
Chapter 22
30 menit
kemudia kak zavier masuk ke kamar ku bersama dengan dokter dan langsung
memeriksa kondisi tubuhku.
‘’ nona
bagaimana perasaan anda sekarang?’’ tanya dokter bryan
‘’ sudah lebih
baik dokter’’ kataku
‘’ baiklah,
anda boleh keluar hari ini tapi tolong jaga kondisi kesehatan anda nona,
usahakan mood anda baik terus yah. Jangan biarkan kesedihan mengalahkan
kesehatan anda nona.’’ Kata dokter bryan dan kujawab dengan anggukan
Setelah dokter
meninggalkan kami, kak zavier mulai mengemas pakaianku dan dabio membantuku
bersiap untuk pulang ke rumah.
‘’ dabio kamu
juga ikut ke rumah yah, dan nginap di rumah’’ kata kak zavier dan dabio
langsung melirikku meminta persetujuan dariku.
‘’ baik kak,
jika tak merepotkan saya bisa kok menginap di hotel ‘’ katanya
‘’ tidak boleh,
buang-buang uang kamu. Walau banyak uang kita harus belajar sederhana’’ kata
kak zavier yang mulai menceramahi dabio
‘’ kakak udah
deh, jangan mulai lagi. Dabio akan menginap di rumah kita, dan kamu bio ngga
ada yang akan merepotkan kok. Hitung-hitung temenin aku jalan-jalan selama kak
zavier ke kantor’’ kataku dan di jawab anggukan oleh dabio
Selesai
berkemas dan aku berganti pakaian santai, kak zavier langsung mengurus
administrasi untuk kepulanganku.
Tak lama kak
zavier datang dengan membawa kursi roda.
‘’ ini untuk
apa kak?’’ tanyaku sambil menunjuk kursi roda yang dibawanya
‘’ untuk kamu
lah dek, masa untuk dabio sih’’ jawab kak zavier kesal melihatku
‘’ akukan masih
bisa jalan sendiri kak’’ jawabku tak mau kalah
‘’ udah deh,
mau pulang ngga dek?’’ tanya kak zavier dan tiba-tiba dabio menggendongku
langsung duduk di kursi roda
__ADS_1
‘’ nah bagus
dabio’’ kata kak zavier lagi dan aku hanya mengerucutkan bibirku
Sesampainya di
parkiran kak zavier meminta dabio mengemudikan mobilnya kembali ke rumah
Satu jampun
berlalu akhirnya kami sampai di rumah dan di sambut oleh para maid serta daddy
and mommy
‘’ selamat
datang princess’’ sapa daddy padaku yang langsung memelukku dan mencium puncak
kepalaku
‘’ thanks dad’’
kataku membalas pelukan daddy
‘’ adduh kalau
udah ketemu daddy, mommynya di lupain. Aduhh sedih rasanya punya princess tapi
tak mengingat jika bersama daddy’’ celetuk mommy dan aku langsung berhambur
kepelukannya
‘’ ckck mommy mah bisa aja, mana mungkin aku
melupakan orang yang melahirkan princess ini sih. Mommy ada-ada saja’’ kataku
sambil menggelengkan kepala karena sedari dulu mommy selalu cemburu jika aku
berpelukan lama dengan daddy
Kak zavier yang
menggeleng-gelengkan kepala jika drama keluarga di mulai. Sedangkan dabio? Jangan
di tanya lagi dia hanya melongo melihat tingkah kami. Yah karena dabio tau
kalau daddy adalah seorang menteri yang otomatis punya wibawa kepemimpinan yang
disiplin dan sekarang dabio melihat daddy 180 derajat berbeda sikapnya. Aku yang
melihatnya langsung menghampiri dabio
‘’ daddy emang
begitu orang nya kok, aku tau apa yang ada dipikiranmu bio’’ bisikku padanya
dan hanya di balas dengan anggukan
‘’ apa kalian
sudah makan nak?’’ tanya mommy pada kami yang duduk di ruang tamu
‘’belum mommy’’
jawab zavier dan mommy langsung ke dapur memberitahu para maid untuk menyiapkan
makan siang
‘’ tunggu
sebentar nak, masih di siapkan para maid di belakang’’ kata mommy dan di balas
anggukan oleh kak zavier
‘’ dab kamu
masukin aja dulu ke kamar barang-barang ini. Di sini banyak kamar kosong kok’’
kata kak zavier dan dabio langsung berdiri
‘’ tolong antar
__ADS_1
dabio ke samping kamar syakif yah pak’’ kata kak zavier pada asistennya dan
segera berlalu pergi ke lantai atas
‘’ sya apa kamu
sudah menghubungi aaron’’ ucap daddy pelan dan ku balas dengan anggukan
‘’ apa kamu
sudah tau aaron sekarang sudah tunangan?’’ tanya kak zavier hati-hati dan
kubalas lagi dengan anggukan
‘’ apakah kamu
sakit hati nak?’’ tanya mommyku dan kujawab dengan gelengan
‘’ lalu kenapa
sedari tadi kamu tak berbicara dek?’’ tanya kak zavier lagi
‘’ aku memang
hanya menganggap aaron sebagai sahabat kak tidak lebih dari itu, aku selalu
berusaha belajar mencintainya tapi tak pernah bisa. Kakak tau sendiri aku
sangat-sangat mencintai dabio’’ jawabku sambil meminum jus jeruk kesuakaanku
‘’ baguslah
princess, keluarga kita memang tak bisa bersatu dengan keluarganya nak’’ kata
daddy yang tau kalau mommy aaron tak pernah suka padaku
‘’ kok bisa
dad?’’ tanyaku
‘’ karena dulu
mommy nya aaron pernah di jodohin sama uncle zeon tapi karna waktu itu uncle
zeon mencintai aunty serena, akhirnya perjodohan batal karena aunty serena bisa
mengambil hati opa dan oma’’ jelas daddy pada kami
‘’ tapi kenapa
mommy aaron membenci syakif dad? Apa hubungannya perjodohan batal dengan syakif
‘’ keluhku
‘’ yah, mungkin
mommy aaron masih sakit hati sama keluarga kita, karena emang dulu setau daddy
sih mommynya aaron juga cinta sama uncle zeon. Daddy sih ngga tau bener apa
engga’’ kata daddy acuh
‘’ sudah-sudah
ngga usah ceritain masa lalu. Yukk kita makan siang dulu, zavier panggil dabio
untuk makan siang bersama’’ kata mommy dan aku dibantu daddy ke meja makan
sedang kak zavier memanggil dabio di kamarnya
maaf readers beberapa hari ini ngga update karena kebanjiran jadi harus beresin dulu kerjaannya baru bisa tenang nulis
thanks udah setia baca karya pertamaku
jangan lupa like dan komentnya yah
tarakimash
__ADS_1