Haruskah Memaafkanmu?

Haruskah Memaafkanmu?
Episode 13


__ADS_3

Chapter 13


Sesampai dibandara aku langsung chek in untuk berangkat ke ausi sidney perjalanan yang


lumayan lama sekitar 22 jam 40 menit dengan sekali transit, didalam pesawat aku


mengingat semua ucapan bio padaku, akupun kembali menangis dan sadar aku


tertidur.


Setelah 22 jam 40 menit aku dalam pesawat badanku terasa lemah dan kepalaku pusing, beruntung


kak zavier sudah lama menungguku di bandara. Kulangkahkan kakiku keluar mencari


keberadaan kak zavier.


‘’ dekk ‘’


sambil melambaikan tangannya agar aku bisa melihatnya


‘’ kakak huhu ‘’


aku memeluknya dan kembali menangis perlahan penglihatanku mulai buram dan tak


lama aku jatuh di pelukan kak zavier


‘’ dekk dekk


sadar dekk’’ sambil menggendongku ke mobil dan membawaku ke rumah sakit


Setibanya di


rumah sakit kak zavier memanggil dokter agar segera memeriksaku


Pov Zavier Raffasyah


Alexander


‘’ dokter,


suster tolong adik saya ‘’ kataku sambil teriak panik


‘’ silahkan tunggu


di luar yah pak, agar kami bisa memeriksa adik anda’’ kata suster menenangkan


‘’ baiklah,


tolong adik saya sus’’ kataku sambil menunggu di luar ruangan


Aku meraih


handphoneku untuk mengabari mommy dan daddy keadaan syakif


Tut.. tut..


tut.. tut..


Tak di angkat


oleh mommy, aku langsung mendial nomer daddy


Tut.. tut..


‘’ halo nak’’

__ADS_1


kata daddy


‘’ daddy syakif


ada di sidney bersamaku, dan tadi pada saat menjemputnya di bandara dia pingsan


dad’’ kataku


‘’ hah? Adik kamu


sakit apa? Sudah telpon mommy nak?’’ kata daddy panik


‘’ sudah dad


tapi ngga di angkat, syakif lagi di periksa sama dokter dad, semoga anak manja


daddy ngga kenapa-napa’’ kataku berusaha menenangkan daddy yang mulai panik


‘’ oke nak,


jaga adikmu yah daddy akan segera pulang ke rumah menjemput mommymu untuk


segera ke sana, tunggu kami nak’’ kata daddy langsung menutup panggilannya


Tak lama dokter


ke luar dari ruang dimana syakif berada akupun langsung berdiri


‘’ gimana adik


saya dokter?’’ tanyaku


‘’ saya ingin


melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada adik anda pak, mohon segera mengurus


adik anda’’ kata dokter itu


Akupun segera


ke bagian administrasi untuk mengurus segala keperluannya. Setelah selesai


mengisi formulirnya, aku langsung menuju ruangan yang dimana adikku berada.


‘’ tuhan semoga


adikku tak kenapa-napa’’ kataku dalam hati


Suster datang


menghampiriku dan menyuruhku segera ke ruangan dokter yang menangani syakif


Tok.. tok..


‘’ masuk’’ kata


dokter itu


‘’ gimana


keadaan adik saya dokter?’’ tanyaku


‘’ adik anda


saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja pak’’ kata dokter

__ADS_1


‘’ ada apa


dengan adik saya dokter?’’


‘’ apakah adik


anda sering pingsan seperti ini pak?’’


‘’ tidak


dokter, kecuali kalau dia habis menangis pasti akan langsung pingsan atau


tertidur dok’’ kataku


‘’ saya


mencuriga adik anda memiliki penyakit sklerosis ganda atau penyakit autoimun


yang menyerang lapisan saraf. Hal ini dapat mempengaruhi otak dan sumsum tulang


belakangnya. Ini hanya perkiraan saya, kita tunggu hasil dari tes kesehatan


adik anda pak’’ kata dokter


‘’ baik dokter,


semoga apa yang dokter katakan tidak ada pada adik saya dokter, karna keluarga


kami biasanya melakukan tes kesehatan 6 bulan sekali dok’’


‘’ penyakit


autoimun tidak mudah untuk di deteksi pak, sebaiknya kita tunggu hasilnya


mungkin besok sudah bisa keluar’’


‘’ baik dokter


saya permisi ingin melihat adik saya’’ kataku berjalan keluar


Sampai di


lantai 10 rumah sakit aku langsung menuju kamar syakif, disana syakif masih


belum sadarkan diri.


‘’ dek bangun


dong jangan buat kakak khawatir dek’’ kataku sambil menggenggam tangannya


kecilnya


‘’ dekk katanya


kamu kangen kakak, ini kakak ada di sini dek, kakak kangen bawelanmu ‘’ tak


terasa aku menangis hatiku terasa sakit melihatnya terbaring lemah seperti ini.


 


semoga readers ngga kecewa yah baca episode kali ini


happy reading


thanks

__ADS_1


tunggu episode selanjutnya


.


__ADS_2