
Chapter 20
Setelah 1 jam
aku sampai di rumah dan mulai menceritkan tentang syakif pada mommy
‘’ ingat aaron
jika kamu ke sana, mommy bukan lagi mommymu’’ kata mommy tegas setelah
mendengar syakif sakit
‘’ tapi mom aku
mencintainya, bagaimanapun keadaanya. Mommy tolong sekali saja’’ kataku memohon
pada mommy
‘’ tidak akan,
walaupun sehat atau sakit mommy tak akan merestuimu sekarang, mau taruh dimana
muka mommy punya mantu sakit-sakitan.’’
‘’ mommy ngga
boleh ngomong seperti ini. Biar bagaimanapun aaron mencintainya mom ‘’ kataku
lirih pada mommy
‘’ sekali mommy
bilang tidak yah tidak aaron’’ kata mommy tegas
Dari awal
hubunganku dengan syakif mommy sangat menentangnya. Entah kenapa mendengar nama
daddynya tiba-tiba mommy merasa tak senang padanya.
‘’ mommy aaron
akan ke sidney sekarang tanpa mommy aaron akan tetap pergi’’ kataku berjalan ke
kamar mengambil koperku
Setelah
mengambil koperku, aku turun dan ingin melangkahkan kakiku di pintu tiba-tiba
mommy jatuh pingsan
‘’ nyonya’’
teriak para maid akupun berbalik dan melihat mommy yang sudah jatuh akupun
berlari
‘’ mommy’’
kataku menggendong mommy dan segera kulajukan mobilku ke rumah sakit
Sesampainya di
rumah sakit mommy segera di tangani para dokter
‘’ dokter
__ADS_1
bagaimana keadaan mommy saya?’’ tanyaku
‘’ mommy anda
punya penyakit darah tinggi, jangan membuatnya emosi atau tertekan karna bisa
berakibat fatal bagi kesehatannya’’ kata dokter
‘’ baik
dokter’’ kataku langsung masuk ke kamar dimana mama di rawat
Tak lama daddy
datang dengan wajah yang khawatir menghampiri kami
‘’ kenapa
mommymu bisa seperti ini?’’ tanya daddy padaku
‘’ semua karna
aaron dad’’ kataku merasa bersalah dengan keadaan mommy
‘’ jelaskan
sama daddy nak’’ ucap daddy menuntunku keluar dari kamar dan duduk di kursi
depan kamar mommy di rawat
Akupun
menceritakan semua tentang kondisi syakif dan pertengkaranku dengan mommy yang
tak menyetujui aku melanjutkan hubunganku dengannya.
mendukung apapun keputusanmu nak’’ kata daddy
‘’ daddy aku
mencintainya, walaupun selama ini hanya aku yang mencintainya tapi dia mau
nerima aaron dad’’ kataku lirih dan menangis dalam pelukan daddy
‘’ daddy
mengerti nak, jika kau mencintainya kejarlah tapi jika kau ingin berbakti pada
mommy silahkan nak. Keputusan ada padamu nak’’ kata daddy menenangkanku
‘’ tapi syakif
ngga salah apa-apa dad’’ kataku lagi
‘’ iya daddy
tau itu nak, seperti yang daddy katakan tadi keputusan ada di tanganmu nak’’
setelah mengatakan itu daddy masuk ke dalam melihat mommy
Aku termenung. Entah
apa yang akan kupilih, syakif atau mommy. Aku seolah berada di antar 2 kematian
yang mengharuskan menyelamatkan satu orang. Ku raih handphoneku untuk menelpon
kak zavier
__ADS_1
Tut tut..
‘’ ya ada apa?’’
katanya dibalik telepon
‘’ apakah saya
boleh berbicara dengan syakif kak?’’ tanyaku hati-hati
‘’ syakif belum
sadar masih di bawah pengaruh obat. Katakanlah yang ingin kau katakan’’ katanya
datar
‘’ kak aku tak
bisa ke sana, mommyku masuk rumah sakit saat aku hendak berangkat’’ kataku
pelan
‘’ yah aku
sudah menebaknya, dari awal hubungan kalian udah di tentang ama mommy kamu,
baiklah tak usah temui adikku lagi mulai detik ini’’ kata kak zavier tegas
langsung mematikan panggilanku
‘’tuhan apa
yang harus kulakukan? Kenapa semua menentang hubunganku ‘’ kataku lirih
Aku masuk ke
dalam kamar mommy dan meminta maaf padanya.
‘’ mommy
maafkan aaron yah, mulai saat ini aaron akan mendengar semua yang mommy katakan’’
kataku memegang tangannya
‘’ benarkah
nak?’’ tanya mommy
‘’ iya mommy,
baiklah mommy akan menjodohkanmu dengan perempuan yang lebih baik dari syakif
itu’’ kata mommy dan segera ku jawab dengan anggukan
yah akhirnya aaron ngga bisa sama dengan syakif tapi ada pemeran tambahan lagi dann
selamat penasaraan readers
happy reading
semoga syukak
jangan lupa like dan komen serta votenya bila perlu
tarakimash
__ADS_1