Heavenly Kultivation

Heavenly Kultivation
chapter 13.


__ADS_3

Di sebuah ruangan remang remang terdapat sesosok wanita cantik berendam di sebuah bak mandi yang cukup besar tanpa sehelai kain sedikitpun


Jika seseorang melihat dengan teliti, dapat di temukan bahwa air yang di buat mandi oleh wanita itu bewarna merah darah, dan ruangan tersebut juga tercium bau amis darah yang sangat menyengat


Seorang pelayan memasuki ruangan tersebut, dan berlutut di belakang wanita itu


"saya mendapat informasi bahwa si iblis golok telah mati di tangan sepasang pemuda di sebuah rumah makan dekat gerbang masuk desa nona" kata pelayan itu dengan posisi berlutut seraya menundukan kepalanya


"Hihihihihi, sepertinya aku harus bergerak sendiri jika menginginkan mangsa yang sangat segar itu" kata wanita tersebut seraya tertawa kecil


Sedangkan sang pelayan merasakan tubuhnya bergetar saat mendengar tawa nona yang ia hormati di depannya


Wanita tersebut berdiri dan memakai sebuah baju sedikit terbuka berwarna merah darah dan beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut


--------------


Minhao dan Bai Yuwen berdiri diluar sebuah rumah makan, dan hendak berniat pergi menyelamatkan para gadis dan pemuda desa


"Hao, apa kau tau dimana para pemuda itu di sekap ?"


"Dan dimana juga pemimpin dari kelompok tadi berada ?" Tanya Bai Yuwen seraya melirik minhao


"Oh iyha saya lupa menanyakan hal itu nona, bentar saya akan menanyakan lagi ke kasir tadi"


Minhao hendak berbalik dan melangkah kembali ke rumah makan tersebut, namun tubuhnya membeku saat menyadari sebuah mulut seseorang berada di dekat telinganya


"Kalian tak perlu repot repot mencariku, apakah kalian ada perlu denganku ?" Sebuah suara seseorang yang berada di belakang minhao


Minhao dan Bai Yuwen sangat terkejut dengan kehadiran sosok pendatang baru tersebut


Pendatang baru itu memiliki wajah yang cantik nan halus, suaranya sangat lembut, dan dadanya sedikit besar namun satu kekurangannya, yaitu aroma tubuhnya sangat menyengat Indra penciuman


Bai Yuwen dan minhao mengambil jarak dari wanita tersebut, dan tidak menurunkan kewaspadaan mereka berdua, Bai Yuwen menatap wanita itu dengan tatapan dingin


Namun tidak dengan minhao, pandanganya tidak terarah ke wajah wanita tersebut namun ia menatap di area dadanya dengan mulut sedikit terbuka


'*dada wanita ini sungguh luar biasa, sangat menggugah selera*'


'*walau aku terlihat seperti bocah 12 tahun, namun mentalku adalah seorang pria normal berumur 30 tahun yang penuh hasrat*'

__ADS_1


Entah mengapa minhao sangat tertarik dengan bentuk tubuh wanita, itu karena di kehidupan dunia asalnya ia hidup menyendiri dan di jauhi banyak perempuan karena hobi gilanya, bahkan di umurnya yang mencapai kepala tiga, ia belum pernah menyentuh tangan wanita sama sekali kecuali orangtua nya


"Hey, anak muda hasrat mu juga sangat tinggi rupanya, hihihihi" kata wanita tersebut seraya tertawa kecil


Minhao kembali sadar dari lamunannya saat mendengar tawa wanita tersebut cukup menyeramkan, ia juga merasakan aura mencekam dari arah Bai yuwen


'*sialan, wanita ini cukup menyeramkan'


'dan kenapa dengan si dada rata ini, tatapannya seolah ingin membunuhku juga*' batin minhao seraya melirik Bai yuwen


"Siapa kau dan dimana para pemuda desa yang kau culik itu ?" Tanya bai Yuwen dengan ekspresi dingin khasnya


"Kau tidak perlu tau akan nasib mereka, karena kalian juga akan bernasib sama, yaitu menjadi nutrisi bagi kulit cantikku ini hihihihi"


Bai Yuwen menarik pedang perak dari sarung nya, ia hendak menyerang wanita tersebut namun langkahnya terhenti saat menyadari sesuatu


"Tunggu dulu,, bukanya kau salah satu ketua dari sekte five demon beast Kings sang ratu kalajengking merah, xiamey ?" Kata Bai Yuwen


"Hao, wanita ini sangat berbahaya, apa kau ada solusi?" Tanya Bai Yuwen dan hanya di balas gelengan kepala oleh minhao


"Hihihi Sepertinya namaku cukup terkenal di dunia beladiri ini"


"Namun semua itu percuma, karena kalian pada akhirnya akan mati ditangan ku" kata xiamey seraya melaju cukup cepat ke arah minhao dengan cakar kukunya yang tiba tiba memanjang


"Kau pikir senjata sampah ini dapat melukaiku ?"


