
Setelah puas berkeliling di area kedianman utama Bai Clan, Bai Yuwen berpisah dengan haocun dan segera ke ruang kerja ayahnya
Ia berjalan santai melewati beberapa pelayan yang menunduk hormat kepadanya dan dia hanya menganggukkan kepala
Setelah berjalan cukup lama, ia sampai di depan pintu ruang kerja ayahnya, ia masuk tanpa permisi
Di dalam ruangan tersebut, Bai Zhen yang tidak lain adalah ayah Yuwen sedang menatap lukisan yang ada di dinding dan membelakangi Bai Yuwen yang masih berdiri di belakang pintu
Saat mendengar seseorang masuk, Bai Zhen segera membalikan badannya dan mendapati putrinya sedang berdiri di dekat pintu menatapnya datar
Bai Zhen hanya menanggapinya dengan senyuman hangat, ia tau perangai putrinya itu telah berubah saat di tinggal mendiang istrinya yang tidak lain ibu Bai Yuwen
"Kemarilah nak, ada yang ayah ingin sampaikan" ucap Bai Zhen masih mempertahankan senyum hangatnya
Bai Yuwen hanya menatap ayahnya lekat, namun ia masih menghampiri ayahnya dan mempertahankan ekspresi datarnya
"Apa yang ingin ayah sampaikan" ucap Bai Yuwen yang sudah berdiri di hadapan ayahnya
"Apa kau juga menjadi wakil sekte mu untuk menghadiri lelang Akbar di ibukota kekaisaran ?" Tanya Bai Zhen seraya menghela nafas kasar
"Iyha benar, aku akan kesana besok pagi, karena itu aku mampir ke rumah untuk mengunjungimu ayah" kata Bai Yuwen
Walau Bai Yuwen memiliki sifat yang dingin, dia masih mengingat bahwa rumah adalah tempatnya pulang, karena sejauh jauhnya ia pergi, masih ada seseorang yang menghawatirkanya yaitu Bai Zhen ayahnya
Bai Zhen tidak menjawab, ia hanya tersenyum hangat lalu berjalan mendekati meja kerjanya dan mengambil cincin kecil di dalam laci meja tersebut
"Berhubung besok kau akan berulang tahun, aku memiliki hadiah kecil untukmu" kata Bai Zhen seraya memberi cincin yang baru ia ambil tersebut
"Di dalam cincin ruang tersebut ada lima ratus ribu koin emas, ayah tidak tau apapun yang kau suka, tapi ayah harap kau mengambilnya"
Bai Yuwen sedikit terkejut mendengar nominal yang di ucapkan ayahnya tersebut, bahkan pendapatan keluarga Bai dari berbagai bisnisnya, tidak mencapai tiga juta koin emas dalam setahun dan Bai Yuwen mengetahui hal tersebut
"Sudah lebih lima tahun ayah tidak melihatmu, dan ayah tidak tau apapun tentang dirimu, ayah hanya bisa memberikan itu karena ayah tidak tau apa yang kau suka, maafkan ayah nak"
"Ayah bukanya ini terlalu banyak ?" Tanya Bai Yuwen sedikit terkejut
"Ambilah, itu tidak seberapa untuk putriku yang manis ini, maafkan ayah yang tidak mengurusmu dengan baik" kata Bai Zhen seraya mengelus kepala putrinya itu
Bai Yuwen hanya menundukan kepala, ia membiarkan dan tidak menepis tangan Bai zhen yang mengelus kepalanya
"Besok berangkatlah, perjalanan ke ibukota kekaisaran cukup jauh, apa kau membutuhkan seorang pengawal untuk menemanimu ?" Tanya Bai Zhen
"Tidak, aku akan mengajak seseorang untuk menemaniku"
"Siapa ?, Apakah haocun" tanya Bai Zhen lagi
"Bukan, dia seorang pelayan pribadi tetua Lin" jawab Bai Yuwen
"Bukanya dia akan menghambat, perjalananmu ?"
__ADS_1
"Aku hanya membutuhkan seseorang untuk menyiapkan makanan di perjalananku, jarak pemukiman terdekat dari kota Jeonju sekitar dua hari perjalanan"
"Apa kau yakin hanya membutuhkan dua hari perjalanan ke desa terdekat, dia bahkan tidak memiliki tehnik peringan tubuh ?"
