Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 10.


__ADS_3

Setelah kepergian Bai Yuwen, minhao segera menuju ke kamarnya. tidak lupa juga ia membersihkan diri dan mengganti pakainya, ia mengenakan jubah bertudung warna hitam ia berniat pergi ke hutan tempatnya biasa berlatih agar lebih leluasa mempelajari kitab jurus pemberian Bai Yuwen


Setelah perlengkapannya siap minhao segera meletakan jari telunjuknya di atas pelipis dan seketika itu ia menghilang dari posisinya berdiri


------------


Keesokan paginya minhao muncul kembali di dalam kamarnya, raut wajahnya sedikit lesu menggambarkan bahwa dia sangat lelah ia juga memiliki kantung warna hitam di bawah matanya


Minhao melepas perlengkapan dan jubahnya yang di dalamnya memperlihatkan ia memakai setelan baju pelayan ia mencari peralatan mandinya dan beranjak pergi menuju kamar mandi khusus pelayan


Setelah membuka pintu, ia sedikit terkejut karena dihadapanya telah ada seorang wanita menghadang jalannya, sontak ia menatap langit dan kembali menatap wajah wanita itu


"Nona Bai, apakah kita berangkat pagi pagi buta begini ? Bahkan sang Surya belum bangun dari tidurnya" tanya minhao seraya menguap menahan kantuk


"Kita akan berangkat 20 menit lagi, jika kau tidak segera bergegas maka aku akan berfikir ulang tentang perjanjian kita kemarin" kata Bai Yuwen ketus


Minhao yang mendengar itu langsung membulatkan bola matanya, ia segera berlari untuk pergi mandi agar tubuhnya sedikit segar lalu ia kembali lagi ke kamarnya ia tak menghiraukan Bai Yuwen yang sedang memperhatikan tingkahnya itu


setelah selesai mandi di kamar mandi khusus pelayan, minhao keluar dengan menampilkan wajah yang segar dan tidak terlihat raut wajah lesunya tadi


Minhao memasukan beberapa helai baju ganti di atas kain berbentuk persegi lalu membungkusnya dan meletakan bungkusan kain tersebut di punggungnya


Tidak lupa juga ia menyimpan kertas peta yang ia salin dari ruang kerja tutua Lin, lalu ia masukan ke dalam bajunya


Setelah menyelesaikan persiapannya minhao segera pergi menghadap Bai Yuwen yang masih berdiri di depan kamarnya


"Saya sudah siap nona" kata minhao


Bai Yuwen mengangkat sebelah alisnya saat melihat penampilan minhao yang memakai baju pelayan dan ada bungkusan kain di punggungnya


"Apa itu di punggungmu ?"


"Oh, ini ?? Baju ganti saya nona, bukanya kita akan pergi ke ibukota kekaisaran yha nona ?" Kata minhao sambil tersenyum antusias karena ia sebentar lagi akan pergi ke dunia luar sana


Bai Yuwen hanya menghela nafas dan melemparkan cincin kecil pemberian ayahnya ke arah minhao yang ditangkap olehnya dengan gelagapan karena Bai Yuwen melemparnya tiba tiba

__ADS_1


"Apa ini nona ?"


"Itu adalah cincin ruang, masukan barang barangmu ke cincin itu dan ganti pakaianmu menjadi jubah hitam seperti saat pertama kali kita bertemu"


"Bagaimana cara memakai benda ini nona?" Tanya minhao lagi


"Huh!! Teteskan saja darahmu dan alirkan tenaga dalamu lalu pakailah dan pikirkan barang yang akan kau masukan atau keluarkan" jawab Bai Yuwen sedikit meninggikan suaranya seraya membuang nafas kasar menahan kesal karena minhao banyak bertanya


Minhao tidak menghiraukan teriakan Bai Yuwen, ia lebih tertarik dengan cincin yang ada di telapak tangannya, ia memandang cincin itu dengan senyum sumringah


Minhao memasuki kamarnya lagi untuk membongkar barang bawaannya dan memasukan satu persatu ke dalam cincin ruang tersebut, ia meninggalkan Bai Yuwen yang masih berdiri dengan wajah kesal di depan pintu kamarnya


Setelah minhao menyelesaikan itu mereka beranjak pergi meninggalkan kawasan kediaman Bai Clan, mereka juga melewati kota Jeonju karena Bai Clan berdiri di pusat kota tersebut


Minhao berjalan di belakang Bai Yuwen, ia memakai baju khas pelayan yang menandakan bahwa Bai Yuwen adalah atasannya, mereka melewati kota tersebut tanpa sepatah kata pun


