
PROLOG
BUMM !!!
"Uhuk uhuk uhuk" suara batuk seseorang yang sangat menyedihkan setelah beberapa saat terjadinya ledakan.
"Sial, gagal lagi" umpat minhao sambil mengibas ngibaskan tangan di depan wajahnya yang gosong.
"Apa yang kurang dari bahan yang aku racik tadi ?".
Sambil membereskan barang dan bahan ramuan di atas meja yang berserakan hasil dari ledakan tersebut. ia memikirkan apa saja yang kurang dari eksperimenya tersebut.
Saat membereskan sambil memikirkan hal yang baru saja terjadi, tanpa sengeja ia menjatuhkan bungkusan kecil di atas meja. Tanpa pikir panjang ia mengambil bungkusan tersebut dan beberapa barang dan bahan yang telah rusak untuk membuangnya ke tempat sampah.
Sesampainya ia di tempat sampah, ia membuang sampah ditanganya satu persatu seperti orang bodoh sambil memikirkan suatu hal yang membuat wajahnya menghitam.
'sialan, mengapa racikanku barusan gagal lagi, padahal aku yakin bahan, kuantitas, dan kualitasnya tepat dan benar'. Umpatnya di dalam hati.
'apa aku di tipu oleh penjaga toko sialan itu'. Tambahnya.
"arrgg..... Sial." sambil mengumpati kebodohanya dengan menghentak hentakan kaki dan membuang sampah dengan membanting ke wadah di hadapannya dengan penuh amarah.
__ADS_1
Setelah membuang sampahnya penuh amarah, Minhao segera beranjak dan melangkahkan kakinya pergi, beberapa saat setelahnya, ia menghentikan kaki yang baru saja beberapa langkah dari wadah sampah tersebut.
Minhao membalikan tubuhnya dan melangkahkan kakinya kembali menuju tong sampah tersebut. Sesampainya di sana ia mengorek tong sampah itu dan mengambil bungkusan yang di dalamnya terdapat benda berbentuk bulat sebesar kelereng.
'apa aku pernah membeli kelereng ?' batinya, sambil membuka bungkusan tersebut dan mengambil benda didalamnya.
"Apa ini ??" Ucapnya sambil mengangkat benda tersebut ke depan wajahnya.
Sesaat minhao berfikir ia mengerutkan dahinya dan berkata "bukankah ini hadiah dari si penjaga toko gila itu, dua hari yang lalu ? sebagai memperingati bahwa aku menjadi pelanggan tetapnya selama 10 tahun ?"
Minhao mengingat ucapan si penjaga toko dua hari yang lalu 'ini adalah immortal pil, legenda mengatakan bahwa pil ini dapat meningkatkan ranah kultivasi seseorang ke tingkat yang lebih tinggi' kata kata tersebut terngiang di pikiran minhao.
Sesaat ia hampir membuangnya, ia mengingat kata kata si penjaga toko lagi 'jika kau tak percaya, coba kau hancurkan pil itu. Jika kau dapat menghancurkan pil tersebut, kembalilah kemari dan ambilah barang apa saja yang kau inginkan.'
Minhao segera menarik kembali tangannya dan bergegas pergi ke ruang kerjanya untuk membuktikan kata kata si penjual pil tersebut. Sesampainya di ruang kerja, ia meletakan batu berbentuk lempengan di atas lantai sembari meletakan Pill itu di atas batu tersebut.
"Bersiaplah" gumamnya sambil mengangkat palu besar yang beratnya 10 kg dengan kedua tangannya.
DINGG!!! KRAKK.....
suara hantaman palu tersebut menggema dan bercampur debu akibat hantaman palu tersebut. "Huahahahaha hancurlah.. " tawanya lantang...
__ADS_1
Beberapa saat setelah debu tersebut hilang, tawa minhaou membeku dan ujung sudut bibirnya berkedut menahan kesal.
Benar saja pil tersebut tidaklah hancur melainkan batu landasanya yang pecah berserakan kemana mana, bahkan lantai ruang kerja minhao mengalami retakan.
"Sialan... Permainan baru dimulai" gertaknya sambil merapatkan gigi nya.
SETELAH 2 JAM BERLALU.
"Hah.. Hah... Hah... Hah.. " nafas minhao tersenggal setelah melakukan berbagai percobaan untuk menghancurkan Pill tersebut.
Minhao menarik nafasnya dalam dan membuangnya secara kasar. Ia bersila di atas lantai dan mengangkat tangan kananya yang terdapat benda bulat tersebut ke depan wajah sembari menatapnya intens
Setelah minhao menatap pil itu cukup lama, ia menguatkan hatinya untuk menelan Pill tersebut sambil bergumam " tidak ada makan geratis didunia ini. Dan tidak mungkin mendapatkan kesuksesan tanpa resiko"
Namun sebelum minhaou menelan pil tersebut ia mengangkat tangan kirinya ke atas sambil berucap "aku Minhao jika aku mati gara gara menelan pil ini, aku bersumpah akan menghantui si penjaga toko gila itu sampai mati"
setelah menguatkan hatinya Minhao mencubit hidung, sembari menutup kedua mata, dan meletakan pil tersebut ke mulutnya. Minhao jelas merasakan pil tersebut tenggelam hingga tiba dimana dantianya berada. Sang Dantian mengelilinginya dengan kehangatan Qi dan darah seolah menyatu dengan jiwanya.
Minhao hanya merasakan tenggorokannya kering dan kepalanya pusing, sebulum ia jatuh ke belakang dan tak sadarkan diri.
Bersambung.
__ADS_1