
Sehabis minhao menyelesaikan tugasnya di kediaman tetua Lin, ia bergegas menuju ke kamarnya.
Minhao bekerja sebagai pelayan pribadi tetua Lin. ia hanya bekerja di Pagi hari menyiapkan sarapan serta membersihkan rumah, dan sore hari untuk menyiapkan makan malam. Sedangkan di siang hari, ia lebih memilih menghabiskan waktunya di kamar.
Saat berjalan menuju kamarnya, minhao masih memikirkan penjelasan tetua Lin, ia merenungkan bagaimana cara ia mengubah nasibnya yang begitu menyedihkan.
Tanpa sadar minhao tiba di depan kamarnya, ia segera masuk dan menguncinya dari dalam.
"Akhirnya aku berada di dunia impianku" ucapnya penuh semangat.
"Walau di dunia ini aku di sebut sampah, aku tidak akan menyerah dan menuju puncak kultivasi di dunia ini menggunakan ringkasan kultivator yang kumiliki di dunia asalku." Ucap minhao sembari mengepalkan kedua tangannya.
' Pertama Tama, aku harus mencari tekhnik kultivasi dan jurus yang cocok denganku ' batin minhao sembari menyilangkan kaki di atas kasur, memfokuskan pikiranya untuk melakukan meditasi agar mengingat berbagai teknik kultivasi serta jurus yang terdapat di dalam buku ringkasan kultivator.
Di dunia asalnya minhao adalah pria paruh baya yang sangat terobsesi dengan dunia kultivator, bahkan dia juga menjadi ahli kimia terbaik di generasinya.
Ia mengambil bidang tersebut agar dapat mempelajari teknik meramu dan meracik pil yang terdapat di dalam buku ringkasan kultivator.
Di dalam ringkasan kultivator terdapat berbagai teknik kultivasi, ilmu beladiri, meracik obat atau racun, teknik ilmu formasi, dan berbagai hal lainya yang berkaitan dengan dunia kultivator.
Tidak hanya meracik obat, minhao juga sangat tertarik dengan ilmu membuat formasi. Ia bahkan memahami ilmu tersebut Dangan sangat mendalam, dan mengetahui bahan apa saja yang di perlukan dalam ilmu tersebut.
Tetapi ia selalu gagal setiap mempraktekan ilmu formasi tersebut, karena kurangnya bahan, yaitu energi dalam. Sebab di dunia asalnya minhao tidak memiliki tenaga dalam karena di dunianya tidak terdapat energi langit dan bumi yang berlimpah seperti dunia yang ia tempati saat ini.
Selang beberapa menit dari meditasinya, minhao telah mendapatkan teknik kultivasi yang cocok dengannya, ia membuka matanya perlahan.
"Teknik 7 raja naga, teknik ini seperti khusus di buat untukku." Gumam nya sambil tersenyum penuh makna.
__ADS_1
Minhao menutup kembali matanya, dan memfokuskan fikirannya, sambil menjalankan teknik 7 raja naga untuk melakukan kultivasi.
Berbagai unsur energi langit dan bumi di sekitar minhao, terserap dengan rakus kedalam tubuhnya. energi tersebut melakukan siklus besar kedalam tubuh minhao melalui 7 titik meridian besar dan 360 titik Meridian kecil dan berakhir di ketujuh titik kecil di dalam Dantian minhao.
Setelah melakukan beberapa siklus besar di dalam tubuh nya, minhao menghentikan kultivasi dan menstabilkan tenaga dalam di Dantian nya.
Minhao membuka matanya perlahan dan menghembuskan asap tebal bewarna kehitaman melalui mulut serta hidungnya.
Asap tebal tersebut adalah energi kotor di dalam tubuh minhao. Saat minhao melakukan kultivasi, energi yang ia serap di sekitarnya melakukan pembakaran energi kotor di dalam tubuh minhao.
Energi langit dan bumi tersebut membakar energi kotor di dalam tubuh, dan mengubah energi itu menjadi asap tebal, lalu mengeluarkannya melalui mulut serta hidung, saat seseorang selesai melakukan kultivasi.
