
acara lelang assosiasi angin musim semi baru berakhir saat matahari mulai terbenam, dari sepuluh barang terakhir, delapan di antaranya dimenangkan oleh pengeram kedua
Bai Yuwen dan Minhao kembali ke penginapan mereka, besok pagi keduanya berniat untuk pulang, mereka tak menyadari di sebuah gang kecil tak jauh dari keduanya berjalan, terdapat sesosok mayat dengan leher hampir terpisah dari tubuh
mayat itu memakai zirah perang berwarna emas, tak jauh dari mayat tersebut berdiri seseorang memakai jubah serba hitam dan penutup kepala di atasnya
"huh, hanya raja beladiri tingkat rendah berani-beraninya mencari masalah dengan penerus sekte phoenix emas" kata pria berjubah tersebut
"sepertinya masih ada satu sampah lagi yang ingin mencari masalah, haish... biarlah mungkin si bocah Minhao itu bisa mengatasinya, aku sedikit tertarik dengannya" lanjutnya seraya menoleh kearah jalan yang baru Minhao dan Bai Yuwen lewati
pria berjubah hitam tersebut kembali memandang mayat dihadapanya, lalu ia mengarahkan tangannya ke arah mayat tersebut berniat memasukannya ke cincin ruang miliknya untuk menghilangkan jejak dan barang bukti
setelah menyelesaikan hal tersebut, tubuh pria berjubah itu tiba-tiba berubah menjadi asap hitam dan menyatu dengan udara lalu menyebar sebelum hilang tanpa jejak
sebenarnya pertarungan antara kultivator tingkat raja beladiri dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar di area sekitarnya, namun berbeda jika kultivator tingkat raja beladiri tersebut di bunuh secara diam-diam
--------------
keesokan harinya Bai Yuwen dan Minhao bangun sebelum matahari menyinari penginapan mereka, keduanya keluar dari penginapan berniat meninggalkan ibukota dan pergi pulang
setelah sampai di pintu gerbang keduanya melakukan pemeriksaan seperti pengunjung pada umumnya, tak membutuhkan waktu lama mereka di izinkan keluar dari ibukota kekaisaran
sedangkan Minhao masih bingung bagaimana ia berpamitan kepada Bai Yuwen untuk pergi menuju ke danau iblis
belum cukup jauh keduanya meninggalkan pintu gerbang, perjalanan mereka di hadang oleh seseorang berpakaian serba ungu dengan pola rumit di jubahnya dan sebuah topeng menutupi setengah wajahnya
Minhao dan Bai Yuwen sontak menghentikan langkah mereka dan memandang pria tersebut, Bai Yuwen terlihat biasa saja karena ia telah mengira bawa pria yang bersaing dengan nya di pelelangan pasti akan mencari gara-gara dengannya
sedangkan Minhao terlihat menajamkan pandanganya berniat meraba tingkat kultivasi pria berjubah ungu tersebut, tak butuh waktu lama wajahnya kembali normal dan terlihat ia menghela nafas ringan
' fiuh... Untung dia jauh lebih lemah dari si ratu kalajengking merah xiamey, aku juga ingin mencoba teknik baru yang ada di dalam kitab seribu racun pemberian tabib xiao, hihihi ' batin minhao
__ADS_1
"Hao, apa kau punya rencana ?"
entah mengapa selama perjalan ke ibukota, Bai Yuwen selalu tanya pendapat Minhao terlebih dulu sebelum bertindak, mungkin ia merasa bahwa Minhao adalah pria yang dapat diandalkan
Sedangkan Minhao tak menjawab, ia malah mendekat ke Bai Yuwen dan membisikan sesuatu, Bai Yuwen hanya mengangguk beberapa kali menanggapi bisikan Minhao
"apa yang kau inginkan, apa kau ingin bermain denganku lagi ?" tanya Bai Yuwen seraya tersenyum sinis ke arah pria berjubah ungu didepanya
"mengambil nyawamu !!!!" balas pria berjubah ungu
pria berjubah ungu tersebut mengeluarkan kertas persegi selebar telapak tangannya, lalu ia melemparkan nya ke arah Bai Yuwen
"teknik formasi, amukan naga air!!!" teriaknya
seketika keluar gelombang air cukup besar berbentuk kepala naga dari kertas persegi yang baru dilemparkan oleh pria berjubah ungu tersebut
minhao yang melihat itu segera bergerak cepat, ia berniat mencoba jurus yang baru ia pelajari dari kitab tujuh raja naga yang baru ia miliki
"teknik raja naga, gaya pertama: raja pelindung bumi!!!" teriak minhao seraya menghentakkan kedua telapak tangannya di atas tanah
BUMM!!!
