Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 24.


__ADS_3

Minhao menyusuri jalan yang seolah menuntunnya ke suatu tempat tersebut. sepanjang perjalanan sesekali ia melihat sumber daya untuk meningkatkan pelatihan. namun, ia tak mengambil sumber daya tersebut. karena, setiap sumber daya yang ia temukan selalu di jaga oleh binatang iblis di sekitarnya.


binatang iblis itu berbentuk ular bertanduk, hampir persis seperti naga. tetapi, minhao menganggapnya sebagai ular karena tubuh dan taring binatang iblis itu tak menyerupai naga yang ia ketahui.


cukup lama Minhao menyusuri danau tersebut. semakin jauh ia berjalan, semakin hangat hawa yang ia rasakan. sampai saat kabut yang menuntunnya ke suatu tempat berhenti.


Minhao memandang sekitar. namun, yang ia lihat hanya danau berkabut yang sangat tebal. ia menoleh ke belakang melihat jalan yang baru ia lewati tadi kembali tertutup kabut


Minhao sedikit bingung, ia melihat ke bawah tempatnya berdiri, tak lama kemudian ia tersenyum seolah menyadari sesuatu.


Minhao mengubah tenaga dalamnya yang semula menyelimuti kaki menjadi menyelimuti seluruh tubuhnya, terlihat ia perlahan-lahan tenggelam.


Minhao menenggelamkan tubuhnya ke danau iblis itu. semakin jauh ia tenggelam sensasi yang ia rasakan yang semula hangat menjadi sedikit panas. ia sedikit bingung lalu, ia mengarahkan pandangannya ke dasar danau tersebut.


Minhao dapat melihat cahaya merah keemasan mewarnai dasar danau tersebut. semakin ia mendekati dasar danau itu. ia dapat melihat dengan jelas warna merah keemasan sebelumnya dan hal itu membuatnya terkejut.


"sensasi panas yang kurasakan tadi ternyata dari magma di dasar danau ini ?" gumam Minhao


sekitar seratus meter dari magma tersebut, tubuh Minhao seolah menembus sesuatu. dan seketika tubuhnya terjatuh kebawah, ia sedikit tenang karena, tepat dibawah ia terjatuh terdapat sebuah bongkahan tanah yang cukup luas.


minhao mendarat dengan mulus. dapat di lihat tepat dihadapan Minhao ada sebuah reruntuhan kuno. namun, pandangan Minhao malah mengarah keatas.


"ada formasi penghalang di atas sana. sangat menakjubkan, pola formasi itu sungguh indah, apakah formasi itu juga yang menghalangi air danau agar tak menggenangi daerah ini ?" ucap Minhao kagum seraya menoleh ke daerah sekitarnya


Minhao kembali memandang reruntuhan didepannya yang terlihat seperti sebuah istana kuno dan melangkahkan kakinya menyusuri tempat tersebut.


cukup lama Minhao menyusuri reruntuhan tersebut namun, tidak ada sesuatu yang membuatnya tertarik.


Minhao berhenti di salah satu tempat yang ia anggap sebagai ruang singgasana. terdapat sebuah kursi besar yang diatasnya terdapat sebuah lingkaran hitam di tempat tersebut. hal itu membuat ia sedikit tertarik

__ADS_1


di sandaran kursi singgasana tersebut juga ada tuju buah gagang pedang yang memiliki warna berbeda. namun Minhao lebih tertarik dengan lingkaran hitam yang ada di atasnya


Minhao mendekati kursi singgasana itu, ia penasaran benda apa yang terlihat seperti lingkaran hitam tersebut. namun sekitar dua langkah dari kursi itu Minhao menyadari lingkaran hitam itu adalah sebuah portal.


