
"Topik?"
"Iya Ky, topik apa yang akan kita bahas."
"Waduh, sama dong Yo. Gue juga gak punya topik."
"Ah elo mah Ky, ngajak ngobrol tapi gak ada topiknya. Mending juga gue pulang, istirahat. Daripada di sini, main ml capek."
"Hehehe, ya maaf kali yo. Jangan pulang lah, lo nginep aja di sini. Temenin gue. Lo gak kasihan apa sama gue? Gue di rumah sendiri nih."
"Gak, buat apa kasihan ma lo. Orang lo aja gak kasihan ma gue."
"Emang lo kenapa hah Yo?"
"Gue ke sini naik motor, nah, motor gue perlu bensin. Lo apa ganti bensin gue? Gak kan. Itu tuh, harusnya gue yang dikasihani. Dan bukan lo yang gue kasihani."
"Ah elo mah yo. Itung-itungan banget sih jadi orang. Kesel deh gue."
"Biarin."
"Lagian, lo ke sini juga gue gak nyuruh. Lo yang main dateng aja."
"Ya juga sih. Tau ah, gue pulang dulu. Capek gue."
"Gak nginep nih lo Yo?"
"Gak Ky, makasih." berdiri.
"Yakin nih lo gak nginep aja Yo?"
"Yakin Ky, gue pulang dulu."
"Okelah. Hati-hati bro."
"Ya."
Akupun pulang ke rumah.
★REZA★
Selesai aku belajar, aku melihat ranjangku. Di sana ada Vika yang tertidur dengan pulasnya. Aku pun menghampirinya lalu memakaikan selimut. Aku pun pergi ke kamar Vika untuk tidur di sana.
★
★
★
★
★
KEESOKAN HARINYA
★VIKA★
Saat ini aku sedang menikmati suasana taman di sekolahku bersama dengan Leo. Kita duduk berdua di salah satu bangku taman.
"Dek, enak ya di sini suasananya.
"Iya kak, enak banget. Hm.."
"Oh iya, adek gimana tadi pelajarannya?"
"Ya gitu lah kak, susah-susah gampang."
"Emang gitu dek. Tapi adek bisa kan ngerjainnya?"
"Bisa kok kak."
"Syukurlah kalo gitu. Kalau ada yang adek gak ngerti, adek tanya aja ma kakak. Kakak siap kok bantu adek."
"Iya kakak. Makasi."
"Iya dek."
Leo mengelus rambutku. Sembari ia menarikku dalam pelukannya.
★ERIK★
__ADS_1
Aku sedang melihat Leo sama Vika di taman. Tak jauh dari sana, aku pantau mereka. Leo? Yap, dia temenku.
"Hem.. Romantis juga mereka berdua." gumanku.
★REZA★
Dicky datang dari luar kelas. Dia menghampiriku yang duduk di kursi bangkuku sembari membaca buku komik.
"Woy Za, lihat Leo kagak?" Dicky menepuk bahuku.
"Kagak Ky." kataku sembari membaca buku.
"Kemana ya tuh bocah. Main ngilang aja." heran Dicky sembari duduk di bangku sebelahku.
"Ya, mana gue tau Ky (angkat bahu). Emang kenapa lo nyariin Leo?" tanyaku penasaran.
"Gpp sih Za, cuma pingin tau aja."
"Ya ellah, gaje lo Ky. Leo aja lo cari, gak penting amat sih. Nyari tuh yang penting kali."
"Hehe, habis apa yang gue cari Za? Gue kan bingung mau cari apa."
"Ya apa kek, dari pada nyari Leo."
"Hem.." mikir.
"Nyari aja pacar sono. Lo kan jomblo Ky." ceplos ku.
"Ah, masalah pacar mah gue gak perlu nyari Za."
"Kenapa Ky?" heranku melihat Dicky.
"Jodoh udah diatur sama allah. Jadi, gue gak perlu nyari dah. Entar juga jodoh gue dateng sendiri Za. Iya gak?"
"Iya sih Za, tapi nih, kalau lo gak usaha. Jodoh lo diambil orang tau rasa lo."
"Tenang aja, jodoh gak bakalan ke tuker. Gitu Za."
"Terserah lo dah Ky. Gue ngikut aja."