"Aku memiliki caraku sendiri" jawab Bai Yuwen singkat seraya meninggalkan ruang kerja ayahnya
Bai Zhen hanya termenung dan tidak memahami maksud Bai Yuwen putrinya itu
------------
Sore itu minhao telah menyelesaikan pekerjaannya di kediaman tetua Lin, ia segera pergi menuju ke kamarnya seperti biasa
Minhao tidak menggunakan tehnik teleportation nya karena ia ingin menikmati suasana senja yang jarang ia rasakan itu
Saat berjalan santai ada seorang bocah yang menghadangnya, di belakangnya juga ada dua pengikut setia bocah tersebut
Yha,,, bocah itu tidak lain adalah Bai Li dan beberapa keturunan tetua Bai Clan, seperti biasa ia menghadang langkah minhao bersama pengikutnya
"Hei sampah, telah lama aku tidak menghajarmu, kenapa kau sulit sekali untuk di temui ?" Ucap Bai Li seraya tertawa lebar dan di ikuti para anak buahnya
Sedangkan minhao hanya menghela nafas merutuki nasibnya yang kurang beruntung, ia membiarkan dan tidak membalas para tuan muda dihadapanya yang membullynya dan ia hanya menahan diri karena tidak mau identitas aslinya terungkap
"Tuan muda, apakah ada yang bisa saya bantu ?" Tanya minhao datar
"Apa yang kuharap kan dari sampah sepertimu ?" Jawab Bai Li sinis seraya memberi isyarat kepada teman temanya untuk menghajar minhao
Alasan Bai Li sangat membenci minhao karena parasnya yang sangat rupawan, bahkan wajahnya lebih tampan sedikit di atas haocun yang menjadi idola di kalangan wanita
Minhao hanya pasrah saat dipukuli oleh para tuan muda tersebut, ia hanya menahan dan tidak membalas pukulan mereka
Bai Li yang melihat wajah minhao menampilkan ekspresi datar tambah membuatnya kesal, ia menghentikan teman temanya yang memukuli minhao
"Huh... Dasar sampah" hina Bai Li seraya meludah kearah minhao lalu beranjak pergi dan di ikuti teman temanya
Minhao hanya diam saat ludah Bai Li mendarat di kepalanya, ia menepuk bajunya yang sedikit kotor seraya berdiri
Namun saat ia hendak berdiri, sebuah uluran tangan mungil putih dan mulus terpampang di hadapanya, ia segera mendongak agar melihat si empunya tangan
Betapa terkejutnya ia saat sesosok wanita cantik dihadapanya mengulurkan tangan ke arahnya dengan wajah datar
Minhao segera berdiri namun ia tidak menyambut uluran tangan di depannya lalu ia menunduk hormat kepada wanita itu
"No..nona muda" ucapnya terbata
"Kenapa kau hanya diam saja saat harga dirimu di injak injak oleh tikus tikus Bai Clan itu ?" Tanyanya yang tidak lain adalah Bai Yuwen
Minhao hanya diam sambil menunduk, ia sedikit khawatir jika wanita didepanya membocorkan rahasia dirinya
Bai Yuwen yang melihat raut wajah minhao seolah tau isi pikirannya
__ADS_1
"Tenang saja aku tidak akan membongkar rahasiamu dengan satu syarat"
Minhao yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya seraya bertanya
"Syarat apa nona ?"
"Besok ikutlah dengan ku"
Minhao yang mendengar itu hanya mengangkat sebelah alisnya ia tidak mengerti maksud wanita di hadapanya
"Apa tingkat kultivasimu ? Apa kultivasimu di atas master bela diri ?" Tanya Bai Yuwen
" Hehehehe, nona kau memandangku terlalu tinggi" balas minhao seraya mengelus belakang kepalanya
"Sebenarnya aku masih belum bisa di anggap kultivator, karena aku masih belum menembus ranah murid bela diri, aku hanya setengah langkah dari tingkat tersebut"
Bai Yuwen yang mendengar jawaban minhao semakin terkejut dengan bocah di hadapanya
"Tapi saat itu bagaimana bisa kau.... Sudahlah lupakan"
"Apa kau juga menguasai teknik peringan tubuh ?"
Minhao hanya menggelengkan kepalanya canggung, dan Bai Yuwen menghela nafas ringan seraya mengeluarkan gulungan berwarna kuning dari cincin ruang nya dan melemparkan gulungan itu ke minhao
"Itu adalah kitab peringan tubuh tingkat kuning, teknik tersebut sangat umum di gunakan bagi pemula sepertimu"
Minhao menangkap gulungan tersebut dan melihat benda ditangannya seraya bergumam dalam hati 'teknik langkah angin'
"Pelajari teknik tersebut malam ini, besok kita akan pergi ke ibukota kekaisaran"
"Ku harap kau memahami setidaknya 20% inti dari kitab tersebut dalam semalam, agar kau tidak terlalu menghambat perjalanan ku" ucap Bai Yuwen seraya beranjak meninggalkan minhao yang masih memandang kitab di tangannya
"Dasar betina, kenapa kau mengajakku pergi jika kau tidak mau perjalananmu terhambat olehku" gerutu minhao pelan saat melihat kepergian wanita itu
Bai Yuwen yang posisinya lumayan jauh dari minhao masih dapat mendengar gumaman pria itu, ia hanya tersenyum kecil menanggapi hal tersebut
Sudah sangat lama sejak ia tertarik dengan seseorang, namun seorang seperti minhao dapat membuatnya sangat tertarik padanya
Bersambung
________
Note:
Tingkat kitab jurus
- hitam
- kuning
__ADS_1
- bumi
- surgawi