Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 18.


__ADS_3

pagi telah tiba, Bai Yuwen dan Minhao terbangun dari alam mimpinya, mereka membersihkan diri di kamar mandi bergantian, Bai Yuwen mengenakan hanfu berwarna putih berkerah merah, dan ada beberapa hiasan di atas rambutnya sedangkan minhao memakai jubahnya semalam dengan ikat rambut berwarna merah


setelah membersihkan diri dan merapikan penampilannya, mereka berdua keluar dari kamar dan berniat mencari restoran untuk sarapan


tak membutuhkan waktu lama untuk mencari restoran, karena di samping penginapan yang mereka pesan ada sebuah kedai makan sederhana, tanpa keraguan mereka berdua memasukinya dan memulai sarapan


Minhao dan Bai Yuwen menjadi pusat perhatian bagi pengunjung kedai tersebut, tak hanya paras keduanya yang begitu menawan, penampilan Minhao dan Bai Yuwen terlihat seperti bangsawan, di dalam benak pengunjung memikirkan hal yang sama ' kenapa bangsawan seperti mereka mau makan di tempat orang miskin seperti kita ? '


para pengunjung di kedai tersebut mulai berbisik membicarakan keduanya, namun tak dihiraukan oleh Bai Yuwen, berbeda dengan Minhao, ia terlihat sedikit tertarik dengan bisikan salah satu pengunjung


"hey, bukanya perempuan itu salah satu dari five prettiest daughters di kekaisaran Ming" kata salah satu pengunjung pada temanya


"benar, dia Bai Yuwen dari sekte phoenix emas, peringkat empat dari lima putri tercantik kekaisaran Ming" jawab teman pengunjung itu


minhao yang mendengar itu sontak melihat ke arah Bai Yuwen yang sedang menikmati sarapannya, terlihat minhao sedang menahan tawanya karena sesuatu


"ada apa ?" kata Bai Yuwen dingin tanpa menghentikan sarapannya


"nona, apakah benar ada beberapa perempuan yang lebih cantik darimu, apa dada mereka juga lebih besar darimu ?" tanya minhao seraya menahan tawa


Bai Yuwen yang mendengar itu sontak menghentikan makan nya, ia memandang Minhao dengan tatapan marah


"dasar pelayan tak punya akhlak, kau berani menyamakan tuanmu dengan para wanita bangsawan tak berguna itu, dasar bajing*n


dengar ini, jangan sombong dengan paras burikmu itu, bahkan di sekte phoenix emas ku banyak yang lebih tampan darimu" ejek Bai Yuwen seraya tersenyum sinis


"hohoho, jadi nona masih memuji ketampanan.."


"diam,, sialan !!!" teriak Bai Yuwen seraya menjitak kepala minhao


seketika itu minhao membisu, ia mengelus kepalnya yang terkena jitakan Bai Yuwen lalu ia melanjutkan memakan sarapan nya yang sempat tertunda


Bai Yuwen terlihat meletakan alat makanya, ia meninggalkan beberapa koin emas di meja lalu berdiri dan beranjak pergi, ia tak memperdulikan minhao yang belum menghabiskan makanannya


Minhao yang melihat itu sontak dengan cepat menghabiskan sarapannya, terlihat pipi kanan dan kiri minhao menggembung dan ia dengan cepat menyusul Bai Yuwen


Bai Yuwen dan minhao berjalan menyusuri padatnya ibukota, minhao sangat antusias memperhatikan berbagai kegiatan di sekitarnya, cukup lama mereka berjalan akhirnya sampai di tempat tujuan


dapat dilihat didepan keduanya ada sebuah gedung berlantai empat, dan di atas pintu gedung tersebut tertulis sebuah "assosiasi angin musim semi"


di sekitar gedung tersebut di padati oleh berbagai kalangan kultivator dan para bangsawan dari keluarga kaya di berbagai penjuru kekaisaran Ming


terdapat tiga pintu di gedung tersebut, satu pintu untuk para pengunjung yang tidak memiliki kartu VIP dan satu pintu untuk kalangan bangsawan dan kultivator tingkat tinggi yang memiliki kartu VIP

__ADS_1


sedangkan satu pintu lainya yang terlihat di jaga ketat oleh dua penjaga di ranah kultivasi martial saint adalah pintu khusus bagi karyawan dan para petinggi assosiasi angin musim semi


' hanya penjaga pintu saja menyewa kultivator martial saint, assosiasi ini memang bukan main..' batin minhao