suara dentuman cukup nyaring terdengar saat gelombang air berbentuk kepala naga menghantam naga kayu pelindung milik Minhao, terjadi hujan kecil setelah benturan tersebut
pria berjubah ungu tersebut menyipitkan matanya karena hujan kecil itu sedikit menutup penglihatan miliknya.
namun tak selang lama Bai Yuwen melesat keluar dari guyuran hujan kecil tersebut dengan pedang perak di tangan kanannya dan membuat pria bertopeng tersenyum miring
"kau pikir dengan tingkat kultivasi sepertimu mampu menghadapi ku ?, kau tak pantas" kata pria bertopeng seraya tersenyum sinis
Bai Yuwen tak menanggapinya, ia melesat dengan cepat kearah pria bertopeng dan langsung menebaskan pedang miliknya menggunakan teknik gerakan yang sangat gesit dan lincah
__ADS_1
terlihat pria bertopeng tersebut menghindari semua serangan Bai Yuwen dengan sangat mudah
Bai yuwen menghentikan serangannya dan mundur beberapa meter ke belakang dengan kedua tangan memegang gagang pedang perak miliknya dan ia angkat ke atas kepala
seketika pedang perak milik Bai Yuwen mengeluarkan kobaran api bertekanan tinggi, setelah energi yang ia salurkan terasa cukup, ia segera menebaskan pedang perak miliknya mengarah pria bertopeng
"jurus pedang Phoenix emas, gerakan pertama Phoenix membelah awan !!!" teriak Bai Yuwen
cahaya pedang berbentuk burung Phoenix merah keemasan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah pria bertopeng seraya membentangkan kedua sayap besarnya
"cih,, kau pikir burung kecil seperti ini bisa melukaiku ?" kata pria bertopeng meremehkan
pria bertopeng tersebut kembali mengeluarkan kertas formasi miliknya, lalu kemudian melemparkannya ke arah depan seraya mengaktifkannya
"teknik formasi, gelembung air pelindung" teriaknya
burung Phoenix Bai Yuwen berbenturan dengan gelembung pria bertopeng tersebut, seketika itu juga serangan Bai Yuwen dapat dinetralkan namun terdapat kepulan asap yang cukup tebal
pria bertopeng tersenyum bangga, ia mengibaskan tangannya berniat menghilangkan kepulan asap tersebut dengan elemen angin menggunakan tenaga dalamnya
saat kepulan asap tersebut menyebar, pria bertopeng dikejutkan dengan sebuah pedang perak melesat kearah kepala nya, namun ia dapat menghindarinya dengan mudah
"cih.. trik remeh" ucapnya
"benarkah ?" kata seseorang yang berada di belakangnya
sontak hal tersebut membuat pria bertopeng sangat terkejut, ia menoleh dan melihat Minhao telah berada di belakangnya dengan pedang perak di tangan kirinya sedangkan tangan kanan menotok bagian kiri leher pria bertopeng menggunakan jari tengah dan telunjuk yang ia satukan
seketika itu tubuh pria bertopeng tersebut mendadak lemas ia terjatuh terkulai di atas tanah namun kesadaran nya masih normal ia menatap Minhao dengan pandangan penuh tanya bercampur amarah
"apa yang kau lakukan dengan badanku bocah siala*n ???" teriak pria bertopeng tersebut
__ADS_1
"tidak ada, hanya menotok beberapa saraf di lehermu agar seluruh badanmu tak merespon perintah otak kacang mu itu, hihihihi" balas Minhao seraya cekikikan
bersambung.