Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 8.


__ADS_3

Sedangkan minhao yang masih di ruang kerja tetua Lin, tidak menyadari bahwa ia telah membaca buku di ruang tersebut sampai siang, ia masih fokus dengan bukunya tentang berbagai informasi umum di daratan tengah.


Saat ia masih fokus dengan bukunya, tiba tiba fokusnya buyar tatkala suara perut lapar terdengar di telinganya seperti suara katak yang dililit ular.


'sial, aku belum sarapan tadi pagi' batinya seraya memegang perut


Minhao keluar dari ruangan tersebut dan bergegas menuju dapur untuk membuat makan siangnya


Sesampainya minhao ke dapur ia menyiapkan peralatan untuk masak seraya bernyanyi ria, menyanyikan lagu yang lagi boeming di dunia asalnya.


(Lirik lagu yang dinyanyikan minhao)


'*Saat ku sendiri, ku lihat kompor dan panci'


'Bersamaku yang telah lama ku simpan'


'Hancur hati ini mendengar suara perut berbunyi'


'Yang tak bisa, ku cegah kembali*'


Minhao menyanyikan lagu tersebut berulang ulang sampai makanannya siap, ia segera membawa makanan tersebut dan menaruhnya di meja makan


Tetapi minhao tidak segera memakan makanan tersebut, ia malah melanjutkan menyanyinya tadi seraya menggerakkan anggota tubuhnya mengikuti tempo lagu tersebut.


'ku ingin saat ini, engkau' (sambil menunjuk makanan di hadapanya)


'ada di sini... ' (Minhao menunjuk perutnya sendiri)


'*termakan bersamaku, agar... Tak lapar lagi'


'walau kenyang sebentar,,, nanti... Kumakan lagi*..'


(Author : kalau baca lirik di atas, sebisa mungkin ikutin nada asli lagunya ya, hihihi)


Setelah bernyanyi dengan puas, minhao segera duduk di kursi dan memakan makanannya.


Saat makanan itu hampir masuk di mulut minhao, tiba tiba suara teriakan seseorang di luar Kediaman tetua Lin membuatnya menghentikan acara makan tersebut.


Minhao menampilkan wajah tidak senang dan meletakan alat makanya seraya berjalan menuju pintu dan membukanya, namun ekspresinya segera berubah ketika melihat seorang bocah yang tidak lain adalah haocun.


Ia segera menyapa sahabatnya itu yang telah 2 Minggu tidak ada kabar

__ADS_1


" Hai haocun, apa ka.." sapa minhao tersendat saat melihat perempuan di belakang haocun


Minhao terkejut karena ia mengenali wajah wanita tersebut, ia segera merangkul leher haocun dengan lengannya, dan membawanya sedikit menjauh dari wanita itu.


"Sejak kapan kau pandai memikat hati wanita" bisik minhao kepada haocun


Haocun yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu sedikit kesal dan ia segera menjitak kepala minhao seraya berkata


"Dia itu anak ketua Clan, bodoh... Anak guruku.. namanya kak Yuwen"


Minhao yang mendengar itu tambah terkejut dan segera berkata


"Sejak kapan ketua Clan memiliki anak ??, Atau jangan jangan ia mempunyai anak dari istri simpanan, bahkan sampai sekarang aku tak pernah melihat istri aslinya"


"Sudahlah,, Ayo aku kenalkan kau dengan kakak baruku yang cantik itu" kata haocun sambil menarik lengan minhao dan mendekati Bai Yuwen


Sesampainya minhao di hadapan Bai Yuwen, ia hanya tersenyum canggung dan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal


"Emm, anu, perkenalkan namaku minhao, teman haocun" ucap minhao yang agak Gugub seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


Sedangkan Bai yuwen hanya menatap minhao datar tidak menggubris kata katanya, dan melipat tangannya di depan dada.