Bai Yuwen berjalan mendekat ke arah pintu yang dijaga dua kultivator martial saint tersebut, sontak kedua penjaga itu menghentikannya


"maaf nona, anda salah pintu, para pelanggan memasuki pintu itu" ucap salah satu penjaga seraya menunjuk kedua pintu di sampingnya


tanpa menghiraukan ucapan kedua penjaga di depanya Bai Yuwen segera mengeluarkan sebuah token giok yang mirip seperti tanda pengenal manager mereka


kedua penjaga itu sedikit terkejut, keduanya segera menunduk hormat ke arah Bai Yuwen


"maafkan kami nona" kata keduanya serempak


"bisakah kalian membawaku ke manager Liu ?"


"mari ikuti saya nona" ucap salah satu penjaga mempersilahkan Bai Yuwen mengikutinya


"kau tunggu disini sebentar" kata Bai Yuwen seraya melirik Minhao


Minhao hanya mengangguk lalu ia berjalan mendekat ke penjaga lainya lalu duduk disamping penjaga tersebut, ia berniat mengakrab kan diri untuk bertanya


"paman, apa anda tidak lelah berdiri seperti itu ?, mari duduk dan temani saya ngobrol" ucap minhao


minhao hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Bai Yuwen mengikuti penjaga satunya untuk pergi ke ruangan manager assosiasi angin musim semi


sesampainya di depan pintu ruangan manager, penjaga tersebut mengetuk dengan pelan, dan di balas dengan kata "masuk" oleh orang di dalam ruangan tersebut


terlihat manager Liu sedang sibuk dengan beberapa berkas di meja kerjanya, saat penjaga dan Bai Yuwen masuk, manager Liu mengalihkan pandanganya ke arah mereka



(manager Liu)


wajah manager Liu yang sebelumnya muram karena diganggu seketika berubah cerah saat melihat Bai Yuwen di belakang penjaganya


"wen'er apa kau juga menghadiri pelelangan disini ?, bagaimana kabarmu dan gurumu ?, oh iyha dengan siapa kau kemari ?" tanya manager Liu bertubi-tubi


"paman Liu, bisakah anda bertanya satu-satu"


"maaf, maafkan paman, cukup lama aku tak melihatmu" kata manager Liu seraya menyuruh penjaga itu pergi dari ruangannya


"kabarku dan guru baik-baik saja, aku menemui paman ingin meminta sesuatu" kata Bai Yuwen lembut namun dengan wajah dingin nya

__ADS_1


"ayolah, jangan formal begitu, kau sudah ku anggap sebagai keponakanku sendiri, katakan apa yang kau minta, akan paman kabulkan" balas manager Liu dengan penuh senyum


Bai Yuwen hanya mengangguk, ia segera mengeluarkan sebuah kalung dari cincin ruang miliknya, lalu ia berikan ke manager Liu


"aku ingin melelangnya paman"


manager Liu sedikit terkejut dengan kalung di tangannya, ia lalu menoleh ke Bai Yuwen dan bertanya


"kenapa kau hendak melelang benda berharga seperti ini, jimat pelindung tingkat menengah cukup sulit di cari di kekaisaran Ming"


"itu bukan milikku, tapi temanku yang membuatnya, ia ingin melelangnya di sini"


"kau memiliki teman seorang ahli formasi ??, senior seperti apa dia dan dari sekte mana ia berasal ?" tanya manager Liu penuh antusias


"dia bukan senior, bahkan umurnya belum genap dua belas tahun"


manager Liu sangat kaget dengan ucapan Bai Yuwen ia sedikit tak percaya dengan hal itu


"paman bahkan akan lebih terkejut jika tau bahwa dia belum menebus ranah murid beladiri namun sanggup memotong salah satu lengan seorang kultivator ranah martial saint"


manager Liu kembali tak percaya mendengar ucapan Bai Yuwen, ia terlihat sedang memiikirkan sesuatu


' sepertinya jenius monster akan muncul di kekaisaran Ming, sayang jika aku membuang kesempatan untuk berhubungan dengannya ' batin manager Liu


"wen'er bisakah kau mempertemukan paman dengan temanmu itu ?"


"baiklah, aku akan memanggilnya, dia ada di luar sekarang"


"tidak perlu tidak perlu" tahan manager Liu


manager Liu segera memanggil pengawal pribadinya dan menyuruhnya membawa minhao masuk kedalam ruang kerjanya


bersambung.


_________________



(Bai Yuwen)



(Minhao)

__ADS_1


__ADS_2