Harga Diri Yang Tak Tergantikan

Harga Diri Yang Tak Tergantikan
Fredi penyelamat Vika


__ADS_3

"Gak lah Vik. Gue gak cemburu kok. Gue cuma mau tau aja gitu."


"Oh..."


"Ya."


★DIO★


Aku tengah berada di depan kelas. Duduk di depan ruang kelas sembari melihat anak-anak yang tengah bermain bola di lapangan. Tiba-tiba saja aku teringat Vika.


"Hem.. Vika lagi apa ya sekarang? Aku pingin ngobrol ma dia. Tapi aku gak boleh deket-deket ma dia. Huh, nasib-nasib. Gini amat sih hidupku."







BEBERAPA HARI KEMUDIAN


★DIO★


Saat ini aku sedang berada di rumahku. Aku sudah janjian bersama Alex untuk membahas soal Vika. Kita berdua sekarang sedang mengobrol.


"Lex, jujur, gue pingin banget setubuh ma Vika."


"Ya, gue juga pingin setubuh ma Vika. Tuh cewek cantik banget dan menggoda iman gue."


"Ya Lex, lo bener banget. Trus gimana nih?"


"Gue gak tau Di, gue udah pernah diperingati sama Reza buat gak deketin Vika lagi."


"Apalagi gue Lex, gue malah diancam masuk penjara kalo ampe deketin Vika lagi ma Reza juga ortunya Vika."


"Loh, kok bisa Di? Setau gue, lo kan temen deketnya Vika. Toh, ortu Vika kan deket juga ma lo." heran.


"Iya Lex, karna waktu itu gue hampir perkosa Vika saat semua orang rumah pergi. Nah, saat di kamar, Vika nendang kaki gue. Gue kan kesakitan tuh. Dia lari, ya gue kejar tuh. Waktu di luar rumah ada ortunya. Ortunya kan tanya kenapa kok lari-larian. Ya gue bohong aja dari pada gue diomelin. Gue jawab aja main kejar-kejaran ma Vika. Nah, si Vika cerita ke Reza, Reza cerita ortunya. Jadinya deh, waktu gue ke rumahnya, gue diomelin ampe mau dilaporin ke polisi. Tapi gak dilaporin. Gue diancem kalo berani ngapa-ngapain Vika lagi. Gue bakal dilaporin polisi. Gitu Lex."


"Owalah... Lo sih **** Di. Harusnya lo bawa Vika ke tempat yang aman. Trus hanya ada lo ma Vika. Kan bakalan sukses kalo gitu."


"Iya Lex, gue nyesel dah gegabah gini. Jadinya gue bingung harus gimana lagi."


"Lo sih Di, gegabah banget."


"Ya, sorry Lex."


"Dah, gini aja, kita buat kesepakatan. Kita bakal adain rencana buat perkosa Vika bareng-bareng. Tapi nunggu waktu yang tepat."


"Oke deh. Tapi gimana kalo Vika lapor ke polisi? Bisa ****** kita."


"Gampang, setelah kita perkosa Vika. Kita buat dia amnesia. Biar dia lupa ma kejadiannya. Dan kita hilangin semua barang bukti. Gitu kan beres."


"Hem... Iya juga sih. Pinter juga lo Lex."


"Iyalah, Alex gitu lho."


"Ya ya ya, okelah."


★VIKA★


Aku lagi ada di taman bersama Fredi.

__ADS_1


"Vik, lo punya pacar gak?"


"Enggak, kenapa emangnya?"


"Gpp sih. Cuma tanya aja. Gue takut kalo ada yang marah ma gue. Kan sekarang kita lagi di taman."


"Oh, gak kok. Gak ada yang marah."


"Em.. Vik, tipe cowok lo tuh yang kayak gimana sih?"


"Emang kenapa nanya gitu?"


"Ya gpp sih. Gue pengen tau aja."


"Oh, tipe cowok gue tuh yang bisa melindungi, menyayangi, perhatian, dan tentunya setia ma gue."


"Oh."


"Iya."


"Eh, udah malem nih. Yuk kita pulang."


"Yuk."


Aku pulang diantar Fredi naik motor. Saat di perjalanan, ada dua cowok yang menghentikan kita. Aku melihat mereka, ternyata mereka berdua Dio dan Alex. Aku dan Fredi pun turun dari motor. Menghampiri mereka.