Baru saja menyelesaikan ucapannya, tiba tiba minhao berada di samping wanita itu, ia memanfaatkan keterkejutannya dan menyerang dengan sebuah tendangan yang ia arahkan ke perut xiamey


Xiamey mundur beberapa langkah karena menerima tendangan dari minhao tersebut, namun ia masih berdiri tegak seolah baik baik saja sambil menepuk-nepuk bagian yang di tendang minhao barusan


"Anak muda, teknikmu sungguh menarik, namun jika kekuatanmu hanya begini saja, dapat di pastikan kalian akan menjadi nutrisi bagi kulit cantikku ini, hihihi" kata xiamey sambil melesat ke arah minhao lagi


Namun kali ini Bai Yuwen tidak tinggal diam, ia juga melesat menuju ke pertempuran berniat membantu minhao


Setelah bertukar beberapa gerakan, minhao mendapat sebuah tendangan dari xiamey dan terpental cukup jauh, tidak sampai di situ xiamey juga melihat celah dari gerakan Bai Yuwen ia memanfaatkan nya untuk menyerang Bai Yuwen menggunakan cakarnya


"Nonaa!!!" Teriak minhao


Minhao melakukan teknik teleportasi nya ke depan Bai Yuwen dan segera mengambil pedang perak Bai yuwen untuk menangkis serangan xiamey

__ADS_1


Namun gerakan minhao tidak cukup cepat, serangan cakar tersebut berhasil mengenai dirinya dan membuatnya terpental ke belakang dan ditangkap oleh Bai Yuwen


Terlihat luka cakaran dari bahu kiri minhao sampai ke perut sebelah kanannya, lukanya cukup dalam dan membuat darahnya mengalir cukup deras


"Hohoho,, kau sungguh bodoh, mengorbankan dirimu hanya untuk seorang wanita"


"Kalian cukup romantis, akan ku beri hadiah sebuah kematian yang tidak menyakitkan untuk kalian" ucap xiamey seraya memamerkan kukunya yang panjang dan mengeluarkan asap merah


'sialan, kuku si jala*g ini juga mengandung racun ' bantin minhao


Minhao mencoba berdiri dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan pada luka cakaran tersebut


"Nona, kita bukan tandingannya sebaiknya kita pergi dulu" bisik minhao ke arah Bai Yuwen yang di balas dengan anggukan ringan


Xiamey tidak membiarkan Bai Yuwen dan minhao mengambil nafas sejenak, ia melesat ke arah mereka berdua dengan kecepatan yang cukup tinggi, sedangkan Minhao kembali melemparkan pisau kecilnya ke arah xiamey


"Kau pikir trik yang sama dapat melukaiku ?" Kata xiamey seraya mengalirkan tenaga dalam cukup besar ke kukunya berniat menangkis sekaligus menghancurkan pisau kecil tersebut


"Benarkah ?"


Sebelum cakaran xiamey menyentuh pisau kecil tersebut, tiba tiba minhao berada di depannya dengan posisi berjongkok dan masih memegang pedang perak milik Bai Yuwen


Xiamey terlihat terkejut, namun ia segera mengingat sebuah tendangan yang berhasil ia dapatkan di perutnya dan ia menyadari sesuatu dengan hal tersebut


"sialan" Umpatnya


Minhao memanfaatkan keterkejutan xiamey, ia melakukan dua tebasan ke arah leher dan lengan xiamey, satu tebasan berhasil memotong lengan kirinya, dan tebasan kedua hanya berhasil menggores Pipi kiri xiamey


Minhao kembali ke sisi Bai Yuwen, sedangkan xiamey terlihat sangat murka, kedua bola matanya memerah dan keluar aura yang sangat mencekam dari tubuhnya


"Sialan!!!, Berani sekali kau melukai wajahku dan memotong lenganku!!"


"Aku akan menyiksa kalian seumur hidup sampai kalian lebih memilih mati dari pada hudup bajing*n!!!!" Teriak xiamey penuh amarah


"Itu hadiah perpisahan dari kami, selamat tinggal, hehehehe" kata minhao seraya menempelkan jari telunjuk ke dahinya dan memegang pergelangan tangan Bai Yuwen


Minhao dan Bai Yuwen tiba tiba menghilang dari posisinya, sedangkan xiamey memejamkan mata penuh konsentrasi berniat mencari keberadaan mereka


"Sialan bagaimana aku tidak bisa merasakan meraka ?"

__ADS_1


"Brengs*k!!!! Aku harap kau tidak akan mati karena racunku, aku tidak rela kau mati dengan cepat, aku ingin menyiksamu!!!!!" Teriak xiamey sangat penuh dengan amarah


Bersambung


__ADS_2