
Chapter 15
Pov Zavier Raffasyah
Alexander
Aku terdiam
melihat adikku tak bisa mengatakan apapun dan terlihat lemah hatiku terasa
sakit. Aku berjalan keluar dari kamarnya dan membiarkan dia istirahat kembali. Akupun
menemui dokter kembali ingin menanyakan banyak hal
Tok tok tok
‘’ masuk’’ kata
dokter
‘’ dokter
bagaimana keadaan adik saya dokter?’’ kataku
‘’ panggil saya
bryan saja pak’’ katanya
‘’ baik dokter
bryan’’ kataku
‘’ adik anda
saat ini kondisinya masih stabil pak, dan karna kelelahan dia terlihat lemah. Untuk
masalah kenapa dia tak bisa berbicara itu karna adik anda masih lemah dan
merasa terlalu berat untuk berbicara, saya harap anda menjaga adik bapak dengan
baik dan jangan buat dia stress serta kelelahan yah pak.’’ Kata dokter bryan
‘’ baiklah
dokter’’ aku kembali berjalan keluar
Di depan kamar
adikku aku menelpon asistenku untuk membawa dokument yang harus di tanda
tangani ke rumah sakit.
Tak lama
asistenku datang membawa dokument untuk kukerjakan.
‘’ tuan muda
makan dulu, agar tuan muda bisa fokus jaga nona besar lagi, dan mengurus
perusahaan juga tuan’’ kata asistenku akupun mengambil makanan yang dibawanya
Setelah 4 jam
aku mengerjakan dokument asitenku pun pergi dan aku masuk ke dalam kamar
melihat adikku yang ternyata masih terlelap. Aku mendekatinya mencium puncak
kepalanya dan duduk disampingnya menungguinya bangun.
Drrt.. drttt..
drrtt
Handphoneku berbunyi
itu panggilan dari daddy yang mengatakan dia sudah sampai dan menuju ke rumah
sakit. Aku segera keluar untuk menjemputnya di depan rumah sakit. 30 menit
kemudian mereka sampai aku langsung memeluknya erat dan menangis karna tak
__ADS_1
sanggup menerima kenyataan kalau adikku yang selalu kumanjakan kini terbaring
lemah dengan penyakit yang menggerogoki tubuh mungilnya.
‘’ adikmu pasti
baik-baik saja, princess kita kuat ‘’ kata daddy membalas pelukanku dan
berusaha menenangkanku
Akupun memeluk
mommyku yang sedari tadi tak melepas rangkulan tangan daddy. Mommy terlihat
syok dan tak bisa berkata apapun hanya menyalahkan dirinya.
Kami berjalan
masuk ke kamar kulihat adikku membuka matanya dan membalas pelukan mommy dan
daddy yang langsung menangis. Aku mendekat dan segera memanggil mommy dan daddy
keluar, aku tak ingin adikku menagis kelelahan membuat sakitnya semakin
bertambah. Tapi diluar dugaanku syakif menanrik tangan mommy menyuruhnya agar
tetap tinggal.
Setelah sampai
diluar akupun menceritakan semua pada daddy dan daddy yang tadinya kuat
langsung terduduk lemah setelah mendengar perkataanku tentang penyakit
princessnya.
‘’ kenapa harus
princessku yang sakit tuhan? Kenapa bukan aku saja yang kau berikan penyakit
princessku. Ohh princess kesayangan daddy kau begitu kuat diluar tapi di
dalamnya kau sungguh rapuh, maafkan daddy dan mommy tak bisa menjagamu nak’’
Aku membawa
daddy untuk duduk di kursi
‘’ daddy harus
kuat, hanya kita obat penguat princess dad. Daddy tak boelh menyalahkan ini
semua, mungkin ini adalah ujian untuk keluarga kita agar lebih memperhatikan
satu sama lain dad. Princess anak yang kuat dia pasti bisa melewati ini semua’’
kataku pada daddy beusaha menguatkan dan menenangkannya
Karena melihat
daddy sudah tenang aku mengajaknya masuk ke dalam kamar syakif. aku mendekati
adikku yang masih menangis dan memeluk mommyku.
‘’ dek kamu
harus kuat, ngga boleh lemah seperti ini yah, apa yang terjadi di masa lalu
biarlah terjadi dek kamu ngga boleh terus-terus menyalahkan dirimu. Ini sudah
takdir kalian yang tuhan rencanakan untukmu dan dabio. Terimalah kenyataan dek
kalau kalian salah paham di masa lalu dan perbaikilah mulai sekarang jika kamu
ingin memperbaiki dan menebusnya dek’’ kataku berusaha menenangkannya sambil
mengelus elus punggungnya
Tak lama syakif
jatuh di pelukan mommy aku segera memanggil dokter dan dibantu daddy untuk
__ADS_1
membaringkan syakif kembali.
‘’ sayang
sayang bangun sayang kamu ngga boleh begini sama mommy sayang’’ kata mommy yang
berusaha menyadarkan adikku
Tak lama dokter
masuk dan memeriksa syakif setelah selesai memeriksa dia menyuntikkan cairan ke
dalam botol infusnya
‘’ tuan dan
nyonya saya harap anda tak membiarkan anak anda menangis hingga kelelahan,
alihkan perhatiannya agar bisa melupakan kesedihannya, dan jika tak bisa di
alihkan perhatiannya bantua dia melawan rasa sedihnya. Saya harap anda bisa
membantunya tuan nyonya. Kalau begitu saya permisi’’. Kata dokter
Kami yang ada
di dalam ruangan mendengar perkataan dokter hanya bisa terdiam dan mengangguk
mengerti perkataannya.
Daddy dan mommy
yang sedari tadi penasaran tentang perkataanku barusan pada adikku, akupun
langsung menceritakan semua yang terjadi 3 tahun yang lalu dan kejadian 4 hari
yang lalu.
‘’Dabio
matthew? Dia anaknya daniel matthew kan dad? Teman kamu waktu kuliah dulu’’
kata mommy berusaha mengingatkan daddy
‘’ iya mom dia
anaknya daniel, vier kamu tolong hubungin dabio matthew suruh dia bertemu
denganku yah’’ kata daddy padaku
Akupun langsung
mengambil handphone adikku yang sudah lama kupegang dan mencari nama dabio
Tut tut tut
‘’ halo sya
kamu dimana ? kenapa ngga ada kabar , maafkan aku sya’’ katanya lirih
‘’ halo aku
zavier kakak syakifah, tolong bisa kamu sidney malam ini ada yang ingin kami
biacarakan padamu’’ kataku
‘’ baik kak
saya akan kesana 1 jam dari sekarang’’ katanya mematikan panggilan
Setelah selesai
menelpon dabio aku menyuruh daddy dan mommy kembali ke rumah untuk
beristirahat.
happy reading
semoga syukak
jangan lupa like serta masukannya
__ADS_1
tarakimash para readers