Setelah keluar dari kota tersebut, Bai Yuwen menghentikan langkahnya dan sontak minhao berhenti mengikuti nona tersebut


"Kenapa kau tidak memakai jubah hitam seperti waktu itu ?" Kata Bai Yuwen seraya melirik minhao yang berada di belakangnya


Minhao menjelaskan bahwa ia hanya memiliki 2 pasang jubah seperti itu, ia menjelaskan jubahnya yang tadi ia kenakan kotor jadi ia meninggalkannya di kamar, sedangkan satunya lagi bagian bawah jubahnya sobek saat menolong Bai Yuwen saat itu


Belum sempat minhao melanjutkan perkataanya, sebuah jubah terlempar ke wajahnya, jubah tersebut berwarna hitam bermotif merah di kerah jubah itu


"Pakailah itu dan cepat ikuti aku" ucap Bai Yuwen datar seraya pergi meninggalkan minhao dengan teknik peringan tubuh miliknya


Minhao yang melihat itu segera memakai jubah tersebut lalu mengikuti Bai Yuwen dari belakang dan mempraktekan ilmu peringan tubuh yang baru tadi malam ia pelajari


Mereka berdua memulai perjalanan menggunakan ilmu peringan tubuh, Bai Yuwen sengaja menjaga jarak dari minhao, dan meningkatkan kecepatanya sedikit demi sedikit bertujuan untuk mengetes pemahaman minhao dalam mempelajari suatu jurus


'hmm, lumayan juga bocah ini' batin Bai Yuwen seraya melirik minhao yang berada di belakangnya dan kembali menatap ke arah depan


Sedangkan minhao masih bingung dengan situasinya, ia memikirkan alasan mengapa Bai Yuwen mengajaknya ke ibukota kekaisaran


Ia segera mendekati Bai Yuwen yang berada di depan dan mensejajarkan posisinya ke samping wanita tersebut

__ADS_1


"Emm, nona Bai mengapa kau mengajakku ke ibukota kekaisaran ?" Tanya minhao tiba tiba


Bai Yuwen yang ditanya sedikit terkejut dan hampir terjatuh dari pijakanya, ia segera menyeimbangkan kembali tubuhnya


'bagaimana dia bisa.... Apa mungkin ia memahami jurus itu dengan sempurna hanya dalam semalam ?' batin Bai Yuwen


"Nona ??"


Bai Yuwen tersadar dari lamunannya saat mendengar suara minhao, ia segera menjawab dengan datar


"nanti kau akan tau" jawabnya seraya mempercepat laju larinya


Minhao hanya termenung sesaat dan kembali mengikuti Bai Yuwen dari belakang dengan diam


Perjalanan mereka ke ibukota cukup tenang dan tanpa halangan, mereka berlari sampai matahari mulai tak memancarkan sinarnya


Bai Yuwen menghentikan langkahnya seraya menatap langit dan diikuti oleh minhao di belakangnya


"Nona Bai, apa kita akan segera sampai ?" Tanya minhao


"Sampai kepalamu!! Perjalanan kita masih jauh, kita akan melewati beberapa desa sebelum sampai ke ibukota"


Minhao yang mendengar itu sedikit terkejut dan mulai bertanya lagi


"Lalu kenapa kita berhenti di tepi hutan seperti ini ? Bukankah lebih baik kita menuju ke desa terdekat"


"Jarak ke desa terdekat sekitar 1 hari perjalanan lagi, sebaiknya kita istirahat disini, sepertinya tempat ini cukup aman dari binatang iblis"


Minhao hanya manggut manggut dan segera mengumpulkan beberapa ranting kecil untuk membuat api unggun


Posisi mereka berdua sekarang berada di pinggiran sebuah hutan dan terdapat hamparan Padang rumput hijau yang cukup luas


Setelah minhao mendapat beberapa ranting ia segera mengumpulkanya menjadi satu, lalu ia menjentikkan jarinya dan keluarlah api kecil di jari telunjuknya dan mengarahkan api tersebut kearah tumpukan ranting yang ia kumpulkan tadi


Minhao juga mengeluarkan beberapa alat memasak dan beberapa bahan mentah untuk ia olah menjadi makan malam mereka berdua

__ADS_1


Sedangkan Bai Yuwen duduk di dekat api unggun seraya menatap lekat minhao yang menampilkan wajah bahagianya melihat cincin ruang pemberiannya


Bersambung


__ADS_2