
Saat minhao dan Bai Yuwen memasuki kota, banyak pasang mata yang memandangi mereka seolah merasa iba, tidak sedikit juga yang melihat mereka dengan pandangan takut dan menghindari mereka karena tidak mau terlibat masalah dengan mereka berdua
Minhao dan Bai Yuwen memasuki sebuah rumah makan, rumah makan tersebut lumayan banyak pengunjung, namun setelah keduanya masuk, satu persatu pengunjung itu beranjak dan meninggalkan rumah makan tersebut
Mereka berdua sedikit bingung dengan sikap penduduk desa sukawangi itu, dan segera berjalan menuju kasir dan hendak menanyakan sesuatu, belum sempat meraka bertanya, sang kasir itu telah berbicara lebih dulu
"Nona, tuan sebaiknya anda meninggalkan desa ini segera" kata kasir wanita itu dengan tatapan kasihan
Bai Yuwen dan minhao saling bertukar pandangan, mereka tidak mengerti maksud kasir di depan mereka itu
"Nona, apa yang anda maksud, bisakah anda menjelaskannya ?"
BRAKK!!!!!
Belum sempat sangkasir menjawab pertanyaan minhao, tiba tiba beberapa orang berjubah hitam memasuki rumah makan tersebut
Orang orang berpakaian hitam itu langsung mengepung Bai Yuwen dan minhao, sedangkan sang kasir telah pergi menyelamatkan dirinya sendiri
"Hohohoho, tidak kusangka saat kami hendak pergi meninggalkan desa ini, ada seorang mangsa baru yang sangat segar" kata seorang bertubuh kekar, terlihat seperti pemimpin di antara kelompok tersebut
"Apa maksudmu dan siapa kau ?" Tanya Bai Yuwen dengan wajah dingin
"Itu tidak penting, jika kau tau siapa kami, itu semua percuma karena kau juga akan jadi persembahan untuk pemimpin kami"
"Sepertinya nona kami akan menyukai darah kalian, hahahaha" kata pimpinan kelompok tersebut seraya menyuruh anak buahnya melumpuhkan Bai Yuwen dan minhao
"Hao, kau hadapi para kecoa ini, aku akan melumpuhkan pimpinannya !"
"Baik nona..."
Minhao menghadapi beberapa orang jubah hitam itu dengan segenap kemampuannya, ini adalah pertama kalinya ia menghadapi seorang kultivator sejak ia memulai kultivasinya
Sedangkan Bai Yuwen melesat dan mengarahkan pedangnya ke arah pria bertubuh kekar tersebut
"Hehehe, gadis kecil apakah kau ingin bermain denganku ?" Kata pria itu seraya mengambil golok di punggungnya untuk menangkis serangan Bai Yuwen
Mereka berdua bertukar beberapa gerakan sebelum pria bertubuh kekar itu mundur beberapa langkah saat hantaman pedang perak milik Bai Yuwen beradu dengan goloknya
"Gadis kecil, kau cukup lumayan, cukup main mainya, aku akan segera mengakhiri ini" kata pria itu seraya mengangkat goloknya ke atas dan memegangi dengan kedua tangan
__ADS_1
"Teknik golok pembunuh, gaya kedua:golok pencabut nyawa!!!!" Teriak pria itu seraya melesat ke arah Bai Yuwen dengan kecepatan tinggi
Saat golok pria itu hampir mengenai leher Bai Yuwen, tiba tiba Bai Yuwen berjongkok untuk menghindari serangan golok itu
Saat pria kekar itu menyadiri serangannya gagal, ia kembali mengayunkan goloknya ke bawah, namun saat hendak melakukan itu, tiba tiba kedua tangan pria kekar tersebut terpisah dari tubuhnya
"Jurus phoenix api, gaya pertama :membelah awan" gumam Bai Yuwen pelan setelah kedua lengan musuhnya terpisah dari tempatnya
"arggg" teriak pria itu saat menyadari tangannya telah pisah dari tubuhnya
Setelah melumpuhkan pria itu, Bai Yuwen segera berdiri dan melihat ke arah minhao yang masih berusaha bertarung dengan beberapa orang itu
Bai Yuwen segera menuju ke arah pertarungan tersebut, setelah beberapa tarikan nafas, ia Telah berhasil melumpuhkan para penyerang itu
Hosh... Hosh .... Hosh..
