
Chapter 31
Pov Zavier Raffasyah
Alexander
Sebulan kemudian
tak ada tanda-tanda untuk bangun dari tidur panjangnya.
Yah tak lain
adik yang sangat kusayangi ini, dia masih terlelap dalam tidurnya seperti putri
tidur. Semenjak syakif koma mommy dan daddy memilih tinggal di sini sampai
syakif sadar dari komanya.
‘’ dek begitu
banyak orang yang menunggu bangun, bangunlah sayang. Kami semua membutuhkanmu’’
kataku padanya
Yah, sekarang
aku berada di ruangan syakif di rawat kami semua menungguinya bergantian .
Tapi tiba-tiba
mesin deteksi jantung syakif berbunyi masuklah para perawat dan dokter segera
menangani syakif
‘’ dokter
tolong adik saya’’ teriaku di dalam ruangan tak lama masuklah mommy daddy dan
dabio yang masih setia
Tampak dokter
masih mencoba menlong syakif
’ princess
kembalilah sayang’’ kata daddy terisak
‘’ sayang
kembalilah kumohon jangan pergi’’ kata dabio terisak
‘’ dek jangan
tinggalin kakak sendiri kumohon’’ kataku terisak
‘’ sayang mommy
di sini nak, mommy tak akan meninggalkanmu sendiri lagi kembalilah nak’’ teriak
mommy yang histeris
Tiba-tiba
dokter berhenti dan menggeleng tanda syakif sudah tak bisa di tolong lagi
‘’ tidak..
__ADS_1
tidak dekk jangan tinggalin kakak dekk kakak mohon kembalilah dek’’ kataku
mendekati tubuh syakif
‘’ sayang
kumohon bangunlah, kumohon jangan tinggalin aku sendiri seperti ini’’ kata
dabio terisak
Tampak perawat
ingin menutupi tubuh syakif tapi di tahan oleh mommy
‘’ stop.. anak
saya masih hidup masih hidup’’ teriak histeris mommy dan langsung jatuh tak
sadarkan diri segera daddy menahan tubuh mommy dan meminta bantuan perawat
untuk membaringkan mommy di sofa
‘’ nak lihatlah
mommy begitu terpukul mendengar kepergianmu, bangunlah nak daddy mohon’’ kata
daddy
Dengan keajaiban
tuhan tiba-tiba denyut jantung syakif kembali berdetak
‘’ dokter
jantungnya kembali lagi’’ teriak daddy
‘’ kesayangan
sambil mencium puncak kepala syakif
Dokterpun berjalan
mendekati syakif dan memeriksanya kembali
‘’ sungguh
sebuah keajaiban nona syakif akhirnya kembali pada kita lagi pak’’ jelas dokter
pada kami
Kulihat dabio
bernafas lega, begitupun dengan daddy
‘’ terima kasih
dek, terima kasih tak meninggalkan kami’’ kataku mencium puncak kepalanya juga
‘’ terima kasih
sayang’’ kata dabio juga mencium keningnya dan tangan syakif
‘’ syakif
kembali ‘’ kataku pada dabio berpelukan
‘’ yah kak, dia
__ADS_1
tak akan meninggalkan kita’’ jawabnya dengan suara paraunya
Tak lama
setelah denyutnya kembali tiba-tiba tangan syakif bergerak kamipun berteriak
memanggil dokter
‘’ dokter
tolong, tangan adik saya bergerak’’ teriakku pada dokter
Masuklah lagi
dokter dan memeriksa kembali syakif
‘’ syukurlah,
nona akan sadar sebentar lagi’’ jawab dokter
Kami pun
bernafas lega, hanya mommy yang belum mendengar kabar syakif karena masih shock
sebelumnya
Tak lama
kemudian syakif membuka matanya dan melihat sekeliling
‘’ h..a..u..s’’
katanya lirih
Segera dabio
mengambilkan air dan membantunya minum
‘’ dek kamu
lihat kakak kan?’’ tanyaku padanya dan dia segera menganggukkan kepalanya
‘’ biarkan
pasien beristirahat dulu pak karena pasien baru sadar, jangan buat dia
kelelahan’’ kata dokter berlalu pergi
tunggu episode selanjutnya
terima kasih telah setia membaca
novel pertama saya dengan judul ''HARUSKAH MEMAAFKANMU?''
terima kasih atas supportnya selama
ini
terima kasih kepada suami karena
telah mendukung saya dalam menulis
terima kasih juga pada seluruh pembaca setia
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE
KAMSMIDA /TARAKIMASH
__ADS_1
;-)