"Hahaha, iya dah Za. Emang harusnya gitu sih."
★VIKA★
Aku merengek-rengek ke Reza minta dianterin ke rumah Leo. Saat ini aku tengah berada di ruang tengah bersama Reza. Reza tengah sibuk bermain hpnya. Ku lihat sih Reza main ML.
"Ayolah kak, anterin aku ke rumah kak Leo." cemberut.
"Emang kenapa sih kamu minta ke rumah Leo Vik?" heran.
"Aku pingin ketemu kak Leo."
"Kan tadi di sekolah udah ketemu Vik."
"Kan itu tadi kak. Aku kan maunya sekarang kakak."
"Aneh deh kamu Vik."
"Ayo lah kak."
"Hem.. Bentar, aku telpon Leo aja biar kesini."
"Iya dah kak. Cepetan."
★LEO★
Aku tengah rebahan di sofa sembari menonton TV. Tiba-tiba saja hpku berbunyi. Aku lihat layar hpku. Tertera nama Reza.
"Ngapain Reza nelpon? Angkat aja deh."
Aku pun mengangkat telpon Reza.
"Hallo Za, ada apa nih telpon gue?"
"Hallo Yo, lo ke sini gih. Vika minta gue anterin ke rumah lo. Tapi gue mager, lo aja yang ke sini."
"Ngapain adek pingin ke rumah gue Za?"
"Katanya pingin ketemu lo. Dah, lo ke sini cepet. Jangan banyak omong."
__ADS_1
"Iya dah iya."
Aku pun langsung berdiri lalu pergi ke rumah adek naik motor. Di tengah perjalanan, timbul ide ku buat beliin adek coklat.
"Ah, beliin adek coklat aja. Pasti dia suka." pikirku.
Aku pun mampir ke indomaret membeli coklat.
★VIKA★
"Udah kak Za? Kata kak Leo apa?" heranku.
"Udah Vik, dia mau ke sini kok."
"Asyikkk..." girangku.
"Seneng banget. Emang kenapa sih mau ketemu Leo? Hayoo ngakuu..."
"Hehehe, pingin ketemu aja kakak."
"Masaa??" gak percaya.
"Iya, gak percaya ya udah."
"Hem.. Iya dah iya."
Sekitar 15 menit kemudian, Leo datang. Dia masuk rumah dan langsung menuju ruang tengah. Dia menghampiri ku. Lalu duduk di sebelahku.
"Kenapa dek? Kok kata Reza pingin ketemu kakak."
"Hehehe, iya kak, adek pingin ketemu kakak aja."
"Masa sih?" gak percaya.
"Iya kakak."
"Ya dah, eh ya, nih kakak beliin kamu coklat." memberiku coklat.
Aku senang banget.
"Wah, makasih ya kak Yo." menerima coklat pemberian Leo.
"Iya dek, masama."
"Adek makan ya kak?"
"Iya dek, makan aja."
Aku pun makan coklatnya.
"Enak dek coklatnya?" tanya Leo.
"Iya kak Yo, enak banget. Kakak mau?"
"Mau, kalau adek gak keberatan sih."
Aku pun memberi coklat ku pada mulut Leo. Coklat yang kuberikan itu coklat bekas gigitan ku lho. Leo pun langsung makan coklat itu. Setelah itu aku ambil coklatnya. Lalu aku makan. Jadi bekas gigitannya Leo juga aku makan.
"Enak kan kak?"
"Iya dek, enak banget coklatnya."
"Ekhem.. Yang romantis-romantisan. Ampe ada orang di sini gak dianggep. Tega amat deh." sindir Reza padaku dan Leo.
"Kak, kayak ada yang ngomong deh. Tapi siapa ya?"
"Iya tuh dek. Siapa ya?"
"Ekhem."
"Hahaha...." tawaku dan Leo puas.
"Bercanda kali Za, jangan marah gitu."
"Iya tuh kak Za, jangan marah ya? Kan cuma bercanda kak."
"Iya dah iya. Gak marah kok. Tapi, agak kesel dikit sih."
"Hehehe, kakak mau coklatnya?" tawarku.
__ADS_1
"Gak ah, bekas Leo tuh coklatnya."