Minhao terduduk dilantai dan mengatur nafasnya yang tersengal, ia sedikit kewalahan menghadapi beberapa penyerang tersebut
"Kau tidak sekeren saat menyelamatkanku dulu" hina Bai Yuwen seraya melirik minhao yang sedang mengatur nafas
"Ayolah nona, bukankah itu juga termasuk hebat, aku yang belum menembus ranah murid bela diri dapat bertahan dari gerombolan orang yang tingkat kultivasinya di ranah master bela diri bintang satu" sanggah minhao panjang lebar
"Apa yang kau lakukan di desa ini, dan siapa dalang di balik semua ini ?"
"Jawabb!!" kata Bai Yuwen meninggikan suaranya seraya menempelkan mata pedangnya ke arah pria itu
"Hehehehe,, kau akan mengetahuinya cepat atau lambat" jawab pria itu sebelum menggigit lidahnya sendiri
Bai Yuwen memeriksa kondisi pria tersebut, dan menemukan bahwa ia telah kehilangan nyawanya
"Siall, dia lebih memilih bunuh diri dari pada membocorkan informasi pimpinannya" kata Bai Yuwen penuh kesal
Ia kembali ke arah minhao, dan bertanya dimana kasir wanita yang sebelumnya berbicara dengan mereka dan di jawab minhao dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah sudut ruangan
Bai Yuwen beranjak dan melangkahkan kakinya ke kasir wanita itu, kasir tersebut terlihat sangat ketakutan saat Bai Yuwen berjalan ke arahnya
"Hey, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" tanya Bai Yuwen dengan dingin
Kasir wanita itu tidak menjawab, ia terlihat ketakutan bahkan tubuhnya sedikit bergetar saat menatap wajah Bai Yuwen
__ADS_1
"Nona, kau itu mau bertanya apa hendak membunuh orang sih ?" kata minhao tiba tiba seraya berjalan ke arah kasir wanita itu
"Nona cantik, maukah anda menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya minhao lembut seraya menampilkan senyuman hangatnya
wanita itu melihat pakaian yang di kenakan minhao, ia menyadari bahwa jubah itu sedikit mirip dengan kelompok penjahat barusan, minhao menyadari hal tersebut
"tenang saja, aku bukan kelompok dari mereka" kata minhao seraya melirik beberapa orang berjubah hitam yang tergeletak di lantai
namun kasir wanita itu tetap saja masih terlihat ketakutan saat melihat Bai Yuwen masih berdiri di belakang minhao dengan wajah datarnya
Minhao mengetahui hal itu dan segera melirik Bai Yuwen mengisyaratkan sedikit menjauh dari dirinya
"Baiklah baiklah, aku mengerti" ucap Bai Yuwen mengangkat bahunya kesal seraya pergi menjauh dari minhao
Setelah melakukan bujukan kepada kasir wanita itu, minhao akhirnya mendapatkan sedikit gambaran apa yang sebenarnya terjadi di desa tersebut
"Hmmm, baiklah terimakasih banyak nona" kata minhao seraya beranjak dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Bai Yuwen
"Bagaiman ?"
"Begini nona...."
Minhao mendapatkan informasi bahwa beberapa hari lalu datang beberapa kelompok berjubah hitam, mereka mengambil para gadis dan pemuda di desa ini secara paksa
"Apa yang mau mereka lakukan dengan semua anak muda itu ?" Tanya Bai Yuwen
"Entahlah nona, katanya untuk di berikan kepada pimpinan mereka sebagai persembahan"
"Bagaimana nona, apakah kita meninggalkan desa ini atau menyelamatkan para anak muda itu ?" Tanya minhao
"Hemmm, baiklah mari kita berangkat" kata kata Bai Yuwen terhenti sejenak
Minhao sedikit lega mendengar jawaban nonanya, ia sedikit khawatir dan tidak ingin berurusan dengan kelompok penjahat itu
"Berangkat menyelamatkan mereka.." lanjut Bai Yuwen
"Hahh ???" Minhao hanya menatap Bai yuwen dengan pandangan tidak percaya
bersambung.
__ADS_1