
Chapter 14
Keesokan harinya,
aku bersiap untuk menemui dokter karna hasilnya sudah keluar.
‘’ pagi dokter,
gimana hasilnya dokter’’ tanyaku mulai tak sabar
‘’ pagi pak
zavier, iya hasilnya sudah keluar dan dugaan saya ternyata benar adik anda
menderita sklerosis ganda. Seperti yang kemarin saya jelaskan pada pak zavier
kemarin’’
‘’ apakah penyakit
ini berbahaya dok? Dan kenapa sampai saat ini adik saya belum sadar dok?’’
‘’ untuk
penyakit ini masih tingkat awal kami bisa mencegahnya untuk kambuh tapi untuk
penyembuhannya belum ada saat ini, saya memberikan obat penenang untuk adik
anda karna kemarin dia sempat menyebut-nyebut nama anda berulang-ulang’’
‘’ apa proses
yang harus dilalui adik saya dokter?’’
‘’ karena
penyakit adik anda masih tahap awal kita hanya bisa mencegahnya dengan obat
pak, dan apabila tubuhnya menolak obat yang di konsumsi kita akan mencegahnya
dengan kemoterapy pak, saya sarankan anda dan keluarga harus menjaganya agar
tidak stress dan kelelahan pak’’ kata dokter
‘’ baik dokter,
saya percaya dengan kinerja anda lakukan apapun dengan kesembuhan adik saya. Biaya
tak jadi masalah buat kami dok’’ kataku sambil meninggalkan ruangan dokter
Aku berjalan
kembali di sebuah lorong dengan menyalakan sebatang rokok yang bisa membuatku
berpikiran jernih.
‘’Sebagai kakak
aku telah gagal menjaganya’’ kataku pada diriku sendiri sambil menjambak
rambutku dan berlalu ke kamar adikku untuk melihatnya.
__ADS_1
Perlahan kubuka
pintu kamar adikku dan berjalan mendekat di tempat tidurnya
‘’ dekk maafkan
kakak dek, tak bisa menjagamu. Kakak mohon cepatlah sembuh agar kakak bisa
menebus semua kesalahan kakak yang tak bisa menjagamu dek’’ kataku sambil
menggenggam tangannya.
Perlahan tangan
yang tadinya diam saat kugenggam kini bergerak aku segera memanggil perawat dan
dokter untuk memeriksanya. Tak lama merekapun datang dan segera memeriksa
keadaan adikku.
‘’ Pasien sudah
siuman dan dalam keadaan baik-baik saja, hanya untuk sekarang tubuhnya lemah. Tolong
berikan makanan yang halus dan tidak terlalu keras yah pak’’
‘’ baik dok
terima kasih’’
Pov Syakifah
Natasyah Alexander
terbangun mendengar suara kak zavier yang samar-samar memanggilku dan terasa
menggenggam tanganku erat. Mataku terasa berat untuk membukanya, akupun
berusaha menggerakan tanganku sekuat tenaga agar kak zavier bisa merasakan aku
sudah bangun dari tidurku.
‘’ dekk kamu
sudah bangun?’’ kata kak zavier aku hanya bisa mengedipkan mataku dan mengagguk
lemah padanya.
‘’ dek kamu mau
minum?’’ akupun langsung mengaggukan lagi kepalaku, lalu kak zavier
mengambilkan aku minum dengan cepat membantuku minum
‘’ kamu lapar
dek?’’ aku langsung menggeleng mengatakan dan menutup mataku kembali tertidur.
Melihatku menutup
mata kak zavier tidak memaksaku lagi
__ADS_1
‘’ dek tidak
lama lagi mommy dan daddy akan datang cepat sembuh princess ku’’ katanya sambil
mencium puncak kepalaku dan keluar dari kamarku entah apa yang akan
dilakukannya
Aku melihat kak
zavier dengan penampilan yang berantakan bukan seperti dia biasanya, akupun
ingin bertanya tapi mulutku terasa seperti terkunci dan enggan terbuka. Karna tak
bisa melakukan apa-apa akupun tertidur hingga malampun tiba.
Samar-samar
kudengar langkah kaki datang menghampiriku, akupun segera membuka mataku dan
ternyata mommy dan daddyku datang langsung memeluk dan menciumku. Akupun menangis
merindukan pelukan hangat mereka.
‘’ nak kamu
kenapa bisa seperti ini?’’ kata mommy padaku namun aku hanya diam
‘’ princessnya
daddy kok bisa sakit sampai begini sih?’’ kata daddy lagi padaku dan langsung
dijawab oleh kak zavier
‘’ dad mom,
princess belum bisa bicara, dia masih lemah. Biarkan dia istirahat dulu yah ayo
kita keluar dulu ada yang ingin kukatakan dad mom’’ katanya mengajak mommy dan
daddy keluar tapi aku menarik tangan mommy dan menggelengkan kepalaku
‘’ baiklah
mommy akan menemanimu di sini sayang’’ kata mommy lembut sambil mengelus
kepalaku dan kembali duduk di sampingku
hiks hiks
sedih authornya buat cerita ini ampe nangis nangis buatnya
smeoga syukak yah
jangan lupa like nya serta tip nya
wkwkw
__ADS_1
thank readers