Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 3


__ADS_3

Keesokan paginya, minhao malakukan rutinitasnya seperti biasa.


Minhao bangun sebelum sang mentari menampakan sinarnya. Ia bergegas ke kediaman tetua Lin untuk membersihkan rumahnya dan menyiapkan sarapan.


Lima tahun lalu saat minhao tiba di Bai Clan. Tetua Lin menjadikanya sebagai pelayan pribadi, karena pada saat itu tidak ada yang mengharapkan kehadiran ya.


Disisi lain, tetua Lin juga merasa bersalah kepada minhao, karena terlambat menyelamatkan desa tempat tinggalnya. Tetua Lin bahkan memperlakukannya dengan baik. ia juga sering mengajak minhao makan bersama.


Sesampainya minhao di kediaman tetua Lin. Seperti biasa ia membersihkan rumah tersebut dengan menyapu dan mengepel lantai.


Kediaman tetua Lin juga tidak jauh dari kediaman utama Bai Clan. Rumah tersebut sederhana dan tidak terlalu besar. Hanya memilik satu kamar tidur, satu ruang kerja, dan satu dapur. Rumah itu juga memiliki ruang tamu yang bergabung dengan meja makannya. Sebab itu minhao tinggal di rumah pelayan, di belakang kediaman utama Bai Clan.


Tidak terlalu lama minhao menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut dengan sempurna, ia bergegas ke dapur dan menyiapkan makanan untuk tetua Lin.


Walau minhao masih berusia 12 tahun, ia sedikit banyak tau tentang cara memasak. Walau masakannya tidak terbilang sangat enak, namun makanan tersebut tidak kalah dari para pelayan di kediaman utama Bai Clan.


Setelah menyelesaikan masakannya, minhao segera menghidangkan makanan tersebut ke atas meja makan.


Setelah makanan tersebut tertata rapi di tempatnya. Ia segera beranjak untuk memanggil tetua Lin di dalam kamarnya.


"Tetua Lin, sarapan Anda sudah siap." Teriak minhao di depan pintu kamar sembari mengetuk pintu tersebut dengan lembut.


"Baiklah, aku segera kesana" balas tetua Lin sembari membuka pintu kamarnya, ia berjalan menuju meja makan dan di ikuti oleh minhao dari belakang.


Sesampainya di meja makan, tetua Lin segera duduk di kursinya dan menatap minhao dengan hangat.


"Duduklah dan ikut makan bersamaku" ucap tetua Lin tersenyum hangat.


Minhao hanya menganggukkan kepalanya ringan dan duduk di hadapan tetua Lin. Ia segera mengambil piring dan menaruh nasi di atasnya sembari mengambil beberapa lauk dan meletakan piring tersebut di hadapan tetua Lin.


Minhao juga tidak lupa akan niatnya tadi malam untuk menanyakan sesuatu kepada tetua Lin.


"Anu,, tetua Lin, boleh kah aku bertanya"


"Selesaikan sarapan mu dulu." Ucap tetua Lin singkat sembari memakan masakan minhao.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang minhao segera mengambil beberapa makanan di meja dan meletakannya di atas piring lalu memakannya.


Selang beberapa menit, mereka telah menyelesaikan sarapannya. Minhao segera beranjak dari duduknya dan membereskan makanan dan piring kotor dihadapannya. Lalu ia membawanya ke dapur.


Minhao juga tidak lupa membuatkan teh untuk tetua Lin dan menuangkan teh tersebut kedalam cawan kecil yang ada di hadapan tetua Lin.


Tetua Lin meminum teh tersebut sembari melirik minhao.


"Apa yang ingin kau tanyakan ?" Ucap tetua Lin santai.


"Tetua Lin, boleh kah aku bertanya tentang dunia luar ?"


Tetua Lin mengangkat satu alisnya mendengar pertanyaan bocah di hadapannya.


"Begini tetua Lin, saya dari kecil hanya hidup di desa Daiyang. Saya dan keluarga saya menjalani hari hari dengan berburu dan bertani, sampai akhirnya saya berakhir di Bai Clan ini. Saya hanya penasaran, seberapa luas dunia di luar sana." Lanjut minhao panjang lebar.


Tetua Lin hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali dan mulai menjelaskan.


Didunia ini meliputi 70% perairan dan 30% daratan yang masih menjadi satu yang biasa di sebut daratan tengah.



'hmm.. jadi desaku dan haocun dulu, berada di antara 4 kekaisaran itu' batin minhao sambil mengelus dagunya.


Kerajaan Youling, berada di daerah pegunungan yang menjadi perbatasan antara kekaisaran Wei dan kekaisaran xifang. tepatnya di arah barat laut.


Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang raja bernama Guiwang, ia seorang kultivator aliran hitam, tingkat kultivasinya juga tinggi yaitu martial Sage bintang 6.


lebih tepatnya kerajaan Youling terletak di lembah hantu, lembah tersebut dikelilingi oleh hutan yang luas, hutan itu biasa di sebut hutan kematian, yang isinya terdapat berbagai binatang iblis dan siluman.


Sedangkan kerajaan xueguo, berada di ujung perbatasan antara kekaisaran dong dan kekaisaran Ming. tepatnya di arah tenggara.


Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang raja bernama Bing zhiwang, ia seorang kultivator aliran lurus. Dan tingkat kultivasinya tidak kalah dengan Guiwang, yaitu martial Sage bintang 5 puncak.


Bing zhiwang juga seperti haocun, di masa mudanya ia juga di sebut jenius pada gerenasinya, karena ia hanya memiliki 1 unsur elemen di Dantianya, yaitu elemen es. Kerajaan tersebut juga dikelilingi huntan yang luas, hutan itu biasa di sebut Hutan xuelin. Hutan tersebut diselimuti oleh salju, dan didalamnya juga terdapat binatang iblis.

__ADS_1


namun, para praktisi di bawah raja bela diri, Enggan memasukinya, karena sepanjang mata memandang hanya terlihat hamparan salju yang putih dan bentuknya serupa.


Walau praktisi di bawah raja bela diri juga bisa terbang, namun dengan luasnya hutan xuelin, belum sampai di tujuan mereka akan kehabisan tenaga dalam, dan berakhir mengenaskan di hutan tersebut.


Minhao hanya manggut manggut mendengar penjelasan tersebut.


"Dan apa saja tingkat kultivasi bagi praktisi itu tetua Lin ?" Tanya minhao lagi.


Tingkat kultivasi dibagi menjadi lima


- murid beladiri,


- master beladiri,


- martial saint,


- raja beladiri, dan


- martial Sage.


Setiap ranah juga dibagi menjadi 9 bintang.


di dunia ini juga berlaku hukum "yang lemah mematuhi yang kuat". jadi tingkat kultivasi yang tinggi akan selalu di hormati dimana pun meraka berada.


tidak hanya praktisi tingkat tinggi yang dihormati di dataran tengah ini. ada satu pekerjaan yang tidak kalah dari praktisi, yaitu seorang alchemist.


Minhao mendengarkan penjelasan dari tetua Lin dengan seksama, sambil mengingat semua perkataan tetua Lin.


"Baiklah, sampai disini saja, kita lanjutkan di lain waktu"


"Aku juga di panggil oleh ketua Clan pagi ini" ucap tetua Lin sambil beranjak dari duduknya.


Sedangkan minhao hanya menganggukkan kepalanya. Lalu beranjak dari tempatnya dan pergi ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaanya yaitu cuci piring.


Setelah menuntaskan pekerjaannya. Minhao keluar dari kediaman tetua Lin dan pergi menuju kamar nya yang ada di belakang kediaman utama Bai Clan.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2