
Chapter 17
Samar-samar aku
mendengar seseorang menyebut namaku dan merasakan ada yang menggenggamnya
begitu kuat dan terasa mengenal suara ini. Kubuka mataku perlahan dan melihat
dabio di sampingku, bio segera memelukku erat dan menangis membuatku juga ikut
menangis.
‘’ sya kamu
udah bangun, ingin ku ambilkan sesuatu’’ katanya masih menggenggam tanganku
‘’ a-a-i-r’’
kataku terbata-bata dan langsung mengambilkanku segelas air untuk ku minum
‘’ ingin ku
potongkan buah sya?’’ tanya lagi dan kubalas dengan anggukan
Iapun segera
mengambil buah dan mengupaskanku serta membantu menyuapiku setelah selesai
akupun kembali tidur dan dabio masih menggenggam tanganku dan enggan
melepasnya.
Setelah tertidur
dabio juga ikut tertidur dengan posisi duduk di dekatku.
Keesokan
harinya aku terbangun dan tak mendapati dabio di sampingku. Akupun kembali
menangisi kesalahanku, aku menyesal kenapa tak membiarkan dabio menjelaskannya
padaku. Hatiku terasa sakit mengingat kesalahanku kemarin.
Tak lama pintu
kamarku terbuka dan kudapati dabio masuk membawa sesuatu, melihatku membuka
mata dabio menghampiriku,
‘’ sya kamu
udah bangun?’’ tanya sambil duduk di sampingku
‘’ maafkan aku
bio’’ kataku lirih
‘’ sya aku yang
seharusnya minta maaf padamu, karna tak bisa menjelaskan semuanya di awal ‘’
katanya sambil meraih tanganku dan ku jawab dengan gelengan
‘’ tidak bio,
aku yang salah tak pernah memberimu kesempatan. Maafkan aku, maaf maaf’’ kataku
__ADS_1
sambil menangis
‘’ sya biarlah
kesalahan dimasa lalu jadi pelajaran untuk kita di masa depan, aku sudah
memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf padaku sya. Dan itu semua juga kesalahanku’’
katanya lirih berusaha menguatkanku
‘’ maaf maafkan
aku bio. Andai dulu aku mengizinkanmu bertemu denganku dan menjelaskan
semuanya, pasti tak akan terjadi hal seperti ini’’
‘’ sya kamu tak
pernah ada salah padaku, mungkin takdir ingin memisahkan kita sementara dan
mempertemukan kita sekarang ini.’’ Katanya
‘’ tapi bio
aku.. ‘’ kataku sambil menunduk
‘’ aku tau sya
kamu sudah mempunyai kekasih, aku tau semua yang kamu lakukan 3 tahun ini sya’’
katanya
Dan membuatku
mendongakkan kepalaku
kamu tau itu semua?’’ tanyaku terkejut
‘’ aku selalu
memperhatikanmu dari jauh sya, aku selalu menanyakan kabarmu dari teman-temanmu
sya’’ kata dabio
‘’ hah?’’
tanyaku lagi berusaha mencerna kata-katanya
‘’ iya sya, aku
tak berani mendekatimu. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, hanya itu yang
dapat kulakukan melihatmu tertawa adalah bahagiaku tapi melihatmu menangis
rasanya hatiku seperti terasa di tusuk-tusuk’’ kata dabio yang sudah tak bisa
menahan tangisnya
Akupun juga
ikut menangis mendengar ucapannya.
‘’ sya bolehka
aku meminta kesempatan untuk berada di sampingmu lagi?’’
Aku terkejut
__ADS_1
mendengarnya entah apa yang harus ku katakan, lidahku terasa kelu mendengar
ucapannya
‘’ sya aku tak
meminta untuk menjadi kekasihmu, aku meminta untuk tetap berada di sampingmu
sya. Hanya itu yang ku pinta’’
Dan segera ku
anggukan kepalaku
Dilain sisi aku
memikirkan aaron, yah walaupun aku tau aku tak pernah bisa mencintainya walau
aku mencobaa beberapa kalipun tetap tak bisa.
Yah aku memang
egois. Tapi hatiku tak bisa berbohong aku dabio memang tak pernah bisa hilang
dari hatiku walau sekuat apapun aku melupakannya tetap tak bisa malah rasa
cintaku bertambah. Dan untuk aaron aku hanya selalu mengaggapnya sahabatku.
Pernah sekali
aaron menanyakan perasaanku padanya,
Flashback on
‘’ syakif
apakah kau mencintaiku’’ tanyanya
‘’ maafkan aku
aaron hatiku sudah untuknya, walaupun aku mencoba melupakannya tetap tak bisa. Padahal
dia telah menyakitiku’’ kataku menahan tangis
‘’ tidak
apa-apa syakif pelan-pelan buka hatimu untukku yah’’ katanya dengan lembut
padaku dan langsung memelukku
Flashback off
Tak lama pintu
terbukan dan...
Happy reading
Semoga syukak
selamat penasaran yah
Jangan lupa
like dan komennya untuk author
tarakimash
__ADS_1