, gue sukanya sama Vika."
"Vika Vika Vika, gak ada kah di otak lo itu selain Vika?"
"Gak ada. Cuma Vika yang gue pikirin."
"Terserah elo lah. Gue capek ngomongin lo."
"Ya. Itu lebih baik."
★VIKA★
Aku sedang berada di kamar Reza. Reza sedang bermain hp. Aku melihatnya.
"Kak Za, katanya dulu kita kapan-kapan mantai lagi. Kapan kak?"
Reza langsung melihatku.
"Kamu masih pingin mantai toh Vik?"
"Iya kak, masih pingin nih."
"Kirain udah enggak."
"Iih, kak Reza mah, gitu deh."
"Hehehe, iya dah iya. Ntar hari minggu kita mantai."
"Hari minggu? Kapan kak?"
"Minggu depan Vik."
"Asyyiikk... Makasih ya kak Za? Kakak baik banget deh."
__ADS_1
"Iya-iya. Tapi, aku ngajak Dicky sama Leo ya? Biar seru gitu."
"Iya kak."
★LEO★
Saat aku sedang rebahan di kamar. Hpku berbunyi, terdengar ada telpon masuk. Aku pun mengangkatnya.
"Hallo Yo."
"Iya Za, ada apa lo nelpon gue?"
"Pacar lo tadi ngajak mantai. Gue bilang minggu depan aja. Lo ikut ya? Biar rame."
"Oh, siap Za. Eh iya, Dicky diajak juga kagak?"
"Diajak lah. Lo kasih tau dia aja ya?"
"Okelah, gue kasih tau dia aja."
"Sip."
Telpon terputus. Aku langsung menelpon Dicky. Tak lama kemudian, telponku diangkat.
"Hallo Yo. Ada apa lo nelpon gue?"
"Minggu depan gue, Reza, ma Vika mau mantai. Lo ikut kagak?"
"Wihh, boleh juga tuh. Itung-itung refresing nih. Sumpek gue di rumah terus. Okelah, gue ikut Yo."
"Sip. Ya udah ya? Gue mau tidur, capek."
"Oke Yo."
★VIKA★
Aku sedang telponan sama Steva.
"Vik, minggu depan kita renang yok. Sama Vio juga."
"Oh, Vio mau renang?"
"Mau aja. Lo mau kagak nih?"
"Aduh, sorry nih Stev, gue gak bisa."
"Gak bisa gimana maksud lo Vik?"
"Gue gak bisa ikut kalian renang."
"Lah, emang kenapa Vik?"
"Minggu depan itu, gue mau mantai sama kakak gue."
"Owalah. Ya udah deh. Gpp kok."
"Lo gak marah kan ma gue Stev?"
"Marah kenapa?"
"Marah karna gue gak ikut lo sama Vio renang minggu depan."
"Ya enggaklah Vik. Gue gak marah kok. Lagian, kan bisa renangnya berdua aja. Gue sama Vio doang. Tentunya tanpa elo."
"Iya juga sih. Bener kan elo gak marah ma gue?"
"Enggak Vikaa.. Gue gak marah sama elo. Dah, lo tenang aja. Santai santai."
"Okelah, thanks ya Stev. Lo udah gak marah sama gue."
"Iya Vik. By the way, lo mantai cuma sama kak Reza aja?"
"Enggak sama kak Reza aja sih. Ada kak Dicky sama kak Leo juga."
"Gue udah tebak. Ya udah, gue do'a in hubungan lo sama Leo langgeng trus."
"Aminn.. Thanks do'anya."
__ADS_1
"Iya Vik."