Minhao yang melihat tangannya tidak mendapat sambutan dari gadis di hadapanya, ia segera menarik tangannya kembali dan mengelap telapak tangan itu ke pahanya seraya tertawa canggung


Haocun yang melihat suasana sedikit canggung segera mencairkannya dengan bertanya kepada minhao


"Minhao, apa selama ini kau baik baik saja ? Apa kau masih di ganggu oleh Bai Li dan teman temanya ?" Tanya haocun ke minhao untuk agar suasana tidak canggung


"Tenang saja, aku slalu menghindari mereka, jika mereka mengejar ku, aku tinggal berlindung di belakang tetua Lin" kata minhao tertawa ringan


Minhao dan haocun mengobrol dengan santai, mereka tidak menghiraukan tatapan dingin dari Bai Yuwen


"Kalian sudah makan ? aku baru saja selesai membuat makan siang, apa kalian mau ?" Tanya minhao


"Kami sudah makan tadi di kediaman utama"


"Baiklah minhao, aku pergi dulu kak Yuwen ingin aku menemaninya berkeliling" jawab haocun


Haocun dan Bai Yuwen pergi meninggalkan minhao yang masih bergemelut dengar pikirannya.


"aku tidak setuju dengan kata para pepatah yang mengatakan 'dunia tak seluas daun kelor' , kalau gini mah lebih kecil dari daun kelor" gumam minhao seraya masuk kembali ke kediaman tetua Lin untuk melanjutkan makan siangnya.

__ADS_1


Haocun dan Bai Yuwen pergi mengelilingi kawasan kediaman Clan Bai, sesekali haocun menjelaskan tempat tempat yang mereka lewati


Sedangkan Bai Yuwen memutar bola matanya malas, alasan ia mengikuti haocun sebenarnya adalah ia penasaran dengan seseorang


"Apa bocah tadi saudara kandungmu" tanya Bai Yuwen tiba tiba


"Bukan, dia adalah sahabatku dari kecil, kami sangat dekat, bahkan sebelum lahir orang tua kami hampir menjodohkan aku dan minhao jika salah satu dari kita wanita" jawab minhao terkekeh geli


"Terus kenapa kalian berakhir disini, dan kenapa bocah tadi jadi seorang pelayan ?"


"Dulu saat aku dan minhao pergi kehutan, desa kami terkena musibah, saat aku dan dia kembali, desa tersebut sudah jadi reruntuhan dan tak terlihat satupun penduduk"


"Waktu itu aku dan minhao mencari kedua orangtua kita, kami tidak sengaja bertemu tetua Lin, dan setelah itu kami berakhir di tempat ini"


"Saat di bawa ke hadapan ketua Clan, aku ternyata seorang bocah berbakat yang hanya mempunyai 1 unsur elemen di Dantian, sedangkan minhao memiliki 7 unsur elemen, sejak itu dia jadi pelayan tetua Lin" jelas haocun panjang lebar


Bai Yuwen hanya mendengarkan dan mempertahankan wajah datarnya


'tapi kenapa saat itu ia dapat mengalahkan 6 bintang iblis setingkat master bela diri ?


'baiklah minhao, aku akan mengikuti permainanmu' batin Bai Yuwen seraya tersenyum kecil


Setelah mereka puas berkeliling, Bai Yuwen berpisah dengan haocun dan segera menuju ke ruang kerja ayahnya


---------------


Setelah kepergian Bai Yuwen dan haocun, minhao kembali melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda, ia menghabiskan makanan tersebut dengan lahap


Selesai menyantap makan siangnya, minhao segera kembali keruang kerja tetua lin untuk membereskan beberapa buku yang tadi ia baca


Minhao memasuki ruangan tersebut dan segera membereskannya, namun saat ia hendak meletakan buku di lemari, tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah peta yang ada di ujung meja kerja tetua Lin.


Ia mengambil peta tersebut dan hendak meletakan ke tempatnya lagi, namun ia urungkan. minhao mengangkat kertas itu ke depan wajahnya, saat ia melihat isi kertas itu, ia mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum kecil.


"sepertinya tempat ini cocok untukku berlatih, mungkin lebih baik aku menerobos ranah murid beladiri di tempat tersebut"


minhao segera mengambil kertas kosong dan alat tulis yang terdapat di atas meja, dan ia menyalin peta tersebut


"perjalanan panjang segera dimulai" gumamnya seraya memandang peta yang ada di tangannya.


___________

__ADS_1


like + coment, dan jangan lupa beri saran agar kedepanya novel ini tambah berkualitas.


__ADS_2