
Chapter 10
Sebulan kemudian
Tak terasa aku
sudah sudah sebulan di london dan selama itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya,
semoga harapanku terkabul untuk tak pernah bertemu dengannya sampai proyek
selesai. Untuk proyekku masih tahap penyusunan belum sampai ke tahap yang bisa
kutinggalkan begitu saja.
Pagi hari
seperti biasa aku ke kantor dengan mengendarai mobilku sendiri, awalnya
asistenku tak memperbolehkan aku mengemudi, tapi dengan alasan yang masuk akal
akhirnya dia menyerah, sudah sebulan aku mengendarai mobilku sendiri.
Setelah sampai
di ruanganku aku memanggil asistenku untuk memulai meeting untuk membahas
masalah proyek ke tahap selanjutnya.
Tut..
tut..tut..tut..
‘’ halo nona
ada yang bisa ku bantu?’’
‘’ segera
kumpulkan team kita akan membahas tahap selanjutnya’’ kataku pada stella
‘’ baik nona, 5
menit lagi ruang meeting siap’’
‘’ ok’’
Setelah 5 menit
berlalu aku langsung menuju ruang meeting yang tak jauh dari ruanganku,
‘’ selamat
pagi, apa semua nya hadir?’’
‘’ selamat pagi
nona’’ jawab team ku serempak
‘’ semua sudah
lengkap nona’’ kata stella
‘’ baik mari
kita mulai saja kalau begitu’’
__ADS_1
Aku dan teamku
mulai saling melemparkan pendapat dan ide untuk tahap selanjutnya, dari luar
ruangan aku bisa melihat CEO perusahaanku berjalan, dia berhenti sejenak dan
berlalu masuk ke ruangannya.
3 jam pun
berlalu dengan hasil yang memuaskan, kulangkahkan kakiku menuju ruanganku untuk
memilih 1 dari ide mereka, tak lama pintu ruanganku di ketuk
Tok tok
‘’maaf nona,
bos memanggil anda untuk melaporkan hasil proyek sudah sampai mana’’ kata
stella
‘’ bolehkah
kamu yang datang ke ruangan pak matthew stell? Karna aku lagi sibuk mencari
salah satu ide dari team. Bolehkah kamu membantuku stell?’’ kataku sambil
menatap berkas-berkas yang di atas mejaku
‘’ maaf nona,
saya tidak terlalu mengerti dan kata bos anda sendiri yang di suruh langsung ke
ruangannya’’ sambil berjalan ke luar dari ruanganku
teriakku sambil melempar kertas yang kupegang
‘’Kenapa mesti
sekarang sih aku ketemu dia , huh’’ sambil menarik nafas panjang aku berjalan
ke luar dari ruanganku menuju ruangan CEO
Tok tok
‘’ masuk’’
katanya
Aku berjalan
masuk ke ruangannya, yang dominasi putih dan furniture warna coklat dan tak
sengaja aku melihatnya yang sedang membaca berkas-berkas di atas mejanya.
‘’ ini pak
laporannya, untuk detailnya sudah lengkap di dalam berkas ini pak’’ kataku
sambil berjalan ke mejanya menyerahkan berkas
‘’ baiklah,
apakah ada kesulitan dalam proyek ini’’ katanya sambil membuka berkas yang tadi
__ADS_1
kubawa
‘’ untuk saat
ini semuanya lancar pak’’ kataku singkat
‘’ oke, dan
tadi waktu meeting kamu dan team bahas apa?’’ katanya lagi padaku
‘’ ohh, tadi
kami bahas apakah dalam pemasaran kali ini kita harus memberi gift pada pembeli
produk pertama dan beberapa dari team ada memberi masukan yang masih saya harus
seleksi dulu pak, untuk mencari apakah ada efek negatif atau positif dalam
proses penjualannya’’ jawabku sambil menjelaskan
‘’ setelah kamu
selesai mencari semua itu, bisa kamu serahkan laporannya terlebih dahulu
sebelum mengambil keputusan?’’
‘’ baik pak,
masih ada lagi pak?’’ tanyaku sambil melirik jam yang sudah menunjukkan waktu
makan siang
‘’ cukup’’
sambil menutup berkas yang dibuka nya tadi dan menyerahkannya kembali padaku
‘’ kalau begitu
saya undur diri pak’’ sambil mengambil berkas yang ada di tangannya
‘’ sya, apakah
kau masih mengingatku?’’ tanyanya tiba-tiba
‘’ hah?’’ aku
langsung menatap matanya tajam
‘’ maaf permisi’’
pamitku padanya
Kulangkahkan kakiku
keluar dari ruangannya tapi sebelum aku mencapai pintu ruangannya, dia meraih
tanganku dan langsung memelukku dari belakang langkahku terhenti. Jantungku terasa
berhenti berdetak. Dan seolah waktu juga berhenti berjalan.
tampilan seolah seperti ini
happy reading,,,
__ADS_1
semoga syukakk dengan chapter ini jangan lupa like dan komen yah
tarakimash