Minhao menghela nafas pelan, ia tersenyum senang saat merasakan tubuhnya seolah di penuhi oleh energi. Minhao beranjak dari tempat tidurnya.
' dengan teknik kultivasi 7 raja naga, dalam waktu 2 Minggu mungkin aku menembus tingkat murid beladiri bintang 1.' batinnya.
"Aku harus membiasakan diri dengan energi ini" ucap minhao sambil menjentikkan jarinya.
Api kecil itu tidak juga kunjung padam, walau minhao meniupnya dengan kencang. minhao tambah bingung dengan api tersebut.
Lalu ia mengibaskan tangannya dengan kesal, tanpa sengaja api tersebut jatuh di tempat tidur minhao. Minhao tambah kesal dengan hal tersebut. Minhao meniup api itu lagi dengan penuh amarah.
Bukanya padam, api tersebut malah membesar karena tiupan minhao, ia tidak sadar kalau tiupannya tidak mengeluarkan angin, melainkan semburan api.
Sontak minhao terkejoet dengan hal tersebut, ia terlihat panik serta bingung. Minhao bergegas mengambil selimut di lemarinya, dan lari keluar dari kamarnya.
beberapa saat kemudian, minhao kembali lagi ke kamarnya dengan membawa selimut basah di tangan. Ia memukulkan selimut basah itu ke tempat tidurnya.
__ADS_1
Setelah berjuang cukup keras, akhirnya api di atas kasur tersebut padam. Minhao terduduk di lantai dengan nafas memburu serta keringat yang memenuhi tubuhnya.
"Sepertinya aku harus membiasakan diri dengan kekuatan baruku." Ucap nya lemas sambil tersenyum canggung.
minhao bangkit dari duduknya dan berniat melanjutkan pelatihannya, ia berencana mempraktekan jurus yang sangat membuatnya tertarik saat dia masih tinggal di tempat asalnya.
minhao berjalan mendekati meja di dekat tempat tidurnya, dan mengambil sebuah pisau kecil di atasnya.
' dulu saat aku mempelajarinya, aku tidak memiliki aspek penting dalam syarat melakukan jurus tersebut, namun sekarang aku memilikinya.' batin minhao menatap pisau ditangannya sembari tersenyum.
minhao menggigit jari telunjuknya hingga berdarah, serta memfokuskan tenaga dalamnya di ujung jari tersebut. ia segera mulai menggambar formasi di atas pisau kecil itu.
setelah selesai menggambar formasi tersebut, minhao segera melempar pisau itu ke atas dan segera mengaktifkan formasi itu dengan melakukan segel tangan.
saat pisau itu hampir terjatuh, minhao telah menyelesaikan langkah terakhir pembuatan formasi, dan segera menangkap kembali pisau tersebut.
minhao menghela nafas pelan saat melihat gambar formasi di atas pisau itu yang awalnya warna merah darah berubah menjadi warnah perak.
"sepertinya aku hanya dapat membuat gambar formasi tingkat rendah" ucap minhao.
minhao segera mencoba karyanya tersebut, ia melemparkan pisau itu ke arah dinding, dan memfokuskan pikirannya ke gambar formasi tersebut.
sesaat sebelum ujung pisau itu menancap ke dinding, tiba tiba posisi minhao dan pisau tersebut bertukar tempat, bukanya ujung pisau yang meluncur ke dinding, melainkan kepala minhao yang malah membentur dinding tersebut cukup keras.
DUAK !!!
suara benturan tersebut cukup keras di dalam kamar minhao. ia membalikan badan dan melangkah ke tempat tidurnya yang sedikit gosong, sambil terhuyung dan memegang dahinya yang nyeri.
__ADS_1
"sepertinya aku harus melakukan praktek jurus di tempat yang sedikit luas, untuk mempelajari formasi teleportation." gumamnya sambil memikirkan tempat yang cocok untuknya berlatih.
bersambung.