Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 17.


__ADS_3

Minhao dan Bai Yuwen telah sampai di depan pintu gerbang ibukota kekaisaran, minhao terlihat sangat kagum dengan tinggi gerbang di hadapanya, sedangkan Bai Yuwen terlihat biasa karena pernah pergi ke ibukota sebelumnya


"pelelangan akan diadakan besok pagi, sebaiknya kita mencari penginapan dan mengisi perut kita" kata Bai Yuwen


minhao hanya mengangguk, hari hampir petang saat mereka sampai, keduanya memasuki ibukota tersebut berniat mencari penginapan dan mengistirahatkan tubuh mereka


cukup sulit mencari kamar kosong di sebuah penginapan menengah ke atas karena telah di sewa oleh berbagai keluarga kaya yang ingin mengikuti pelelangan besok pagi


membutuhkan waktu cukup banyak bagi mereka berdua untuk menemukan kamar kosong di sebuah penginapan, mereka mendapatkan kamar sederhana di sebuah penginapan menengah ke bawah


mereka hanya memesan satu kamar karena semua kamar telah di sewa berbagai orang, Bai Yuwen terlihat menekuk wajahnya kesal, ia tak memiliki pilihan lain karena hari telah mulai gelap, mereka tidak mungkin melanjutkan mencari penginapan yang menyediakan dua kamar bagi mereka


kamar yang mereka pesan cukup kecil, hanya ada satu tempat tidur berukuran sedang dan satu kamar mandi di sebelahnya


"kau tidur di lantai, aku akan tidur di atas, apa kau keberatan ?" tanya Bai Yuwen lembut namun ekspresinya terlihat sedang mengancam


"ti, tidak nona.." jawab minhao terbata


Bai Yuwen hanya mengangguk, lalu ia melirik sebuah pintu di dekat tempat tidur, ia mengetahui bahwa itu adalah kamar mandi, lalu ia menoleh lagi ke minhao seraya berkata


"aku ingin membersihkan badan, jika ada sesuatu panggil saja aku, jangan lagi menggunakan teknik teleport mu lagi selain terdesak"


"baik nona"


"dan satu lagi, jangan jadikan kesempatan ini untuk kau mengintip ku mandi" kata Bai Yuwen seraya menajamkan tatapannya


"ba baik nona"


' cih, memang apa yang ingin ku intip dari dada rata sepertimu ' gumam minhao dalam hati


minhao mengeluarkan selimut dari cincin ruangnya dan menggelarnya di lantai, lalu ia merebahkan badannya seraya menunggu Bai Yuwen menyelesaikan aktivitas nya, minhao juga ingin membersihkan badannya karena telah cukup lama ia tak mandi


cukup lama minhao menunggu Bai Yuwen menyelesaikan aktivitasnya, saat Bai Yuwen keluar, segera minhao bangkit dari tidurnya dan memasuki kamar mandi


minhao sekilas melihat penampilan Bai Yuwen, yang mengenakan setelan berwarna putih bersih, namun pandanganya mengarah ke bawah leher Bai Yuwen yang memiliki dua tonjolan tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar


"hei bajing*n, apa yang sedang kau lihat" tanya Bai Yuwen seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada

__ADS_1


"nona,, sejak kapan perkembanganmu sangat cepat ?" tanya Minhao tanpa mengalihkan pandanganya


"huh... apa kau pikir selama ini aku adalah wanita dada rata ?"


"dulu para senior Perempuanku pernah bercerita bahwa dada indah dan besar adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi wanita


namun aku berfikir lain, saat dadaku mulai berkembang itu malah menghambat gerakan dalam pertarungan ku, jadi aku membalutnya dengan perban cukup kencang, agar pergerakan ku lebih mudah"


"sudah, cepatlah mandi lalu kita mencari makan malam, aku sudah cukup lapar sekarang" kata Bai Yuwen seraya menjauh dari minhao


minhao memasuki kamar mandi seraya merenung, ia sedikit menyesal karena tak mengambil kesempatan untuk mengintip Bai Yuwen mandi sebelumnya


tidak membutuhkan waktu lama seperti Bai Yuwen, minhao membersihkan diri dengan cukup cepat, ia memakai setelan serba hitam dengan jubah selutut yang memiliki tudung kepala, dan celana panjang sampai mata kaki, setelan tersebut ia beli saat baru memasuki gerbang karena keinginan Bai Yuwen yang tak mau minhao terlihat seperti pelayannya


minhao keluar sambil mengeringkan rambut dengan elemen angin miliknya, karena rambut minhao mulai panjang, ia mengikat rambut bagian belakangnya dan membiarkan poni depan miliknya terbelah dua


sedangkan Bai Yuwen terpaku memandang Minhao dari tempat tidurnya, Minhao sekarang tak terlihat seperti pelayan bahkan ia sekarang terlihat seperti kalangan atas, namun satu dalam benak Bai Yuwen, ' sejak kapan minhao menjadi tinggi ? '