Portal tersebut seolah paham akan kedatangan Minhao. Portal itu memiliki daya hisap yang sangat kuat, seolah ingin menarik Minhao masuk kedalamnya


Minhao telat menyadari hal tersebut, ia mengumpat dalam hati atas kecerobohannya. ia menahan dengan menancapkan pedang peraknya ke lantai dan melangkah menjauh dari portal tersebut


' cih... sial !!! '


namun apa daya, kekuatan hisap portal itu sangatlag kuat. perlahan tubuh Minhao terseret ke arah portal tersebut dan akhirnya ia tak sanggup menahan daya hisap yang kuat itu.


-------------


Minhao membuka matanya perlahan, ia mengubah posisinya yang sebelumnya terbaring menjadi duduk.


Minhao mengarahkan pandangan kesekeliling nya, namun yang ia lihat hanya warna hitam sejauh mata memandang


disaat sedang memahami situasinya, Minhao melihat sebuah cahaya tak jauh dari posisi ia berdiri. tanpa keraguan ia mendekati cahaya tersebut


semakin ia dekat dengan cahaya tersebut, semakin jelas apa yang ia lihat. cahaya itu tidak lain adalah sebuah api unggun. tak jauh dari api tersebut terlihat seorang pria paruh baya berpakaian serba putih dengan sebuah benda aneh melingkar di kepalanya.


"hahahaha, akhirnya kau datang juga bocah" ucap pria berjubah tersebut dengan senyum sumringahnya


"ternyata si tua Xiao Tang menepati janjinya"


"baiklah, kemarilah bocah bukanya kau masih bingung dengan situasi mu saat ini ?" lanjut pria berjubah tersebut dengan ramah


Minhao terlihat masih ragu, namun akhirnya ia memberanikan diri mendekat ka arah pria berjubah tersebut

__ADS_1


"anu senior, sebenarnya tempat apa ini ?" tanya Minhao


"tempat ini aku namakan lembah obat SUN LAU, namun energi tempat ini hampir habis, bahkan secuil jiwaku ini saja tidak bisa keluar dari sini !!!" kata pria berjubah putih


"tempat ini sebenarnya adalah sebuah pusaka yang dibuat oleh Xiao Tang, aku akui dia adalah jenius nomer satu dalam sejarah kekaisaran Ming. namun karena hatinya yang terlalu baik, dia harus berakhir di tangan sahabatnya sendiri, haish..." lanjutnya seraya menghela nafas berat


Minhao yang melihat wajah sendu lelaki di hadapanya sedikit mengerti bahwa terdapat kesedihan yang mendalam di ucapan pria tersebut


' tunggu dulu, Xiao Tang - tabib Xiao, Xiao Tang - tabib Xiao, apa jangan-jangan...?' batin Minhao


"benar, pria yang sebelumnya berjumpa denganmu adalah Xiao Tang" jawab pria berjubah tiba-tiba


Minhao yang mendengar itu sedikit terkejut seraya bergumam dalam hati.


' apa dia sama seperti tabib Xiao. juga bisa membaca pikiran seseorang '


"hey bocah, jangan samakan aku dengannya. jelas aku lebih tampan dari si tua Xiao Tang itu. dan juga aku hanya menebak dari sorot matamu saja, bukanya membaca fikiran"


' sial, dia memang mirip seperti tabib Xiao ' batin Minhao seraya menutup mata agar tak terbaca oleh pria di hadapanya


"senior, apakah tempat ini akan rusak ? dan kita terjebak disini selamanya ?"


"tidak jika kita bisa memperbaikinya, aku sudah memperbaikinya beberapa bulan lalu. tapi, formasi yang di gambar Xiao Tang sungguh... sungguh..."


"XIAO TANG SIALAN !!!, seharusnya kau memberiku buku petunjuk penggunaan barang, dasar sialan!!" umpat pria berjubah putih seraya menginjak-injak selembar kertas


"anu senior, apakah aku boleh memeriksanya ? aku sedikit banyak tau tentang ilmu formasi"


"apa kau yakin ?" tanya pria berjubah tak percaya

__ADS_1


"haish.... baiklah, tapi jika kau pusing jangan Salakan aku" lanjutnya seraya mengambil selembar kertas yang baru ia injak lalu memberikannya ke Minhao.


bersambung.


__ADS_2