"Kalian siapa?" tanya Fredi.


"Kenalin, gue Alex."


"Gue Dio."


"Oh. Gue Fredi. By the way, ada apa nih? Kok kalian ngehentiin kita." Fredi.


"Kita hanya ingin Vika." Dio.


"**** lo, gue ma Dio ingin nyetubuhi Vika. Jadi, serahin Vika sama kita." perintah Alex.


"Kurang ajar lo Di, Lex. Kalian emang udah pada gila. Kan masih ada cewek psk lain. Dan gue bukan psk." marahku.


"Hehe, santai aja dong. Kita juga bakal bayar lo kok." Alex senyum mesum.


"Iya tuh, berapa sih uang yang lo minta? Kita berdua bakal kasih kok. Lo tinggal sebutin aja nominalnya. Iya kan Lex?"


"Iya Di, lo bener banget."


"Enak aja lo berdua. Vika ini bukan cewek bayaran. Dan gue, gue gak ngebolehin lo berdua nyetubuhi Vika."


"Wesheh, lo siapa emang hah? Sadar diri dong." Alex.


"Gini deh, lo juga ikut nyetubuhi Vika deh. Gimana?" tawar Dio.


"HAAHH? (kaget) Fredi, jangan mau." kataku.


"Hem, bagus juga tuh tawarannya. Gue juga pengen sih nyetubuhi Vika. Toh, cewek secantik ini sapa sih yang gak bisa nolak? Hanya orang bodoh yang mau nolak." batin Fredi.


"Hmm..."


"Ayo lah bro (nepuk bahu Fredi), gue yakin lo mau terima tawaran kita." Alex.


"Sapa sih yang mau nolak? Gue yakin lo pasti mau bro."


"Fre, jangan mau terima tawaran mereka." kataku was-was.


"Hem.. Kayaknya gue ada rencana nih. Oke deh, gue ikutin aja rencana gue." batin ku.

__ADS_1


"Tenanglah Vik, gue gak bakal mau."


"Lo yakin?" tanya Dio.


"Ya, gue yakin. Kenapa hah? Kalian gak suka?"


"Iya jelas lah kita gak suka. Lo nolak tawaran kita." Alex.


"Okey kalo itu kemauan lo Fredi. Kita berantem. Sapa yang menang, maka dia berhak untuk itu." Dio.


"Okey, kalo lo berdua kalah. Lo harus pergi dari kehidupan Vika. Tapi kalo gue kalah, lo boleh nyetubuhi Vika dan gue gak bakal ganggu kalian. Deal?"


"Deal." kompak.


"Apa-apaan ini Fre? Gue gak mau jadi taruhan." gak percaya.


"Vik, tenanglah. Bukan itu yang gue maksud."


"Trus apa?"


Aku diajak Fredi menjauh dari mereka.


"Saat gue berantem, lo harus pergi jauh dari sini. Karna ini rencana gue buat nyelametin elo."


"Tapi..."


"Gak usah tapi-tapi an. Dah, nih kunci motor gue." memberiku.


"Tapi Fre, gue gak tega kalo harus ninggalin lo."


"Udah lo ikutin aja apa yang gue suruh."


"Iya deh Fre." pasrah.


Ku lihat Fredi, Dio, dan Alex berantem.


"Maafin gue Fre."


Dengan berat hati aku pun langsung naik motor, dan pergi dari tempat itu tanpa mereka sadari.


"Fre, maafin gue dah ninggalin lo."


★FREDI★


BUGG..


BUGG..


BUGG..


"Yeah, kalian berdua kalah. Jadi, kalian harus anterin gue pulang."


"Okey, okey kita anterin lo pulang." Dio.


"Gue akuin lo memang hebat Fredi." Alex.


"Yah, memang gue hebat. Dan gue ingetin ma lo berdua. Lo jauhi Vika mulai sekarang."


"Okey, sesuai perjanjian tadi. Kita bakal jauhin Vika." Alex.


"Iya tuh, dan kita gak bakal gangguin hidup Vika lagi."


"Oke, bagus dah kalo gitu. Sekarang anterin gue pulang." suruhku.


"Iya."

__ADS_1


Aku pun pulang dibonceng Dio naik motor. Alex mengikuti kita naik motornya juga.


__ADS_2