
Setelah kepergian tetua Lin, minhao segera memasuki kediamannya, dan menjalankan tugasnya seperti biasa sebagai pelayan.
Setelah menyelesaikan tugasnya tersebut, minhao segera melangkahkan kakinya ke pintu ruang kerja tetua Lin, ia membuka pintu tersebut dengan perlahan.
Minhao melihat di dalam ruangan itu hanya ada beberapa rak besar untuk meletakan berbagai buku, dan sepasang meja dan kursi di tengah ruangan tersebut.
Minhao menghampiri rak buku itu dengan antusias, minhao mengambil beberapa buku yang isinya tentang berbagai informasi daratan tengah secara rinci.
Ia membaca buku buku tersebut dengan teliti, ia menemukan beberapa hal yang menarik baginya, yaitu tentang ahli formasi.
Ahli formasi di daratan tengah sebenarnya hampir punah, hanya beberapa orang di daratan tengah yang dapat memahami bidang keformasian tersebut, karena menjadi ahli formasi harus memiliki ingatan yang kuat dan otak yang cerdas.
Di daratan tengah sebenarnya juga ada kelompok ahli formasi, kelompok itu bernama formation experts, anggota kelompok tersebut tidak sampai 15 orang.
Kelompok tersebut cukup misterius dan cukup ditakuti, setiap anggota kelompok formation experts, setidaknya memiliki tingkat kultivasi di ranah martial saint.
Formation experts lebih mengarah ke aliran netral, karena mereka cenderung menutup diri dari dunia cultivator, mereka hanya menjelajahi daratan tengah hanya untuk mengumpulkan sisa sisa kuno peninggalan ahli formasi pada jaman dulu.
--------------------
Di depan gerbang kediaman keluarga Bai Clan, terdapat seorang bocah 12 tahun memasuki gerbang tersebut, terlihat jelas dari raut wajahnya yang sangat kelelahan.
Para penjaga gerbang membungkukkan badannya dengan hormat kepada bocah tersebut, karena statusnya yang sebagai murid ketua Clan mereka.
Ya, ia tidak lain adalah haocun, ia baru pulang dari tugas gurunya yang tidak lain ketua Clan untuk memeriksa beberapa bisnis keluarga Bai di kota Jeonju.
"Fiuhh, 2 Minggu aku tidak bertemu minhao" haocun menghela nafas kasar
"Apa dia baik baik saja yha ?, Semoga di tidak di pukuli lagi oleh para berandalan itu" lanjutnya lagi
Haocun melangkahkan kakinya menuju aula utama Bai Clan, seperti biasa ia memasuki ruangan yang cukup luas tersebut.
Di tengah aula tersebut terdapat kursi mewah yang di duduki oleh Bai Zhen yang tidak lain adalah guru haocun, di samping kanan dan kiri Bai Zhen ada beberapa orang tetua yang tingkat kultivasinya di ranah martial saint salah satunya tetua Lin.
Bai Zhen memiliki seorang adik bernama Bai Ren, ia menjabat sebagi wakil ketua Bai Clan, Bai Ren memiliki anak laki laki bernama Bai Li, ia juga sering disebut tuan muda karena jabatan ayahnya.
Haocun melangkahkan kakinya menuju ke depan ketua Bai Clan
"aku telah menyelesaikan tugas dari guru" ucap haocun dengan menempelkan tinjunya dengan telapak tangan tanda memberi hormat kepada gurunya.
"Kau telah bekerja dengan keras haocun" balas Bai Zhen dengan lembut
"Kalau begitu, saya undur diri dulu guru"
"Tunggu haocun, aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang"
__ADS_1
Belum sempat Bai Zhen melanjutkan ucapannya, tiba tiba pintu aula tersebut terbuka, dan nampaklah sesosok wanita cantik berpakaian serba hitam dan pedang perak di pinggangnya.
Bai Zhen yang melihat penampilan wanita tersebut sontak berdiri dan memandang wanita itu dengan khawatir.
"Wen'er apa yang terjadi denganmu" kata Bai Zhen khawatir, karena melihat penampilan putrinya yang sedikit lusuh dan ada juga kain yang melilit lengan kirinya, namun tidak mengurangi aura kecantikanya.
keluarga Bai di pimpin oleh seorang kultivator tingkat raja beladiri bernama Bai Zhen, ia memiliki satu orang anak perempuan bernama Bai Yuwen, istrinya meninggal saat Bai Yuwen masih berumur 5 tahun.
Bai Yuwen adalah anak perempuan yang ceria dan penuh semangat, namun sifatnya itu berubah saat ia di tinggal mendiang ibunya di umur lima tahun, ia menjadi seorang pendiam yang jarang tersenyum, ia mengalihkan perasaanya ke dunia kultivasi dan berlatih dengan keras agar melupakan kesedihannya.
Saat Bai Yuwen umur 7 tahun ia telah menembus ranah murid beladiri bintang 2, bakatnya bisa di bilang bagus karena ia hanya memiliki 2 unsur elemen di dalam Dantianya.
