Haruskah Memaafkanmu?

Haruskah Memaafkanmu?
Episode 12


__ADS_3

Chapter 12


1 jam pun berlalu


Posisi kami masih sama dengan dabio memelukku dari belakang tanpa ada perkataan yang kami


lontarkan, kami larut dalam pikiran masing-masing.


‘’ maaf’’ ucapnya


‘’ untuk apa?’’ tanyaku


‘’ karna melukai hatimu dulu’’ jawabnya dengan suara serak


‘’ aku sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf bio’’ kataku tak terasa aku menyebut


namanya


‘’ terima kasih telah memanggil namaku sya’’


‘’hmm’’ jawabku berusaha melepas pelukannya


‘’ sya aku ingin menjelaskan kesalahpahaman ini ‘’ katanya


‘’ maaf bio beri aku waktu untuk semua ini’’ jawabku dan tak terasa dabio melonggarkan


pelukannya


‘’ baiklah’’ jawabnya dengan pasrah


Aku langsung berlari ke ruanganku mengambil semua barangku dan kembali ke apartemenku untuk


menenangkan diri.


Sampainya aku di apartemenku aku langsung menghubungi kak zavier, yah kakak sekaligus


sahabatku itu.


Tut.. tut..


‘’ ya dek”


‘’ kakak’’ sambil menangis kembali


‘’ kamu kenapa dek? Kamu dimana sekarang?’’ tanyanya panik


‘’ kak dia kembali’’ jawabku


‘’ kamu ketemu dimana dek?’’ tanyanya


‘’ kak aku ingin ke ausi sekarang kak’’ jawabku


‘’ baik dek, kamu siap-siap aja nanti asisten kakak jemput kamu yah untuk ke bandara’’


jawabnya berusaha menenangkanku


‘’ iya kakak’’ jawabku dan mematikan telepon.

__ADS_1


Tak lama aku menelpon asistenku


Tut.. tut.. tut


‘’ halo stell, tolong sampaikan izin cutiku ke bos yah’’


‘’ nona ingin pergi kemana?’’ tanyanya


‘’ saya ingin ke ausi dulu ada keperluan selama seminggu yah stell’’ jawabku


‘’ baik nona, akan saya sampaikan’’


Setelah selesai menelpon stella aku langsung bersiap untuk ke bandara dijemput oleh asisten kak


zavier.


Tak lama bel berbunyi akupun segera membuka pintu, dan yang datang adalah dabio


‘’ untuk apa kamu datang ke sini?’’ tanyaku di balik pintu


‘’ sya aku dengar dari asisten kamu minta cuti seminggu, apakah kau ingin menghindariku


sya?’’


‘’ a-a aku ingin pergi ke ausi untuk menenangkan diriku bio’’ kataku sambil menunduk


dengan mata berkaca-kaca


‘’ sya boleh aku masuk dan beri aku waktu 15 menit untuk menjelaskan semuanya, setelah


‘’ baiklah, tidak lebih dari 15 menit’’ kataku sambil membuka pintu dan menyuruhnya masuk


‘’ sya malam itu gadis itu sebenarnya... ‘’ perkataannya terpotong karna deringan


handphoneku


Baby, take my hand


I want you to be my husband


Cause you're my Iron Man


And I love you three thousand


‘’ yah kak?’’


‘’ asistenku sudah menuju ke apartemenmu dan tiket pesawatmu juga sudah kupesankan, segera


bersiap yah’’ katanya padaku dengan lembut


‘’ baik kak, thanks kak see u’’


‘’ see u too princ’’


Aku segera menutup panggilan dan meletakkan handphoneku


‘’ aku sudah ikhlas bio, jika kamu bahagia dengannya’’ kataku menahan tangisku

__ADS_1


‘’ sya kamu salah paham, dia adikku sya namanya deby yezenia matthew, malam itu deby dapat


telepon dari mama kalau papa kecelakaan dan koma, adikku datang menghampiriku


dan aku berusaha menenangkannya. Deby hadir di acara perpisahan sekolah karna


dia adik kelas kita dan dia juga sempat tampil di acara pembukaan sekolah. Malam


itu aku ingin menjelaskan kebenarannya tapi kamu berusaha menghindariku sya,


aku berusaha mencarimu kemanapun tapi hasilnya nihil sya. Media sosialmu pun


kamu nonaktifkan sya, aku sempat ke rumahmu ke esokan hari nya tapi aku di


cegah oleh kak zavier katanya biarkan kamu tenangkan diri dulu baru bertemu


dengannya. Setelah saat itu aku memilih tidak lagi mengusikmu sya, walaupun aku


sangat ingin menjelaskan semuanya, walaupun aku sangat merindukanmu tapi aku


menahannya sya karna apa? Aku sangat menyayangimu sya mencintaimu lebih dari


diriku sendiri. Dan juga sejak saat itu aku hanya bisa mendengar kabarmu saja


dari orang suruhanku sya karna aku tak berani mengusik kebahagiaanmu. Semoga kamu


bisa mengerti semua ini sya, aku lega sudah menjelaskan semuanya. Keputusan ada


padamu sya, aku akan mundur jika kamu tak menginginkanku.’’ Katanya


Selesai berbicara dia segera berdiri dari sofa dan melangkahkan kakinya keluar dari apartemenku tanpa berbalik ke belakang, aku hanya diam membeku dan terduduk dilantai mendengar semuanya, air mata yang sedari tadi berusaha kutahan kini mengalir deras dan tak ingin berhenti, aku menangis sejadi-jadinya sampai


asisten kak zavier dan dan memapahku berdiri untuk duduk di sofa.


‘’ nona muda ada apa?’’ katanya panik dan berusaha meraih handphonenya tapi kutahan


‘’ tidak apa-apa paman, ayo kita ke bandara sekarang yah paman’’ kataku sambil ke arah


dapur mengambil air putih dan mencuci mukaku di westafel yang sudah sembab


Selamat membaca


readers


Semoga syukak


dengan chapter ini...


Ada yang nangis


ngga nih?


Tunggu episode


selanjutnya readers


thanks

__ADS_1


__ADS_2