
Chapter 29
Pov dabio
matthew
Melihat syakif
terbaring lemah dengan bantuan alat-alat agar bisa melanjutkan hidupnya hatiku
terasa sakit.
‘’ tuhan biar
aku saja yang merasakan sakit itu, melihatnya seperti ini hatiku terasa
tertusuk oleh sebilah pisau’’ kataku dalam hati
4 jam setelah
menunggu akhirnya perawat menghampiri kami
‘’ selamat sore
pak, ini kami akan memindahkan nona syakif ke ICU, tapi di dalam hanya bisa
satu orang yang menjaganya’’ kata perawat dengan hati-hati
‘’ silahkan
pindahkan adik saya sus’’ kata kak zavier
Segera setelah
mendengar kak zavier setuju para perawat memindahkan syakif dan kamipun
mengikuti dari belakang. Tampak kak zavier sudah kelelahan dan masih terlihat
syok
‘’ kak
pulanglah istirahat, biarkan saya yang menjaga syakif kak’’ kataku lembut pada
kak zavier
‘’ baiklah,
saya titip syakif sebentar. Malam lagi kita bergantian yah’’ katanya dan ku
jawab dengan anggukan segera
Setelah kak
zavier pergi aku masuk menemui syakif tampak perawat masih memeriksa alat-alat
yang dipasangkan ke tubuh syakif.
‘’ sayang
apakah kamu mendengarkanku?’’ tanyaku pada syakif sambil menggenggam tangannya
tapi masih tak ada jawaban
‘’ sayang
apakah kau tau kemarin adalah hari bahagia yang pernah kurasakan setelah sekian
__ADS_1
lama kita berpisah karena kesalahpahaman’’ kataku lagi
‘’ sayang
kumohon bangunlah, apa kau tak bisa melihat kak zavier begitu terpukul
mendengar kamu tak sadarkan diri, sayang.. kumohon bangunlah demi aku, kak
zavier daddy dan mommymu’’ kataku terisak tapi masih tak ada respond
Pov syakifah
Natasyah Alexander
Aku bermimpi
berada di antara bunga-bunga yang cantik dan begitu banyak pohon tapi tak jauh
dari taman ada sebuah rumah yang sangat cantik. Aku berjalan mendekati rumah
itu kulihat seorang wanita paruh baya sedang menanam bibit bunga baru.
‘’ permisi’’
kataku karena ingin melihat wajahnya
Wanita paruh
baya itupun berbalik
‘’ nenek’’
kataku sambil memeluknya
‘’ kenapa kamu
bisa ada di sini sasyah’’ kata nenek terkejut melihatku
sangat sangat merindukanmu’’ kataku yang tak melepas pelukanku
‘’ sasyah
kenapa bisa sampai disini sayang? Ini tempat yang tak boleh dimasuki oleh
siapapun’’ jawabnya sambil membimbingku duduk di kursi taman
‘’ sasyah engga
tau nek, tiba-tiba aja sasya ada di sini dan melihat nenek’’ jawabku sambil bersandar
di pundak nenek
‘’ sasyah
pulang yah sayang, ini bukan tempat yang seharusnya kamu berada sayang’’ kata
nenek membelai rambutku dan segera kujawab dengan gelengan
Aku memang
sangat merindukan sosok nenek dari daddyku hanya dia yang selalu ada sewaktu
daddy dan mommy sibuk diluar kota. Neneklah yang menemaniku bermain dan
tempatku bermanja.
‘’ nenek biarkan
__ADS_1
sasyah di sini sebentar yah’’ bujukku pada nenek
‘’ tidak
sayang, kamu tidak boleh terlalu lama di sini’’ jawab nenekku
‘’ tapi nek
sasyah ingin bercerita banyak sekali pada nenek’’ jawabku tak mau kalah
‘’ dasar anak
ini tak pernah berubah sama sekali’’ kata nenek sambil mencubit hidungku
gemmesh
‘’ ahh nenek’’
jawabku manja
‘’ baiklah
katakan apa yang sasyah ingin katakan, setelah bercerita sasyah pulang yah nak,
kasian daddy dan mommy nanti mencari sasyah’’ bujuk nenek padaku dan segera ku
anggukkan kepalaku
‘’nenek apa kau
tak merindukanku?’’ tanyaku
‘’ nenek sangat
merindukan cucu kesayangan nenek ini’’ jawab nenek membelai rambutku
‘’ kalau nenek
merindukan sasyah kenapa nenek selalu menyuruh sasyah pergi dari sini?’’
tanyaku sambil memanyunkan bibirku ke depan
‘’ bukan begitu
nak, karena nenek sangat menyayangimu makanya nenek menyuruh kamu pergi nak,
karena ini bukan tempat seharusnya kamu berada di sini nak’’ jawab nenek
‘’ tapikan
sasyah rindu nenek, butuh pelukan hangat nenek’’ jawabku tak mau kalah
‘’ iya nak,
nenek juga rindu memeluk sasyah, mendengar cerita sasyah, tapi nenek tak ingin
melihat sasyah menangis karena meninggalkan mommy daddy dan kak zavier nak. Mereka
pasti menunggumu di sana’’ jawab nenek berusaha menjelaskan
‘’ tapi nek...’’
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE
__ADS_1
KAMSMIDA /TARAKIMASH
;-)