"Saat perjalanan pulang, aku tak sengaja bertemu gerombolan serigala binatang iblis tingkat 3" ucap Bai yuwen santai
Bai Zhen yang mendengar tersebut kaget
"Bukanya binatang iblis tingkat 3 setara dengan master beladiri bintang 2"
"Bahkan kau bisa mengalahkan gerombolan binatang iblis itu, apa kau berada di ranah master beladiri bintang 9 ?" Tanya Bai Zhen antusias
Bai Yuwen hanya menganggukkan kepala santai dan mengalihkan pembicaraan, sedangkan ketua Clan Bai tersebut menahan kegembiraanya agar tidak loncat kegirangan memiliki putri yang sangat berbakat.
"Apa dia adalah murid ayah ?" Tanya Bai Yuwen seraya melirik haocun yang masih terpana dengan kecantikan putri gurunya itu.
"Benar dia adalah murid ku, ia sudah ku anggap sebagai putraku sendiri, mungkin dia juga yang akan menggantikanmu sebagai penerus keluarga Bai, jika kau tak tertarik dengan jabatan ayahmu ini"
Haocun mendekati kakak barunya itu dan memberi hormat. Sedangkan Bai Yuwen hanya menganggukkan kepalanya dan mengamati bocah di hadapanya.
'Dia baru sekitar umur dua belas tahun, dan dia sudah berada di ranah puncak murid beladiri, bakatnya melebihi bakatku' batin Bai Yuwen.
"Kau layak menjadi adikku, mungkin jika kau bergabung di sekte phonix emas, kau akan langsung menjadi murid dalam"
"Sekte phonix emas ?" Kata haocun bingung
"Benar saat aku seusiamu, aku tak sengaja bertemu dengan wakil ketua sekte phonix emas, saat itu aku masih di ranah murid beladiri bintang 8" jelas Bai Yuwen
Haocun hanya manggut manggut.
setelah obrolan ringan tersebut, ketua Bai Clan, mengajak para tetua dan keluarga besar Bai makan siang bersama di kediaman utama Bai Clan.
Di ruangan tersebut terdapat meja panjang dan telah tersedia berbagai macam makanan di atasnya, para tetua duduk berdampingan dengan istri dan anaknya masing masing, hanya tetua Lin yang nasibnya ngenes.
Di ruangan tersebut juga ada Bai Li yang selalu menindas minhao, ia tidak suka denngan kehadiran haocun di ruangan tersebut, karena semua perhatian tertuju padanya.
"Sepupu Yuwen, bagaimana kabarmu ?, Sudah 5 tahun kita tidak bertemu" tanya Bai Li basa basi.
__ADS_1
Sedangkan Bai Yuwen, hanya mengacuhkan supupunya itu, dan melanjutkan makanya dengan santai
Bai Li yang di acuhkan tersebut tertunduk malu dan mengumpat dalam hati ' ****** sombong sialan '
Sedangkan haocun telah menyelesaikan makanya lebih cepat dari yang lain, dan ia segera berdiri meminta izin
"Guru, saya pamit dulu, sudah 2 Minggu lebih saya tidak bertemu saudara saya"
"Pelayan pribadi tetua Lin itu ?" Tanya Bai Zhen
Haocun menganggukkan kepalanya, sedangkan Bai Yuwen terlihat tertarik mendengar hal tersebut, namun tidak mengubah ekspresinya dan melanjutkan makanya.
"Hmm,, baiklah, setelah itu lanjutkan latihanmu" kata Bai Zhen santai
"Tetua Lin, apa minhao masih di kediaman anda ?" Tanya haocun sopan
"Sepertinya begitu, tadi pagi dia meminta izin untuk membaca di ruang kerjaku" kata tetua Lin menghentikan sejenak makannya
"Heh.. si sampah itu apa juga bisa baca ?" Sahut Bai Li tiba tiba
Haocun dan Bai Yuwen menatapnya dingin, tanpa ia sadari keringat dingin mengucur deras di punggungnya
"Terimakasih tetua Lin, saya undur diri dulu" pamit haocun lagi
Setelah haocun keluar dari ruangan itu, Bai Yuwen menyelesaikan makanannya, ia langsung berdiri dan menatap ayahnya
"Ayah, aku telah selesai makan, aku keluar dulu, sudah lama aku tidak pulang, aku ingin pergi lihat lihat sekitar" ucap Bai Yuwen datar
"Baiklah, setelah puas, datangi ayah di ruang kerja, ada hal penting yang ingin ayah bicarakan" ucap Bai Zhen sambil menatap putrinya hangat
Bai Yuwen hanya menganggukkan kepalanya, dan segera keluar dari ruang makan tersebut.
Setelah ia sampai di luar, Bai Yuwen segera mengedarkan pandangannya mencari sosok haocun, tak lama kemudian ia melihat haocun tidak jauh dari posisinya, ia segera memanggilnya, dan haocun menoleh kepadanya
"Ada yang bisa saya bantu kak Yuwen ?" Tanya haocun seraya melihat Bai Yuwen yang berjalan ke arahnya.
"Bisa temani kakak jalan jalan ?" Ucap Bai Yuwen singkat
Minhao hanya menganggukkan kepalanya dan berkata "boleh, tapi kita singgah dulu ke saudaraku, sudah lama aku tidak melihatnya"
"Baiklah" jawab Bai Yuwen datar
' Memang itu niatku ku bocah ' batinnya seraya tersenyum penuh makna
Bersambung.
__ADS_1
________
like + coment, dan jangan lupa beri saran agar kedepanya novel ini tambah berkualitas.