"ada apa nona ? apakah ada yang salah dengan penampilanku ?" tanya Minhao seraya melihat berbagai bagian tubuhnya, namun sejurus kemudian ia tersenyum setelah menyadari sesuatu


"hohohoho, mungkinkah Anda terpesona dengan ketampanan ku ?" ucap Minhao sombong dengan kedua tangan di pinggang dan sedikit membusungkan dadanya


"sejak kapan kau menjadi lebih tinggi dari sebelumnya ?" tanya Bai Yuwen


"apakah benar nona ?"


"padahal waktu aku pertama bertemu denganmu, aku berbicara sambil menunduk sedikit, tapi sekarang bahkan kau lebih tinggi sedikit dariku"


"eh.. benar nona, sekarang gantian aku yang sedikit menunduk, hahahaha kenapa aku tak menyadarinya"


' apa mungkin berkat ramuan penumbuh gigi dari tabib xiao itu ? ' batin Minhao


"sudahlah, ayo kita mencari makan malam" kata Bai Yuwen santai dan pergi meninggalkan Minhao


Minhao dan Bai Yuwen pergi mencari makan malam, setelah menyelesaikan makanan mereka, keduanya kembali lagi ke kamar penginapan dan berbaring di tempatnya masing-masing


detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, namun Bai Yuwen tak kunjung menutup kedua matanya untuk tidur, ada sedikit yang mengganjal pikirannya

__ADS_1


Bai Yuwen mengalihkan pandanganya ke arah lantai, ia melihat minhao yang tidur dengan posisi membelakangi dirinya


"Hao, apa kau sudah tidur ?"


"belum, nona" balas Minhao tanpa mengubah posisi tidurnya


seperti Bai Yuwen, minhao juga tak bisa tidur karena kepikiran tentang kejadian sebelumnya, ia juga merutuki kesalahannya karena tak mengintip Bai Yuwen tadi


"ada apa nona" tanya Minhao


"ada yang ingin ku tanyakan padamu"


"tanyakan saja nona"


"kenapa selama kau tinggal di kediaman Clan Bai kau menyembunyikan kemampuanmu ? jika saja kau memperlihatkannya mungkin kau akan dapat perhatian khusus dari ayah ku" tanya Bai Yuwen


mendengar pertanyaan itu, minhao mengubah posisinya dan menatap Bai Yuwen, ia juga menahan agar pandanganya tak terarah ke dada Bai Yuwen


"nona apakah anda pernah mendengar sebuah kutipan yang mengatakan, ' cahaya yang terang akan lebih cepat padam dari lainnya'


seperti halnya kejeniusan, aku menyembunyikan kemampuanku karena tak mau membuat diriku sendiri terluka karena memperlihatkan kejeniusanku"


"apakah anda juga menyadarinya ?, bahwa berbagai teknik ku juga sulit di temukan di dunia persilatan, bahkan mungkin tidak ada" jelas Minhao cukup panjang


setelah mendengar jawaban Minhao, Bai Yuwen sedikit paham tentang situasi Minhao, ia menganggukkan kepalanya seraya berfikir sejenak


"apakan kau mau jika ku ajak masuk ke sekte phoenix emas ?" tanya Bai Yuwen


"heheh, bukanya mendaftar jadi murid luar di sana minimal harus mencapai ranah murid beladiri tingkat enam yha nona ? aku pernah mendengarnya dari Haocun"


"aku akan merekomendasikannya kepada para petinggi sekte" bujuk Bai Yuwen lagi


"ayolah nona,, jalan ku masih panjang, bahkan umurku belum genap dua belas tahun, tunggu satu tahun lagi, aku akan mendatangi anda dan menerobos ke master bela diri" kata Minhao penuh percaya diri


"cih,, bahkan kau belum di ranah murid bela diri saja sudah sombong, aku pegang janjimu" kata Bai Yuwen seraya mengubah posisinya membelakangi Minhao


Minhao hanya tersenyum kecil, ia memang berniat pergi ke sekte phoenix emas untuk menyampaikan pesan dari tabib xiao, lalu ia memejamkan matanya, setelah keheningan yang cukup lama akhirnya mereka berdua tertidur.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2